alexametrics
24.6 C
Banyuwangi
Monday, August 15, 2022

Ketinggian Asap di Bawah 100 Meter, Gunung Raung Membaik

RadarBanyuwangi.id – Sudah tiga hari terakhir, kepulan asap Gunung Raung terpantau menurun. Asap pekat yang menyembur dari perut gunung itu, tidak tinggi dan hanya sesekali mengeluarkan semburan abu vulkanik.

Berdasarkan Pantauan Pos Pengamatan Gunung (PPGA) Raung, kepulan asap hanya setinggi 50 meter dari puncak kawah, dan sering tidak terlihat asap pekat yang menyembur dari puncak gunung berapi itu. “Gunung Raung diselimuti awan putih tebal, pantauan asap tidak maksimal,” terang Kepala PPPGA Raung, Mukijo.

Menurut Mukijo, dari pantauan yang dilakukan juga tidak terlihat adanya erupsi semburan dari puncak kawah gunung. “Tidak ada aktivitas erupsi semburan abu vulkanik,” ujarnya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Baca Juga :  Sehari Hanya Dikunjungi 30 hingga 40 Wisatawan

Pantauan terahir asap abu vulkanik, jelas dia, mengarah ke barat dengan ketinggian 50 meter di atas puncak kawah. Itu menunjukan kondisi aktivitas Gunung Raung mengalami penurunan. “Asap juga tidak terlihat mengepul di puncak kawah,” terangnya.

Akitivitas kegempaan juga normal, tidak ada letusan erupsi yang terjadi di dalam perut Gunung Raung. Sedangkan suara gemuruh, tidak terpantau lagi. Meski demikian, status Gunung Raung masih tetap level II waspada. “Semburan abu vulkanik memang sudah menurun, tapi sewaktu-waktu masih bisa meningkat lagi,” cetusnya.

Kegitan masyarakat dan wisatawan masih dibatasi. Sebab, aktivitas Gunung Raung itu fluktuatif dan kemungkinan masih berdampak hujan abu vulkanik. “Mengingat statusnya yang masih level II waspada, hujan abu vulkanik masih dapat terjadi dan berdampak di Kabupaten Banyuwangi,” pungkasnya

Baca Juga :  Nomor Togel Ditulis Pada Sobekan-Sobekan Kertas

RadarBanyuwangi.id – Sudah tiga hari terakhir, kepulan asap Gunung Raung terpantau menurun. Asap pekat yang menyembur dari perut gunung itu, tidak tinggi dan hanya sesekali mengeluarkan semburan abu vulkanik.

Berdasarkan Pantauan Pos Pengamatan Gunung (PPGA) Raung, kepulan asap hanya setinggi 50 meter dari puncak kawah, dan sering tidak terlihat asap pekat yang menyembur dari puncak gunung berapi itu. “Gunung Raung diselimuti awan putih tebal, pantauan asap tidak maksimal,” terang Kepala PPPGA Raung, Mukijo.

Menurut Mukijo, dari pantauan yang dilakukan juga tidak terlihat adanya erupsi semburan dari puncak kawah gunung. “Tidak ada aktivitas erupsi semburan abu vulkanik,” ujarnya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Baca Juga :  Sebanyak 59 Santri Al Mubarok Jalani Isolasi Mandiri

Pantauan terahir asap abu vulkanik, jelas dia, mengarah ke barat dengan ketinggian 50 meter di atas puncak kawah. Itu menunjukan kondisi aktivitas Gunung Raung mengalami penurunan. “Asap juga tidak terlihat mengepul di puncak kawah,” terangnya.

Akitivitas kegempaan juga normal, tidak ada letusan erupsi yang terjadi di dalam perut Gunung Raung. Sedangkan suara gemuruh, tidak terpantau lagi. Meski demikian, status Gunung Raung masih tetap level II waspada. “Semburan abu vulkanik memang sudah menurun, tapi sewaktu-waktu masih bisa meningkat lagi,” cetusnya.

Kegitan masyarakat dan wisatawan masih dibatasi. Sebab, aktivitas Gunung Raung itu fluktuatif dan kemungkinan masih berdampak hujan abu vulkanik. “Mengingat statusnya yang masih level II waspada, hujan abu vulkanik masih dapat terjadi dan berdampak di Kabupaten Banyuwangi,” pungkasnya

Baca Juga :  Truk Terguling, 14 Kubik Kayu Sengon Tumpah Ruah

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/