alexametrics
26.3 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Simulasi Penanganan Kecelakaan Beruntun, Polresta Gelar Pelatihan PPGD

BANYUWANGI – Sebuah mobil yang mengalami rem blong menghantam sejumlah pengendara motor, Kamis (26/1). Akibat kecelakaan beruntun tersebut, belasan korban tergeletak di jalan.

Beruntung, Satlantas Polresta Banyuwangi yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Jasa Raharja, rumah sakit, dan relawan kesehatan bergerak cepat melakukan upaya penyelamatan. Petugas dengan sigap melakukan pertolongan kepada para korban.

Begitulah suasana simulasi yang digelar Satlantas Polresta Banyuwangi bersama instansi terkait di halaman Mapolresta kemarin. Simulasi dilakukan untuk mengasah kemampuan para anggota dalam melakukan pertolongan pertama gawat darurat (PPGD) kecelakaan lalu lintas (laka lantas). Dinas Kesehatan, Jasa Raharja, rumah sakit, dan relawan kesehatan juga dilibatkan dalam simulasi tersebut.

Sebelum simulasi dilaksanakan, para peserta mendapatkan pengarahan dalam melakukan PPGD kepada korban kecelakaan. Baik untuk korban yang mengalami luka ringan maupun luka berat. Peserta juga diajarkan cara mengangkat korban kecelakaan yang benar sehingga tidak terjadi patah tulang.

Baca Juga :  Truk Terguling, 14 Kubik Kayu Sengon Tumpah Ruah

Kasatlantas Polresta Banyuwangi Kompol Akhmad Fani Rakhim mengatakan, simulasi digelar untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dan relawan dalam penanganan kecelakaan. Sehingga, dapat mengurangi fatalitas korban yang diakibatkan kesalahan dalam penanganan awal di tempat kejadian perkara (TKP). ”Hal ini juga memberikan wawasan dan pemahaman kepada para anggota, relawan, dan masyarakat,” katanya.

Fani mengaku, pelatihan tersebut dilakukan untuk meminimalisasi dampak kecelakaan yang sering terjadi di Kabupaten Banyuwangi. Banyak korban kecelakaan yang mengalami patah tulang, mayoritas terjadi karena kesalahan saat awal penanganan. ”Jadi, korban biasanya mengalami patah tulang yang juga akibat kesalahan masyarakat yang melakukan pertolongan, makanya kita berikan pelatihan ini demi memahami penanganan,” terangnya.

Baca Juga :  Pelaku Kekerasan Seksual Terancam Penjara 20 Tahun

Fani berharap masyarakat juga ikut berperan dalam upaya menekan angka kecelakaan. Masyarakat diminta untuk selalu tertib berlalu lintas. ”Tentunya masyarakat harus ikut dalam tertib lalin, demi keselamatan saat berkendara,” ungkapnya.

Fani menambahkan, seluruh anggota tentunya diharapkan bisa cekatan dalam menangani kasus kecelakaan. Sehingga, saat terjadi laka di jalan bisa langsung tertangani dengan baik dan cepat. ”Tentunya untuk anggota kita harap bisa meningkat kemampuan penanganannya,” tegasnya. 

BANYUWANGI – Sebuah mobil yang mengalami rem blong menghantam sejumlah pengendara motor, Kamis (26/1). Akibat kecelakaan beruntun tersebut, belasan korban tergeletak di jalan.

Beruntung, Satlantas Polresta Banyuwangi yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Jasa Raharja, rumah sakit, dan relawan kesehatan bergerak cepat melakukan upaya penyelamatan. Petugas dengan sigap melakukan pertolongan kepada para korban.

Begitulah suasana simulasi yang digelar Satlantas Polresta Banyuwangi bersama instansi terkait di halaman Mapolresta kemarin. Simulasi dilakukan untuk mengasah kemampuan para anggota dalam melakukan pertolongan pertama gawat darurat (PPGD) kecelakaan lalu lintas (laka lantas). Dinas Kesehatan, Jasa Raharja, rumah sakit, dan relawan kesehatan juga dilibatkan dalam simulasi tersebut.

Sebelum simulasi dilaksanakan, para peserta mendapatkan pengarahan dalam melakukan PPGD kepada korban kecelakaan. Baik untuk korban yang mengalami luka ringan maupun luka berat. Peserta juga diajarkan cara mengangkat korban kecelakaan yang benar sehingga tidak terjadi patah tulang.

Baca Juga :  Empat Mobil dan Dua Motor Terlibat Tabrakan

Kasatlantas Polresta Banyuwangi Kompol Akhmad Fani Rakhim mengatakan, simulasi digelar untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dan relawan dalam penanganan kecelakaan. Sehingga, dapat mengurangi fatalitas korban yang diakibatkan kesalahan dalam penanganan awal di tempat kejadian perkara (TKP). ”Hal ini juga memberikan wawasan dan pemahaman kepada para anggota, relawan, dan masyarakat,” katanya.

Fani mengaku, pelatihan tersebut dilakukan untuk meminimalisasi dampak kecelakaan yang sering terjadi di Kabupaten Banyuwangi. Banyak korban kecelakaan yang mengalami patah tulang, mayoritas terjadi karena kesalahan saat awal penanganan. ”Jadi, korban biasanya mengalami patah tulang yang juga akibat kesalahan masyarakat yang melakukan pertolongan, makanya kita berikan pelatihan ini demi memahami penanganan,” terangnya.

Baca Juga :  Mobil Rush Tabrak Pemotor dan Rumah

Fani berharap masyarakat juga ikut berperan dalam upaya menekan angka kecelakaan. Masyarakat diminta untuk selalu tertib berlalu lintas. ”Tentunya masyarakat harus ikut dalam tertib lalin, demi keselamatan saat berkendara,” ungkapnya.

Fani menambahkan, seluruh anggota tentunya diharapkan bisa cekatan dalam menangani kasus kecelakaan. Sehingga, saat terjadi laka di jalan bisa langsung tertangani dengan baik dan cepat. ”Tentunya untuk anggota kita harap bisa meningkat kemampuan penanganannya,” tegasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/