alexametrics
28.9 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Pasca Bom Ikan, Polairud Gencarkan Patroli Laut

JawaPos.com – Pasca aksi bom ikan yang dilakukan nelayan dengan menggunakan bom saat mencari ikan, anggota polisi air dan udara (Pol Airud) Unit Pancer, Kecamatan Pesanggaran, menggencarkan patroli di seluruh perairan, kemarin (31/12).

Polisi juga memantau para nelayan yang baru pulang melaut. Mereka memeriksa ikan hasil tangkapan nelayan bukan hasil dari bom. “Kami memantau seluruh penjuru, ikan hasil tangkapan juga kita periksa,” cetus Kanit Pol Airud Unit Pancer, Bripka I Wayan Wedhana.

Patroli dan pemeriksaan ikan hasil tangkapan nelayan ini, terang dia, sambil mencari informasi tiga pengebom ikan yang sempat ditangkap nelayan, tapi berhasil melarikan diri. “Kita merangkul nelayan untuk menjaga dan melaporkan jika ada aksi pengeboman ikan,” katanya.

Baca Juga :  Material Banjir Bandang Masih Menumpuk

Tidak menutup kemungkinan, jelas dia, aksi bom ikan kembali terjadi. Apalagi, ketiga pelaku yang berhasil melarikan diri itu belum tertangkap. “Sampai saat ini belum ada yang mengetahui identitas ketiga pelaku itu,” cetusnya.

Seperti yang diberitakan harian ini sebelumnya, aksi bom ikan kembali marak. Sejumlah nelayan asal Rajegwesi, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, berhasil mengamankan tiga orang yang diduga pelaku pengeboman di daerah perairan Poncomoyo, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, Senin (28/12).

Tapi ketiga pelaku itu akhirnya berhasil kabur, setelah mengancam akan meledakkan bom bila tetap ditangkap dan diserahkan pada petugas kepolisian. Mereka itu lari ke arah barat jurusan Sukamade, Desa Sarongan.  

Baca Juga :  Bahan Baku Murah, Daya Beli Menurun

Dalam aksi pengeboman itu, sejumlah BB berhasil diamankan, yaitu satu unit perahu speed yang bertuliskan Rejeki Manunggal di lambung perahu, mesin Yamaha 15 PK yang menempel pada perahu, dan ikan tiga kuintal hasil jarahan para pelaku. “BB sudah kami amankan,” cetusnya. (abi)

JawaPos.com – Pasca aksi bom ikan yang dilakukan nelayan dengan menggunakan bom saat mencari ikan, anggota polisi air dan udara (Pol Airud) Unit Pancer, Kecamatan Pesanggaran, menggencarkan patroli di seluruh perairan, kemarin (31/12).

Polisi juga memantau para nelayan yang baru pulang melaut. Mereka memeriksa ikan hasil tangkapan nelayan bukan hasil dari bom. “Kami memantau seluruh penjuru, ikan hasil tangkapan juga kita periksa,” cetus Kanit Pol Airud Unit Pancer, Bripka I Wayan Wedhana.

Patroli dan pemeriksaan ikan hasil tangkapan nelayan ini, terang dia, sambil mencari informasi tiga pengebom ikan yang sempat ditangkap nelayan, tapi berhasil melarikan diri. “Kita merangkul nelayan untuk menjaga dan melaporkan jika ada aksi pengeboman ikan,” katanya.

Baca Juga :  Temukan Lima Bom Rakitan di Pinggir Sungai

Tidak menutup kemungkinan, jelas dia, aksi bom ikan kembali terjadi. Apalagi, ketiga pelaku yang berhasil melarikan diri itu belum tertangkap. “Sampai saat ini belum ada yang mengetahui identitas ketiga pelaku itu,” cetusnya.

Seperti yang diberitakan harian ini sebelumnya, aksi bom ikan kembali marak. Sejumlah nelayan asal Rajegwesi, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, berhasil mengamankan tiga orang yang diduga pelaku pengeboman di daerah perairan Poncomoyo, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, Senin (28/12).

Tapi ketiga pelaku itu akhirnya berhasil kabur, setelah mengancam akan meledakkan bom bila tetap ditangkap dan diserahkan pada petugas kepolisian. Mereka itu lari ke arah barat jurusan Sukamade, Desa Sarongan.  

Baca Juga :  Pelaku Bom Ikan Mulai Jalani Sidang

Dalam aksi pengeboman itu, sejumlah BB berhasil diamankan, yaitu satu unit perahu speed yang bertuliskan Rejeki Manunggal di lambung perahu, mesin Yamaha 15 PK yang menempel pada perahu, dan ikan tiga kuintal hasil jarahan para pelaku. “BB sudah kami amankan,” cetusnya. (abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/