alexametrics
28.1 C
Banyuwangi
Thursday, July 7, 2022

Rumah Hangus Terbakar, Kerugian Rp 150 Juta

SRONO-Kebakaran terjadi di Desa Kebaman, Kecamatan Srono, Jumat malam (27/4). Rumah milik pasangan Wawan, 48, dan Niken, 40, di Dusun Sukomukti, RT 4/RW 1, Desa Kebaman, Kecamatan Srono, nyaris habis terbakar.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 19.00, itu diduga korsleting listrik. Dugaan itu, dikuatkan dengan ditemukan stop kontak yang masih terhubung dengan kipas angin dengan kondisi sudah hangus. “Diduga akibat korsleting listrik,” terang Kapolsek Srono, AKP Mulyono.

Kebakaran itu kali pertama diketahui oleh Surahman, 48, tetangga korban. Saat itu, dia mendengar ada suara benda terjatuh. Suara yang datang dari rumah korban itu semakin keras. “Karena curiga, Surahman keluar,” katanya.

Saat keluar rumah, jelas dia, dilihat api sudah membakar rumah Surahman. Malahan, api juga sudah membesar dan menjalar ke seluruh bagian rumah. Melihat ada api di rumah tetangganya, dia langsung teriak minta tolong. “Asal api itu dari kamar belakang,” terangnya. 

Teriakan Surahman membuat warga kampong geger. Mereka segera berdatangan dan membantu memadamkan api menggunakan alat seadanya. Di antara warga, juga ada yang menghubungi petugas pemadam kebakaran (damkar). “Saat kebakaran itu pemilik rumah sedang pergi,” cetusnya.

Wawan dan Niken baru pulang sekitar pukul 20.30. Saat itu, api sudah mulai membesar dengan membakar plafon rumah. Api terlihat semakin membakar. “Semua warga yang datang ikut membantu memadamkan api, tapi api tetap besar,” katanya.

Baru sekitar pukul 21.15, api mulai berhasil dipadamkan setelah mobil damkar datang. Dan api benar-benar dijinakkan sekitar pukul 21.43. “Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu, kerugian sekitar Rp 150 juta,” tandasnya.(kri/abi)

SRONO-Kebakaran terjadi di Desa Kebaman, Kecamatan Srono, Jumat malam (27/4). Rumah milik pasangan Wawan, 48, dan Niken, 40, di Dusun Sukomukti, RT 4/RW 1, Desa Kebaman, Kecamatan Srono, nyaris habis terbakar.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 19.00, itu diduga korsleting listrik. Dugaan itu, dikuatkan dengan ditemukan stop kontak yang masih terhubung dengan kipas angin dengan kondisi sudah hangus. “Diduga akibat korsleting listrik,” terang Kapolsek Srono, AKP Mulyono.

Kebakaran itu kali pertama diketahui oleh Surahman, 48, tetangga korban. Saat itu, dia mendengar ada suara benda terjatuh. Suara yang datang dari rumah korban itu semakin keras. “Karena curiga, Surahman keluar,” katanya.

Saat keluar rumah, jelas dia, dilihat api sudah membakar rumah Surahman. Malahan, api juga sudah membesar dan menjalar ke seluruh bagian rumah. Melihat ada api di rumah tetangganya, dia langsung teriak minta tolong. “Asal api itu dari kamar belakang,” terangnya. 

Teriakan Surahman membuat warga kampong geger. Mereka segera berdatangan dan membantu memadamkan api menggunakan alat seadanya. Di antara warga, juga ada yang menghubungi petugas pemadam kebakaran (damkar). “Saat kebakaran itu pemilik rumah sedang pergi,” cetusnya.

Wawan dan Niken baru pulang sekitar pukul 20.30. Saat itu, api sudah mulai membesar dengan membakar plafon rumah. Api terlihat semakin membakar. “Semua warga yang datang ikut membantu memadamkan api, tapi api tetap besar,” katanya.

Baru sekitar pukul 21.15, api mulai berhasil dipadamkan setelah mobil damkar datang. Dan api benar-benar dijinakkan sekitar pukul 21.43. “Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu, kerugian sekitar Rp 150 juta,” tandasnya.(kri/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/