alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Kapal Dihantam Ombak, Truk Terguling Timpa Pikap

KALIPURO, Radar Banyuwangi – Gelombang tinggi di perairan Selat Bali menghantam Kapal Muatan Penumpang (KMP) Dharma Rucita, Senin malam (27/6). Akibatnya, satu unit mobil pikap bernopol P 9016 VC ringsek setelah tertimpa truk yang terguling.

Truk bernopol P 9476 VN itu terguling sekitar pukul 19.20 akibat guncangan keras pada KMP Dharma Rucita. Kapal yang hendak berlayar dari Pelabuhan Ketapang ke Pelabuhan Gilimanuk itu dihantam ombak setinggi empat meter.

Pemilik pikap tidak menyangka jika truk yang berada di dalam KMP Dharma Rucita tersebut tidak diberi lashing. ”Mobil saya muat sayuran mau dibawa ke Bali. Mobil dan dagangan saya tidak selamat, sebagian sayuran hancur,” ujar D, sang pemilik pikap saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (28/6).

Baca Juga :  13 Klinik Tes Antigen Beroperasi Lagi, Satgas Tetap Lakukan Pengawasan

D mengaku kecewa dengan pelayanan pihak penyeberangan. Dia menyebut, pihak penyebrangan justru tidak melakukan persiapan apa pun di tengah kondisi cuaca buruk. ”Padahal sudah tahu angin kencang, tapi tetap tidak dilakukan safety sama sekali. Kendaraan banyak yang tidak diberi tali lashing,” katanya.

D menambahkan, pihaknya meminta pertanggungjawaban dari pihak kapal. Meski tidak ada korban jiwa, tetapi kendaraan miliknya ringsek dan muatannya rusak. ”Kita harap ada pertanggungjawaban sehingga tidak merugikan para penumpang kapal,” tegasnya.

Sementara itu, Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi Anjar Triono mengatakan, angin kencang diprediksi masih akan melanda Banyuwangi hingga dua hari ke depan. Bahkan, ketinggian gelombang diprediksi mencapai empat meter. ”Diperkirakan gelombang tinggi di perairan Selat Bali masih akan berlangsung hingga dua hari ke depan,” ujarnya.

Baca Juga :  Naik Pesawat Wajib Sudah Vaksin Booster

Tingginya gelombang ini, jelas Anjar, disebabkan pola angin dominan bergerak dari tenggara ke selatan dengan kecepatan angin maksimum 15 knot. Selain itu, gelombang tinggi merupakan peristiwa yang umum ketika peralihan musim kemarau. ”Hal lain yang memicu gelombang tinggi, juga berasal dari masih terjadinya fenomena La Nina,” jelasnya.

Anjar mengimbau masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di pesisir sekitar untuk mewaspadai terjadinya gelombang tinggi dan banjir rob. ”Kami imbau masyarakat lebih waspada dan hati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem yang mungkin datang tiba-tiba, terutama di perairan yang berada di Selat Bali maupun perairan sekitarnya,” pungkasnya. (rio/afi/c1)

KALIPURO, Radar Banyuwangi – Gelombang tinggi di perairan Selat Bali menghantam Kapal Muatan Penumpang (KMP) Dharma Rucita, Senin malam (27/6). Akibatnya, satu unit mobil pikap bernopol P 9016 VC ringsek setelah tertimpa truk yang terguling.

Truk bernopol P 9476 VN itu terguling sekitar pukul 19.20 akibat guncangan keras pada KMP Dharma Rucita. Kapal yang hendak berlayar dari Pelabuhan Ketapang ke Pelabuhan Gilimanuk itu dihantam ombak setinggi empat meter.

Pemilik pikap tidak menyangka jika truk yang berada di dalam KMP Dharma Rucita tersebut tidak diberi lashing. ”Mobil saya muat sayuran mau dibawa ke Bali. Mobil dan dagangan saya tidak selamat, sebagian sayuran hancur,” ujar D, sang pemilik pikap saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Banyuwangi kemarin (28/6).

Baca Juga :  Santri Gontor Diajak Perangi Berita Hoax

D mengaku kecewa dengan pelayanan pihak penyeberangan. Dia menyebut, pihak penyebrangan justru tidak melakukan persiapan apa pun di tengah kondisi cuaca buruk. ”Padahal sudah tahu angin kencang, tapi tetap tidak dilakukan safety sama sekali. Kendaraan banyak yang tidak diberi tali lashing,” katanya.

D menambahkan, pihaknya meminta pertanggungjawaban dari pihak kapal. Meski tidak ada korban jiwa, tetapi kendaraan miliknya ringsek dan muatannya rusak. ”Kita harap ada pertanggungjawaban sehingga tidak merugikan para penumpang kapal,” tegasnya.

Sementara itu, Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi Anjar Triono mengatakan, angin kencang diprediksi masih akan melanda Banyuwangi hingga dua hari ke depan. Bahkan, ketinggian gelombang diprediksi mencapai empat meter. ”Diperkirakan gelombang tinggi di perairan Selat Bali masih akan berlangsung hingga dua hari ke depan,” ujarnya.

Baca Juga :  Layanan Rapid Test Gratis ”Diserbu” Sopir

Tingginya gelombang ini, jelas Anjar, disebabkan pola angin dominan bergerak dari tenggara ke selatan dengan kecepatan angin maksimum 15 knot. Selain itu, gelombang tinggi merupakan peristiwa yang umum ketika peralihan musim kemarau. ”Hal lain yang memicu gelombang tinggi, juga berasal dari masih terjadinya fenomena La Nina,” jelasnya.

Anjar mengimbau masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di pesisir sekitar untuk mewaspadai terjadinya gelombang tinggi dan banjir rob. ”Kami imbau masyarakat lebih waspada dan hati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem yang mungkin datang tiba-tiba, terutama di perairan yang berada di Selat Bali maupun perairan sekitarnya,” pungkasnya. (rio/afi/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/