alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

BPBD Waspadai Potensi Longsor Susulan di Kawasan Erek-Erek

LICIN, Radar Banyuwangi – Jalan menuju Ijen yang tertimbun material longsor sepanjang 30 meter belum bisa dilewati. Akses jalan menuju Bondowoso atau sebaliknya yang melewati Erek-Erek terpaksa dialihkan. Saat ini proses evakuasi material longsor masih berlangsung.

Proses evakuasi melibatkan 100 personel dan sejumlah alat berat. Ratusan personel tersebut merupakan gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, TNI-Polri, relawan, dan masyarakat sekitar. Sedangkan tiga alat berat dari Dinas PU-CKPP berupa telehandler, ekskavator, dan buldoser.

Dari BPBD menerjunkan peralatan mobil tanki, alat semprot, dan sejumlah chainsaw untuk memotong pohon.  ”Semua peralatan bencana kita kerahkan karena proses evakuasi banyak rintangannya,” ujar Plt Kalaksa BPBD Banyuwangi Ilzam Nuzuli.

Kendala dalam proses evakuasi adalah banyaknya material pohon berdiameter cukup besar yang ikut tertimbun tanah. Pohon besar tersebut harus dipotong lebih dahulu. ”Banyak ranting dan pohon produktif ikut longsor. Untuk proses evakuasi harus menggunakan alat berat,” katanya.

Baca Juga :  KASAL Yudo Margono Didoakan Jadi Panglima TNI

Selain banyaknya pohon yang ikut terbawa longsor, masih kata Ilzam, juga ada beberapa kendala para petugas di lapangan. Salah satunya cuaca di kawasan Erek-Erek. Hampir tiap hari kawasan tersebut diguyur hujan. ”Kita juga mengutamakan keselamatan para petugas di lapangan. Tebing Erek-Erek masih berpotensi terjadi longsor susulan. Petugas lapangan kita imbau tetap waspada bencana susulan,” kata Ilzam.

Dia menambahkan, proses evakuasi terus dimaksimalkan dengan peralatan yang sudah dibawa. Ditargetkan, proses evakuasi material longsor bisa selesai dalam dua hingga tiga hari ke depan. ”Proses evakuasi terus dipercepat dengan harapan akses menuju Ijen bisa dilewati lagi,” kata dia.

Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi Anjar Triono memprediksi masih adanya potensi curah hujan, mulai sedang hingga lebat yang terjadi beberapa hari ke depan. ”Sebenarnya sudah memasuki musim kemarau karena adanya fenomena indeks viso atau La Nina yang mengakibatkan terjadinya hujan yang cukup intens di Banyuwangi,” jelasnya.

Baca Juga :  Cuaca Sering Mendung, Warga Bersih-Bersih

Masyarakat harus mewaspadai cuaca buruk, terutama di area pegunungan. Dampak hujan yang cukup lebat bisa mengakibatkan bencana meteorologi, baik banjir maupun longsor. ”Kita selalu imbau masyarakat selalu berhati-hati karena intensitas hujan bisa terjadi hingga akhir bulan Juni,” tandas Anjar. (rio/aif/c1)

LICIN, Radar Banyuwangi – Jalan menuju Ijen yang tertimbun material longsor sepanjang 30 meter belum bisa dilewati. Akses jalan menuju Bondowoso atau sebaliknya yang melewati Erek-Erek terpaksa dialihkan. Saat ini proses evakuasi material longsor masih berlangsung.

Proses evakuasi melibatkan 100 personel dan sejumlah alat berat. Ratusan personel tersebut merupakan gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, TNI-Polri, relawan, dan masyarakat sekitar. Sedangkan tiga alat berat dari Dinas PU-CKPP berupa telehandler, ekskavator, dan buldoser.

Dari BPBD menerjunkan peralatan mobil tanki, alat semprot, dan sejumlah chainsaw untuk memotong pohon.  ”Semua peralatan bencana kita kerahkan karena proses evakuasi banyak rintangannya,” ujar Plt Kalaksa BPBD Banyuwangi Ilzam Nuzuli.

Kendala dalam proses evakuasi adalah banyaknya material pohon berdiameter cukup besar yang ikut tertimbun tanah. Pohon besar tersebut harus dipotong lebih dahulu. ”Banyak ranting dan pohon produktif ikut longsor. Untuk proses evakuasi harus menggunakan alat berat,” katanya.

Baca Juga :  Ranting Pohon Akasia untuk Kayu Bakar, Daunnya untuk Pakan Ternak

Selain banyaknya pohon yang ikut terbawa longsor, masih kata Ilzam, juga ada beberapa kendala para petugas di lapangan. Salah satunya cuaca di kawasan Erek-Erek. Hampir tiap hari kawasan tersebut diguyur hujan. ”Kita juga mengutamakan keselamatan para petugas di lapangan. Tebing Erek-Erek masih berpotensi terjadi longsor susulan. Petugas lapangan kita imbau tetap waspada bencana susulan,” kata Ilzam.

Dia menambahkan, proses evakuasi terus dimaksimalkan dengan peralatan yang sudah dibawa. Ditargetkan, proses evakuasi material longsor bisa selesai dalam dua hingga tiga hari ke depan. ”Proses evakuasi terus dipercepat dengan harapan akses menuju Ijen bisa dilewati lagi,” kata dia.

Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi Anjar Triono memprediksi masih adanya potensi curah hujan, mulai sedang hingga lebat yang terjadi beberapa hari ke depan. ”Sebenarnya sudah memasuki musim kemarau karena adanya fenomena indeks viso atau La Nina yang mengakibatkan terjadinya hujan yang cukup intens di Banyuwangi,” jelasnya.

Baca Juga :  Mayoritas Desa di Wongsorejo Rawan Banjir

Masyarakat harus mewaspadai cuaca buruk, terutama di area pegunungan. Dampak hujan yang cukup lebat bisa mengakibatkan bencana meteorologi, baik banjir maupun longsor. ”Kita selalu imbau masyarakat selalu berhati-hati karena intensitas hujan bisa terjadi hingga akhir bulan Juni,” tandas Anjar. (rio/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/