alexametrics
23.8 C
Banyuwangi
Tuesday, July 5, 2022

Marak Parkir Liar Trotoar Jebol

MUNCAR – Maraknya parkir liar di sekitar Pelabuhan Brak Ka­limoro, Dusun Sampangan, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, membuat trotoar yang di bawahnya berupa saluran air jebol, kemarin (28/2).

Selama ini Pelabuhan Brak Ka­limoro memang cukup ramai.

Para pengunjung dan pembeli ikan, banyak yang berdatangan dengan parkir sembarangan, termasuk di trotoar. “Ini sering dibuat parkir, jadi saluran airnya jebol,” ujar Sri Wahyuni, salah satu pedagang ikan di Pelabuhan Brak Kalimoro.

Warga yang parkir sembarangan itu, terang dia, biasanya dari luar daerah yang tidak mengetahui tempat parkir. “Tidak ada papan larangan parkir, jadi semua ya seenaknya parkir atau lewat jalan,” terang perempuan 35 tahun tersebut.

Di dalam pelabuhan, terang dia, memang tidak ada tempat parkir. Para pengunjung atau warga yang akan membeli ikan, parkir di jalan sebelum masuk ke pelabuhan. “Tidak ada tempat parkir, tapi motor dan mobil yang masuk ke pelabuhan ditarik uang karcis,” ungkapnya.

Trotoar yang jebol itu, masih kata dia, karena sering dibuat parkir motor dan mobil. Penutup saluran yang jebol itu, sebenarnya juga sudah lama, tapi belum diperbaiki. “Bahaya tidak lekas diperbaiki,” sebutnya.

Seorang pedagang ikan, Rahmat, 50, mengaku sengaja memarkir kendaraan di trotoar karena lebih dekat dengan lokasi untuk mengambil ikan. (rio/abi)

MUNCAR – Maraknya parkir liar di sekitar Pelabuhan Brak Ka­limoro, Dusun Sampangan, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, membuat trotoar yang di bawahnya berupa saluran air jebol, kemarin (28/2).

Selama ini Pelabuhan Brak Ka­limoro memang cukup ramai.

Para pengunjung dan pembeli ikan, banyak yang berdatangan dengan parkir sembarangan, termasuk di trotoar. “Ini sering dibuat parkir, jadi saluran airnya jebol,” ujar Sri Wahyuni, salah satu pedagang ikan di Pelabuhan Brak Kalimoro.

Warga yang parkir sembarangan itu, terang dia, biasanya dari luar daerah yang tidak mengetahui tempat parkir. “Tidak ada papan larangan parkir, jadi semua ya seenaknya parkir atau lewat jalan,” terang perempuan 35 tahun tersebut.

Di dalam pelabuhan, terang dia, memang tidak ada tempat parkir. Para pengunjung atau warga yang akan membeli ikan, parkir di jalan sebelum masuk ke pelabuhan. “Tidak ada tempat parkir, tapi motor dan mobil yang masuk ke pelabuhan ditarik uang karcis,” ungkapnya.

Trotoar yang jebol itu, masih kata dia, karena sering dibuat parkir motor dan mobil. Penutup saluran yang jebol itu, sebenarnya juga sudah lama, tapi belum diperbaiki. “Bahaya tidak lekas diperbaiki,” sebutnya.

Seorang pedagang ikan, Rahmat, 50, mengaku sengaja memarkir kendaraan di trotoar karena lebih dekat dengan lokasi untuk mengambil ikan. (rio/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/