alexametrics
24.2 C
Banyuwangi
Wednesday, July 6, 2022

Pelayanan Kantor Desa Wonosobo Tetap Jalan

SRONO – Kantor Desa Wonosobo, Kecamatan Srono, yang ditinggal kepala Desa (Kades) Agus Tarmidzi karena ditahan polisi terkait du­gaan penipuan dan pemerasan pada Minggu (25/2), ternyata tidak berpengaruh terhadap pelayanan masyarakat. Hingga kemarin (28/2), semua kebutuhan masya­rakat masih bisa terlayani dengan baik.

Selama ditinggal kades, semua pelayanan masyarakat ditangani oleh sekretaris Desa (sekdes) Wo­nosobo, Subroto. “Sampai saat ini masih belum ada hambatan, semua pelayanan masyarakat bisa kita atasi bersama,” terang Subroto.

Menurut Subroto, setelah Kades Agus Tarmidzi ditangkap saber pungli polres pada Minggu (25/2), pihaknya koordinasi dengan Camat Srono, Gatot Suyono terkait pe­layanan masyarakat. “Pak camat memberi arahan untuk sementara ditangani sekdes, dan itu kita laksanakan,” katanya.

Hanya saja, terang dia, ada be­berapa surat yang tidak bisa di­tangani dan harus diteken oleh kades, di antaranya pengurusan tenaga kerja Indonesia (TKI), sertifikat tanah, dan pengajuan cairan dana. “Untuk yang harus ditekan pak lurah, nanti akan kita mintakan, kami akan mendatangi pak lurah,” ujarnya.

Untuk pengurusan surat pindah penduduk, surat pengantar kartu tanda penduduk (KTP), surat pen­duduk masuk, dan surat kete­rangan lainnya, itu masih bisa dilakukan oleh sekdes dengan atas nama kades. “Tetap kita atas namakan kades, kita sudah ko­or­dinasi dengan pak camat langsung,” ungkapnya.

Selain itu, masih kata dia, surat penting lain seperti surat untuk nikah yang biasanya diteken langsung oleh kades, bisa dila­kukan sekdes dengan mengetahui camat. Dengan cara ini, masyarakat yang akan menikah bisa jalan terus. “Untuk pengurusan surat nikah, kita sudah koordinasi de­ngan KUA (kantor urusan agama) untuk dilakukan prosedur baru,” cetusnya.

Subroto menyampaikan akan menjalankan pelayanan di kantor desa, dengan tetap melakukan koordinasi dengan semua pihak, termasuk camat. “Tetap terus melayani masyarakat sesuai prosedur yang ada,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Wonosobo, Wahyudi mengaku jika pengurusan di kantor Desa Wonosobo masih berjalan dengan lancar. Walaupun ada be­berapa surat atau pelayanan yang tidak bisa ditanda tangani oleh sekdes, tapi pelayanan masih tetap jalan. “Masih tetap jalan kok, tidak ada masalah,” kata lelaki 45 tahun tersebut. (*)

SRONO – Kantor Desa Wonosobo, Kecamatan Srono, yang ditinggal kepala Desa (Kades) Agus Tarmidzi karena ditahan polisi terkait du­gaan penipuan dan pemerasan pada Minggu (25/2), ternyata tidak berpengaruh terhadap pelayanan masyarakat. Hingga kemarin (28/2), semua kebutuhan masya­rakat masih bisa terlayani dengan baik.

Selama ditinggal kades, semua pelayanan masyarakat ditangani oleh sekretaris Desa (sekdes) Wo­nosobo, Subroto. “Sampai saat ini masih belum ada hambatan, semua pelayanan masyarakat bisa kita atasi bersama,” terang Subroto.

Menurut Subroto, setelah Kades Agus Tarmidzi ditangkap saber pungli polres pada Minggu (25/2), pihaknya koordinasi dengan Camat Srono, Gatot Suyono terkait pe­layanan masyarakat. “Pak camat memberi arahan untuk sementara ditangani sekdes, dan itu kita laksanakan,” katanya.

Hanya saja, terang dia, ada be­berapa surat yang tidak bisa di­tangani dan harus diteken oleh kades, di antaranya pengurusan tenaga kerja Indonesia (TKI), sertifikat tanah, dan pengajuan cairan dana. “Untuk yang harus ditekan pak lurah, nanti akan kita mintakan, kami akan mendatangi pak lurah,” ujarnya.

Untuk pengurusan surat pindah penduduk, surat pengantar kartu tanda penduduk (KTP), surat pen­duduk masuk, dan surat kete­rangan lainnya, itu masih bisa dilakukan oleh sekdes dengan atas nama kades. “Tetap kita atas namakan kades, kita sudah ko­or­dinasi dengan pak camat langsung,” ungkapnya.

Selain itu, masih kata dia, surat penting lain seperti surat untuk nikah yang biasanya diteken langsung oleh kades, bisa dila­kukan sekdes dengan mengetahui camat. Dengan cara ini, masyarakat yang akan menikah bisa jalan terus. “Untuk pengurusan surat nikah, kita sudah koordinasi de­ngan KUA (kantor urusan agama) untuk dilakukan prosedur baru,” cetusnya.

Subroto menyampaikan akan menjalankan pelayanan di kantor desa, dengan tetap melakukan koordinasi dengan semua pihak, termasuk camat. “Tetap terus melayani masyarakat sesuai prosedur yang ada,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Wonosobo, Wahyudi mengaku jika pengurusan di kantor Desa Wonosobo masih berjalan dengan lancar. Walaupun ada be­berapa surat atau pelayanan yang tidak bisa ditanda tangani oleh sekdes, tapi pelayanan masih tetap jalan. “Masih tetap jalan kok, tidak ada masalah,” kata lelaki 45 tahun tersebut. (*)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/