alexametrics
24.7 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Pegawai Lapas Diminta Tingkatkan Keamanan

BANYUWANGI – Seluruh staf dan pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi dikumpulkan di Aula Sahardjo Lapas Banyuwangi, Selasa (25/1). Mereka diberi brifing dan penguatan tugas pokok serta fungsi jajaran satuan keamanan menyusul maraknya kasus percobaan penyelundupan barang terlarang ke dalam lapas.

Lapas Banyuwangi mencatat, di tahun 2021 lalu ada empat kasus percobaan penyelundupan barang terlarang yang berhasil digagalkan. Di antaranya penyelundupan sabu menggunakan bola tenis yang dilemparkan dari luar area lapas.

Selain itu, penyelundupan pil trex yang dilemparkan dari luar dan obat alprazolam yang diselundupkan di dalam bungkus makanan. ”Di awal tahun 2022 ini, kita harapkan ada semangat dan motivasi baru untuk membangun Lapas Banyuwangi,” ujar Kalapas Banyuwangi Wahyu Indarto.

Baca Juga :  Empat Hari, Sukses Vaksinasi 1.562 Warga Lansia

Wahyu mengatakan, sebagai pegawai pemasyarakatan tentunya memiliki kewajiban yang harus diselesaikan dan larangan yang harus dijauhi dan ditinggalkan. Serta tidak luput juga agar tetap menjaga dan meningkatkan nilai PASTI, yaitu Profesional, Akuntabel, Sinergitas, Transparan, dan Inovatif. ”Saya tidak ingin ada pegawai yang terlibat dalam penyelundupan barang terlarang,” katanya.

Wahyu mengatakan, brifing digelar sesuai arahan dan motivasi dari Inspektur Jenderal Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) terkait banyaknya masalah dan kasus adanya penyelundupan barang terlarang. Jika ditemukan adanya keterlibatan pegawai lapas, yang bersangkutan bakal mendapat hukuman disiplin. ”Tentunya kita semua sebagai pegawai tidak ingin ada masalah dalam menjalankan tugas,” jelasnya.

Di tahun 2021, jelas Wahyu, Kemenkumham mencatat ada 47 kasus yang melibatkan pegawai lapas dan rutan. Mereka tentunya mendapatkan sanksi hukuman disiplin mulai ringan, sedang, hingga berat. ”Oleh karena itu, harus kita bangun dari awal yaitu membangun komitmen mindset budaya integritas dan budaya antikorupsi. Serta sebagai pegawai harus memiliki sifat berakhlak, berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, kolaboratif, adaptif, dan loyal,” terangnya.

Baca Juga :  Seminggu Lebaran, Warga Desa Boyolangu Gelar Kupat Sewu

Wahyu menambahkan, seluruh pegawai Lapas Banyuwangi diharapkan bisa menjadi insan pengayoman sejati, yaitu mereka yang senantiasa berkinerja tinggi, menjaga integritas dan budaya antikorupsi. Serta menyumbang berbagai prestasi seraya menghindarkan diri agar tidak menjadi benalu, parasit, dan virus organisasi. ”Tentunya kita harapkan semuanya bisa meningkatkan keamanan dan kedisiplinan dalam menjalankan tugasnya,” pungkasnya. 

BANYUWANGI – Seluruh staf dan pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi dikumpulkan di Aula Sahardjo Lapas Banyuwangi, Selasa (25/1). Mereka diberi brifing dan penguatan tugas pokok serta fungsi jajaran satuan keamanan menyusul maraknya kasus percobaan penyelundupan barang terlarang ke dalam lapas.

Lapas Banyuwangi mencatat, di tahun 2021 lalu ada empat kasus percobaan penyelundupan barang terlarang yang berhasil digagalkan. Di antaranya penyelundupan sabu menggunakan bola tenis yang dilemparkan dari luar area lapas.

Selain itu, penyelundupan pil trex yang dilemparkan dari luar dan obat alprazolam yang diselundupkan di dalam bungkus makanan. ”Di awal tahun 2022 ini, kita harapkan ada semangat dan motivasi baru untuk membangun Lapas Banyuwangi,” ujar Kalapas Banyuwangi Wahyu Indarto.

Baca Juga :  Peringati Hari Pahlawan di Lapas, Wakil Ketua MPR Ini Bernostalgia

Wahyu mengatakan, sebagai pegawai pemasyarakatan tentunya memiliki kewajiban yang harus diselesaikan dan larangan yang harus dijauhi dan ditinggalkan. Serta tidak luput juga agar tetap menjaga dan meningkatkan nilai PASTI, yaitu Profesional, Akuntabel, Sinergitas, Transparan, dan Inovatif. ”Saya tidak ingin ada pegawai yang terlibat dalam penyelundupan barang terlarang,” katanya.

Wahyu mengatakan, brifing digelar sesuai arahan dan motivasi dari Inspektur Jenderal Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) terkait banyaknya masalah dan kasus adanya penyelundupan barang terlarang. Jika ditemukan adanya keterlibatan pegawai lapas, yang bersangkutan bakal mendapat hukuman disiplin. ”Tentunya kita semua sebagai pegawai tidak ingin ada masalah dalam menjalankan tugas,” jelasnya.

Di tahun 2021, jelas Wahyu, Kemenkumham mencatat ada 47 kasus yang melibatkan pegawai lapas dan rutan. Mereka tentunya mendapatkan sanksi hukuman disiplin mulai ringan, sedang, hingga berat. ”Oleh karena itu, harus kita bangun dari awal yaitu membangun komitmen mindset budaya integritas dan budaya antikorupsi. Serta sebagai pegawai harus memiliki sifat berakhlak, berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, kolaboratif, adaptif, dan loyal,” terangnya.

Baca Juga :  Curah Hujan Berkurang, Kebut Perbaikan Jalan Berlubang

Wahyu menambahkan, seluruh pegawai Lapas Banyuwangi diharapkan bisa menjadi insan pengayoman sejati, yaitu mereka yang senantiasa berkinerja tinggi, menjaga integritas dan budaya antikorupsi. Serta menyumbang berbagai prestasi seraya menghindarkan diri agar tidak menjadi benalu, parasit, dan virus organisasi. ”Tentunya kita harapkan semuanya bisa meningkatkan keamanan dan kedisiplinan dalam menjalankan tugasnya,” pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/