alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

PCNU Banyuwangi Sering Minta Pertimbangan

SEMENTARA itu, meninggalnya pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Sunan Kalijaga, Desa Parijatah Wetan, Kecamatan Srono, membuat PCNU Banyuwangi berduka. Kiai kharismatik ini, selama ini menjadi mustasyar PCNU Banyuwangi.

Ketua PCNU Banyuwangi, KH. Maskur Ali, mengatakan sebagai warga dan ketua PCNU Banyu­wangi, dirinya merasa kehilangan dengan meninggalnya KH Mahrus Aly ini. Selama ini, almarhum dikenal seorang kiai yang betul-betul alim alamah. Di samping itu, juga mempunyai kepribadian yang sangat luar biasa. “Almarhum menjadi panutan bagi generasi-generasi NU dan para kiai-kiai Muda di Banyuwangi,” katanya.

Selama ini, terang dia, banyak sumbangsih yang diberikan Kiai Mah­rus pada PCNU Banyuwangi.

Baca Juga :  Dusun Yudomulyo Lockdown, Sekolah Wajib Daring

Almarhum, secara nyata mem­bagikan ilmunya melalui pengajian rutin yang diadakan setiap Ahad dan banyak memberikan dokumen print tentang Ahlusunah Wal Jamaah. “Dalam pengajian Ahad jamaahnya selalu banyak, dan it uterus bertambah,” ungkapnya.

Kiai Masykur menyebut, selama ini setiap ada persoalan yang serius dalam perjalanan PCNU Banyuwangi, selalu minta arahan dan pertimbangan pada almarhum. “Kiai Mahrus selalu memberi solusi yang baik dan bijaksana,” cetusnya.

Sepeninggal almarhum Kiai Mahrus, lanjut dia, semoga program yang telah ditetetapkan bisa terus dilanjutkan oleh generasi penerusnya.

“Saya yakin putra beliau mampu untuk meneruskan program atau kegiatan di pondok pesantren yang sudah dirintis,” katanya. (*)

Baca Juga :  Marak Penggalangan Bantuan Banjir

SEMENTARA itu, meninggalnya pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Sunan Kalijaga, Desa Parijatah Wetan, Kecamatan Srono, membuat PCNU Banyuwangi berduka. Kiai kharismatik ini, selama ini menjadi mustasyar PCNU Banyuwangi.

Ketua PCNU Banyuwangi, KH. Maskur Ali, mengatakan sebagai warga dan ketua PCNU Banyu­wangi, dirinya merasa kehilangan dengan meninggalnya KH Mahrus Aly ini. Selama ini, almarhum dikenal seorang kiai yang betul-betul alim alamah. Di samping itu, juga mempunyai kepribadian yang sangat luar biasa. “Almarhum menjadi panutan bagi generasi-generasi NU dan para kiai-kiai Muda di Banyuwangi,” katanya.

Selama ini, terang dia, banyak sumbangsih yang diberikan Kiai Mah­rus pada PCNU Banyuwangi.

Baca Juga :  Polsek Cluring Bekuk Pencuri Mesin Pembuat Tepung

Almarhum, secara nyata mem­bagikan ilmunya melalui pengajian rutin yang diadakan setiap Ahad dan banyak memberikan dokumen print tentang Ahlusunah Wal Jamaah. “Dalam pengajian Ahad jamaahnya selalu banyak, dan it uterus bertambah,” ungkapnya.

Kiai Masykur menyebut, selama ini setiap ada persoalan yang serius dalam perjalanan PCNU Banyuwangi, selalu minta arahan dan pertimbangan pada almarhum. “Kiai Mahrus selalu memberi solusi yang baik dan bijaksana,” cetusnya.

Sepeninggal almarhum Kiai Mahrus, lanjut dia, semoga program yang telah ditetetapkan bisa terus dilanjutkan oleh generasi penerusnya.

“Saya yakin putra beliau mampu untuk meneruskan program atau kegiatan di pondok pesantren yang sudah dirintis,” katanya. (*)

Baca Juga :  Dusun Yudomulyo Lockdown, Sekolah Wajib Daring

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Tugu Macan Dicat Ulang

Harga Daging Ayam Terus Turun

Harga Cabai Rawit mulai Pedas

/