alexametrics
23.8 C
Banyuwangi
Monday, July 4, 2022

Mantan Preman Bersih-bersih Tempat Ibadah

RadarBanyuwangi.id – Puluhan remaja yang dahulu disebut-sebut sering berbuat onar di Desa Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo, kini mulai menjalani kebiasaan baru yang lebih positif. Kelompok remaja yang dikenal Cah Bregudul itu, membersihkan dan membenahi tempat ibadah yang butuh perbaikan.

Para remaja yang dulunya dikenal sebagai penjudi, pemabuk, dan preman kampung itu berubah drastis dan kompak membenahi tempat ibadah di desanya. “Anggota Cah Bregudul ini ada 70 remaja,” terang penasihat Cah Bregudul, Muhammad Mukti.

Anggota Cah Bregudul itu, terang dia, kini menggelar berbagai kegiatan positif seperti membersihkan tempat ibadah, mengecat masjid, kerja bakti, dan menolong warga yang kurang mampu. “Para remaja itu memulai kehidupan yang lebih baik, meninggalkan kebiasaan buruknya,” ujarnya.

Para anggota Cah Bregudul itu, jelas dia, sebelumnya dikenal anak yang nakal serta sulit diatur. Mereka itu sehari-harinya mabuk, berjudi sabung ayam, tawuran, dan ada juga yang menjadi bandar narkoba. Saat ini sadar dan membentuk kelompok yang peduli pada kegiatan kemanusiaan. “Umur Cah Bregudul ini setahun,” terangnya.

Menurut Mukti, selama setahun ini Cah Bregudul telah memperbaiki tujuh musala, satu pura, dan dua masjid yang semuanya di Desa Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo. “Mereka kompak, telah banyak membantu membenahi tempat ibadah,” katanya.

Ditanya dana yang dipakai untuk kegiatannya itu, Mukti menyebut dari kantong pribadi anggota Cah Brugudul. Selain  itu, juga ada sumbangan dari masyarakat sekitar. Dengan menjalani berbagai kegiatan positif seperti itu, diharapkan para remaja yang dikenal dengan kenakalannya itu tidak lagi berbuat negatif di kampungnya. “Saya berharap mereka sadar diri dan mau membantu sesame,” pungkasnya.

RadarBanyuwangi.id – Puluhan remaja yang dahulu disebut-sebut sering berbuat onar di Desa Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo, kini mulai menjalani kebiasaan baru yang lebih positif. Kelompok remaja yang dikenal Cah Bregudul itu, membersihkan dan membenahi tempat ibadah yang butuh perbaikan.

Para remaja yang dulunya dikenal sebagai penjudi, pemabuk, dan preman kampung itu berubah drastis dan kompak membenahi tempat ibadah di desanya. “Anggota Cah Bregudul ini ada 70 remaja,” terang penasihat Cah Bregudul, Muhammad Mukti.

Anggota Cah Bregudul itu, terang dia, kini menggelar berbagai kegiatan positif seperti membersihkan tempat ibadah, mengecat masjid, kerja bakti, dan menolong warga yang kurang mampu. “Para remaja itu memulai kehidupan yang lebih baik, meninggalkan kebiasaan buruknya,” ujarnya.

Para anggota Cah Bregudul itu, jelas dia, sebelumnya dikenal anak yang nakal serta sulit diatur. Mereka itu sehari-harinya mabuk, berjudi sabung ayam, tawuran, dan ada juga yang menjadi bandar narkoba. Saat ini sadar dan membentuk kelompok yang peduli pada kegiatan kemanusiaan. “Umur Cah Bregudul ini setahun,” terangnya.

Menurut Mukti, selama setahun ini Cah Bregudul telah memperbaiki tujuh musala, satu pura, dan dua masjid yang semuanya di Desa Kedunggebang, Kecamatan Tegaldlimo. “Mereka kompak, telah banyak membantu membenahi tempat ibadah,” katanya.

Ditanya dana yang dipakai untuk kegiatannya itu, Mukti menyebut dari kantong pribadi anggota Cah Brugudul. Selain  itu, juga ada sumbangan dari masyarakat sekitar. Dengan menjalani berbagai kegiatan positif seperti itu, diharapkan para remaja yang dikenal dengan kenakalannya itu tidak lagi berbuat negatif di kampungnya. “Saya berharap mereka sadar diri dan mau membantu sesame,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/