alexametrics
24.5 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Berburu Caramanding untuk Kebutuhan Keluarga

GAMBIRAN – Siapa sangka, laba-laba berukuran besar atau caramanding yang biasa membuat sarang di jaringan kabel Telkom atau PLN, ternyata bisa mendatangkan uang. Itu yang dilakukan Miswanto, 40,warga Desa Yosomulyo, kecamatan Gambiran.

Hampir setiap hari selama tiga tahun terakhir, Miswanto rutin berburu laba-laba unutk dijual kepada para pemancing. Lokasi berburunya di berbagai tempat. “Saya sering mencari di Muncar dan Sragi (Kecamatan Songgon),” katanya.

Menurut Miswanto, setiap hari bisa menangkap 30 hingga 200 ekor laba-laba. Laba-laba hasil tangkapannya itu, dijual dengan harga Rp. 5000 setiap ikat berisi delapan ekor. “Saya jual ke kolam-kolam pemancingan ikan,” terangnya.

Untuk menangkap laba-laba ini, tidak memerlukan alat khusus. Miswanto hanya menggunakan tongkat dengan panjang sekitar tiga meter untuk meraih laba-laba yang bersarang di pohon atau jaringan kabel. “Alatnya ya ini, dan kresek untuk bungkus,”  ujarnya sembari menunjukkan tongkat yang dibawa.

Baca Juga :  Bayi Baru Lahir Ditemukan di Teras Toko

Dibandingkan dengan jenis pakan yang lain, jelas dia, laba-laba ini menjadi santapan ikan besar. Jika ada lomba pancingan yang menyediakan hadiah khusus untuk tangkapan ikan terbesar, biasanya laba-laba laris. “Ikan kecil tidak mau, yang besar saja,”  jelasnya.(abi)

GAMBIRAN – Siapa sangka, laba-laba berukuran besar atau caramanding yang biasa membuat sarang di jaringan kabel Telkom atau PLN, ternyata bisa mendatangkan uang. Itu yang dilakukan Miswanto, 40,warga Desa Yosomulyo, kecamatan Gambiran.

Hampir setiap hari selama tiga tahun terakhir, Miswanto rutin berburu laba-laba unutk dijual kepada para pemancing. Lokasi berburunya di berbagai tempat. “Saya sering mencari di Muncar dan Sragi (Kecamatan Songgon),” katanya.

Menurut Miswanto, setiap hari bisa menangkap 30 hingga 200 ekor laba-laba. Laba-laba hasil tangkapannya itu, dijual dengan harga Rp. 5000 setiap ikat berisi delapan ekor. “Saya jual ke kolam-kolam pemancingan ikan,” terangnya.

Untuk menangkap laba-laba ini, tidak memerlukan alat khusus. Miswanto hanya menggunakan tongkat dengan panjang sekitar tiga meter untuk meraih laba-laba yang bersarang di pohon atau jaringan kabel. “Alatnya ya ini, dan kresek untuk bungkus,”  ujarnya sembari menunjukkan tongkat yang dibawa.

Baca Juga :  Bayi Baru Lahir Ditemukan di Teras Toko

Dibandingkan dengan jenis pakan yang lain, jelas dia, laba-laba ini menjadi santapan ikan besar. Jika ada lomba pancingan yang menyediakan hadiah khusus untuk tangkapan ikan terbesar, biasanya laba-laba laris. “Ikan kecil tidak mau, yang besar saja,”  jelasnya.(abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/