Empat Pengawal Pengiriman Sapi dan Babi Diamankan Polisi KP3

Hendak Dikirim ke Solo dan Jakarta

DIMINTAI KETERANGAN: Salah seorang pengawal pengiriman babi asal Bali menjalani pemeriksaan di Polsek KP3 Tanjung Wangi kemarin (30/5). (Bagus Rio/RadarBanyuwangi.id)

KALIPURO, Jawa Pos Radar Banyuwangi –Penyidik Polsek Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Tanjung Wangi masih terus mengusut kasus pengiriman sapi dan babi dari Bali. Setelah memaksa balik lima kendaraan pengangkut hewan ternak tersebut ke Bali, penyidik memintai keterangan empat penanggung jawab pengiriman 35 sapi dan 316 babi ke Jawa.

AB, 34, asal Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, berperan sebagai pengawal pengiriman 80 ekor babi yang dinaikkan truk dengan nopol AD 9151 BB. Selanjutnya, TG, 40, asal Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, berperan sebagai pengawas pengiriman babi dengan truk bernopol AD 8931 A.

Sedangkan dua orang lainnya, yaitu GW, 25, asal Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Bali bertugas mengawal pengiriman 20 ekor sapi yang diangkut truk Fuso bernopol D 9747 QI. Yang terakhir NW, 51, asal Kecamatan Kubu Tabanan, Kabupaten Buleleng, Bali. Dia memiliki peran mengawal pengiriman 15 ekor sapi yang diangkut menggunakan truk Fuso bernopol B 8927 GD.

Keempatnya diduga melanggar pasal 35 ayat 1 huruf a Undang-undang RI Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. ”Ada empat orang sebagai penanggung jawab atau pun pengawal pengiriman sapi dan babi asal Bali,” ujar Kapolresta Banyuwangi AKBP Deddy Foury Millewa melalui Kapolsek KP3 Tanjung Wangi AKP Ali Masduki.

Dari keterangan empat pengawal tersebut, babi hendak dikirim ke pasar Solo. Sedangkan sapi akan dikirim ke Jakarta. ”Mereka bertugas mengawal pengiriman dari awal hingga sampai ke lokasi tujuan,” kata Ali Masduki.

Ali menambahkan, keempat orang tersebut langsung diserahkan ke Kantor Karantina Pertanian Cabang Banyuwangi. Mereka diduga melanggar pasal 35 ayat 1 huruf a Undang-undang RI Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. ”Penanganannya kita serahkan ke  Karantina Hewan Banyuwangi,” tegasnya.

Petugas Karantina Hewan Banyuwangi, Putu Swesti mengaku tidak memiliki wewenang menjelaskan kasus tersebut. Sebab, kasus tersebut ditangani oleh Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya. ”Kita tidak ada kewenangan dalam memberikan komentar,” ujar Putu singkat.

Lima truk dipaksa putar balik setelah diamankan aparat Polsek Kesatuan Pelaksanaan, Pengamanan Pelabuhan (KP3) Tanjung Wangi, Minggu (29/5). Sopir bersama kendaraan dipaksa balik kanan karena mengangkut sapi dan babi yang dikhawatirkan bisa menularkan penyakit mulut dan kaki (PMK). Kendaraan tersebut akhirnya kembali naik kapal menuju Pelabuhan Gilimanuk. (rio/aif/c1)