27.5 C
Banyuwangi
Tuesday, November 29, 2022

Damkar Bentuk Belasan Relawan

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Belasan relawan, Rabu (28/9) mendapat pelatihan mitigasi dan penanganan kebakaran di Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Banyuwangi. Para relawan tersebut nantinya akan menjadi support tambahan yang bertugas membantu pemadam kebakaran di lapangan.

Sekretaris Dinas Damkar Banyuwangi Gatot Suyono mengatakan, ada 12 relawan yang mendapat pelatihan pertama untuk menjadi relawan pemadam kebakaran. Mereka diberi materi tentang tata cara pencegahan dan penanganan musibah kebakaran. ”Banyuwangi wilayahnya sangat luas, tapi SDM kita terbatas. Jadi, kita bentuk relawan untuk membantu petugas,” kata Gatot.

Selain membekali para relawan dengan keahlian mitigasi, Gatot berharap nantinya para relawan juga bisa memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Hal itu untuk meningkatkan kesadaran warga akan bahaya kebakaran sehingga peristiwa tersebut bisa dicegah. ”Ke depannya, kita targetkan minimal satu kecamatan ada dua relawan. Jadi, nanti 24 kecamatan semua memiliki relawan,” terangnya.

Baca Juga :  Keluarga Kades Kaotan Bagi 1000 Paket Daging Kurban

Para relawan yang direkrut di hari pertama kemarin, sebagian besar ialah para mitra yang selama ini selalu membantu kegiatan pemadam kebakaran. Nantinya, rekrutmen akan dilakukan lebih luas terutama untuk menjaring relawan di tiap kecamatan se-Bumi Blambangan. ”Yang pertama tadi 12 relawan dari lima kecamatan,” imbuhnya

Rencananya, tahun depan Damkar akan merekrut sekitar 50 orang relawan lagi. Tujuanya agar target setiap kecamatan memiliki dua relawan bisa terpenuhi. Gatot menambahkan, keberadaan relawan di setiap kecamatan diharapkan dapat membantu tim Damkar bergerak dengan lebih efektif. ”Kita juga mengajukan ke Kemendagri untuk bantuan kepada para relawan karena tidak ada insentif untuk mereka. Tapi kita carikan anggaran di kegiatan,” jelasnya.

Baca Juga :  Petugas Damkar Selamatkan Kucing Terjebak

Yang terpenting, imbuh Gatot, para relawan memiliki panggilan hati untuk menjadi penyelamat dalam bencana kebakaran. Sehingga, mereka benar-benar bisa bekerja secara maksimal saat bertugas nanti. ”Untuk sementara mereka masih belum kita bekali peralatan, tapi mereka kita bekali skill dan praktik penanganan di lapangan,” tandas mantan Camat Srono itu. (fre/afi/c1)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Belasan relawan, Rabu (28/9) mendapat pelatihan mitigasi dan penanganan kebakaran di Kantor Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Banyuwangi. Para relawan tersebut nantinya akan menjadi support tambahan yang bertugas membantu pemadam kebakaran di lapangan.

Sekretaris Dinas Damkar Banyuwangi Gatot Suyono mengatakan, ada 12 relawan yang mendapat pelatihan pertama untuk menjadi relawan pemadam kebakaran. Mereka diberi materi tentang tata cara pencegahan dan penanganan musibah kebakaran. ”Banyuwangi wilayahnya sangat luas, tapi SDM kita terbatas. Jadi, kita bentuk relawan untuk membantu petugas,” kata Gatot.

Selain membekali para relawan dengan keahlian mitigasi, Gatot berharap nantinya para relawan juga bisa memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Hal itu untuk meningkatkan kesadaran warga akan bahaya kebakaran sehingga peristiwa tersebut bisa dicegah. ”Ke depannya, kita targetkan minimal satu kecamatan ada dua relawan. Jadi, nanti 24 kecamatan semua memiliki relawan,” terangnya.

Baca Juga :  Keluarga Kades Kaotan Bagi 1000 Paket Daging Kurban

Para relawan yang direkrut di hari pertama kemarin, sebagian besar ialah para mitra yang selama ini selalu membantu kegiatan pemadam kebakaran. Nantinya, rekrutmen akan dilakukan lebih luas terutama untuk menjaring relawan di tiap kecamatan se-Bumi Blambangan. ”Yang pertama tadi 12 relawan dari lima kecamatan,” imbuhnya

Rencananya, tahun depan Damkar akan merekrut sekitar 50 orang relawan lagi. Tujuanya agar target setiap kecamatan memiliki dua relawan bisa terpenuhi. Gatot menambahkan, keberadaan relawan di setiap kecamatan diharapkan dapat membantu tim Damkar bergerak dengan lebih efektif. ”Kita juga mengajukan ke Kemendagri untuk bantuan kepada para relawan karena tidak ada insentif untuk mereka. Tapi kita carikan anggaran di kegiatan,” jelasnya.

Baca Juga :  Petugas Damkar Selamatkan Kucing Terjebak

Yang terpenting, imbuh Gatot, para relawan memiliki panggilan hati untuk menjadi penyelamat dalam bencana kebakaran. Sehingga, mereka benar-benar bisa bekerja secara maksimal saat bertugas nanti. ”Untuk sementara mereka masih belum kita bekali peralatan, tapi mereka kita bekali skill dan praktik penanganan di lapangan,” tandas mantan Camat Srono itu. (fre/afi/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/