alexametrics
27 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Sempat Anjlok, Harga Buah Jeruk Nipis Berangsur Normal

RadarBanyuwangi.id – Petani jeruk nipis sudah mulai semringah. Saat ini, harga buah jeruk jenis ini sudah kembali ke level normal. Di tingkat petani, harganya mencapai Rp 4.000 per kilogram.

Salah satu petani buah jeruk nipis, Lendi Saputra, 26, asal Dusun Sumberluhur, Desa/Kecamatan Tegaldlimo, mengatakan setiap tahun saat menginjak Januari hingga April, harga jeruk nipis selalu merosot. Selain itu, hasil panen juga jelek dan tidak maksimal. Memasuki pertengahan tahun, harga jeruk nipis kembali normal. “Saat ini harganya membaik, sekarang menyentuh Rp 4.000 hingga Rp 5.000 per kilogram,” ujarnya.

Selain harganya yang sudah mulai membaik, terang dia, hasil panen jeruk nipis kualitasnya juga mulai baik. Oleh sebab itu, tidak ada lagi petani yang membuang jeruk nipis lagi. “Harga jual sudah baik, tidak ada lagi yang buang jeruk nipis ke hutan jati atau sungai,” terangnya.

Baca Juga :  Truk Dilarang Masuk Kota Genteng

Menurut Lendi, harga jeruk nipis terendah Rp 500 per kilogram, sedang harga tertinggi Rp 20 ribu per kilogram. Saat ini, pasar luar daerah juga sudah membaik dan menyerap hasil panen jeruk nipis petani. “Sekarang petani tidak kesulitan lagi mengirim hasil panen jeruk nipis ke luar daerah,” ungkapnya.

Pengepul jeruk nipis, Sugiharto, 43, warga Desa/Kecamatan Tegaldlimo mengatakan beberapa bulan lalu, para pengepul tidak mau membeli buah jeruk dari petani lantaran tidak laku di pasaran. Tapi saat ini, harga buah jeruk kembali normal dan siklus penjualan jeruk nipis juga mulai membaik. “Saat ini jeruk nipis dikirim ke Bali, Surabaya, dan Jogjakarta. Untuk harganya diprediksi akan terus naik,” pungkasnya.(kri/abi)

Baca Juga :  Dinas Pertanian Cek Lokasi Pembuangan Jeruk Nipis

RadarBanyuwangi.id – Petani jeruk nipis sudah mulai semringah. Saat ini, harga buah jeruk jenis ini sudah kembali ke level normal. Di tingkat petani, harganya mencapai Rp 4.000 per kilogram.

Salah satu petani buah jeruk nipis, Lendi Saputra, 26, asal Dusun Sumberluhur, Desa/Kecamatan Tegaldlimo, mengatakan setiap tahun saat menginjak Januari hingga April, harga jeruk nipis selalu merosot. Selain itu, hasil panen juga jelek dan tidak maksimal. Memasuki pertengahan tahun, harga jeruk nipis kembali normal. “Saat ini harganya membaik, sekarang menyentuh Rp 4.000 hingga Rp 5.000 per kilogram,” ujarnya.

Selain harganya yang sudah mulai membaik, terang dia, hasil panen jeruk nipis kualitasnya juga mulai baik. Oleh sebab itu, tidak ada lagi petani yang membuang jeruk nipis lagi. “Harga jual sudah baik, tidak ada lagi yang buang jeruk nipis ke hutan jati atau sungai,” terangnya.

Baca Juga :  Emak-Emak Antusias Ikuti Sosialisasi Advokasi dan KIE

Menurut Lendi, harga jeruk nipis terendah Rp 500 per kilogram, sedang harga tertinggi Rp 20 ribu per kilogram. Saat ini, pasar luar daerah juga sudah membaik dan menyerap hasil panen jeruk nipis petani. “Sekarang petani tidak kesulitan lagi mengirim hasil panen jeruk nipis ke luar daerah,” ungkapnya.

Pengepul jeruk nipis, Sugiharto, 43, warga Desa/Kecamatan Tegaldlimo mengatakan beberapa bulan lalu, para pengepul tidak mau membeli buah jeruk dari petani lantaran tidak laku di pasaran. Tapi saat ini, harga buah jeruk kembali normal dan siklus penjualan jeruk nipis juga mulai membaik. “Saat ini jeruk nipis dikirim ke Bali, Surabaya, dan Jogjakarta. Untuk harganya diprediksi akan terus naik,” pungkasnya.(kri/abi)

Baca Juga :  Penanaman Porang Disarankan Ada Penelitian Konfrehensif

Artikel Terkait

Most Read

Keramik Kuno Ditemukan di Sawah

Siswa MTs Cabuli Balita

Tahun Ini Bebas Serangan Penyakit

Artikel Terbaru

/