alexametrics
24.7 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Sambut Ramadan, Warga Doa Bersama di Makam

BANYUWANGI – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, ratusan warga muslim di lingkungan kerantigan, Kelurahan Pengantigan, Kecamatan Banyuwangi menggelar tradisi berziarah ke makam keluarga atau nyekar.

Uniknya, ratusan warga menggelar doa bersama di tengah makam dalam tradisi yang biasa Ngeruwah Bareng tersebut. Tradisi ini sudah dilakukan rutin setiap tahun, dimulai dengan berdoa bersama di area makam  dipimpin oleh tokoh agama setempat untuk mendoakan para keluarga dan leluhur  sudah meninggal dunia.

Tidak hanya itu, sebelumnya warga juga merawat dan membersihkan makam leluhur mereka masing-masing. Tradisi berdoa bersama ini tidak hanya diikuti oleh orang tua saja, melainkan juga diikuti oleh anak-anak. “Tujuan untuk memberikan edukasi anak cucu agar mereka makam leluhar mereka dan tetap menghormati orang tua atau leluhur yang sudah meninggal dunia,” ungkap Didik Nur Cahyo salah seorang warga setempat.

Baca Juga :  Berlaku Tiga Bulan, 124.047 Keluarga Terima BLT Migor

Selain berdoa bersama, kegiatan ini juga diisi dengan santunan anak yatim dan diakhiri makan bersama di area makam sebagai upaya untuk mempertahankan tradisi. “ Jadi Ngeruwah Bareng ini kirim doa bersama untuk leluhur dan keluarga saat memasuki bulan Ramadan. Anak-anak diajak bersama, agar tradisi ini bisa terus lestari dan tak punah,” jelas Didik.

Selain memberikan edukasi kepada generasi muda untuk mendoakan para leluhur, kegiatan ini juga untuk mempererat tali silaturahmi serta menciptakan kebersamaan dan kerukunan antar warga. “Kita sengaja mengajak anak-anak, harapannya tradisi ini terus turun temurun dilakukan setiap menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Sehingga kalau kita mati acara ini tetap terus bisa dilaksanakan,” tandasnya.

Baca Juga :  Jelang Ramadan, Harga Sayur-Mayur masih Stabil

Sementara itu, Camat Banyuwangi Danisworo mengapresiasi, kegiatan warga tersebut, karena tradisi yang dilakukan bernilai positif dan mengedukasi masyarakat. “Terima kasih kepada panitia dan seluruh warga tetap menyelenggarakan kegiataan taat protokol kesehatan dan menjaga lingkungan bersih dan asri,” katanya.

Semengat kebersamaan dan kekeluargaan yang terjalin, kata Danisworo harus terus dijalin dan dirawat dengan baik, sesuai dengan semangat pilar Banyuwangi Rebound yakni tangani pandemi, dan rajut harmoni. Karena tradisi ngeruwah bareng ini salah satu upaya dalam merajut harmoni membangun kebersamaan, dan kekeluargaan antar warga. “Semoga acara ini terlaksana turun temurun guna mewujudkan masyarakat yang kompak, rukun, lingkungan yang bersih dan asri,” tandasnya.

BANYUWANGI – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, ratusan warga muslim di lingkungan kerantigan, Kelurahan Pengantigan, Kecamatan Banyuwangi menggelar tradisi berziarah ke makam keluarga atau nyekar.

Uniknya, ratusan warga menggelar doa bersama di tengah makam dalam tradisi yang biasa Ngeruwah Bareng tersebut. Tradisi ini sudah dilakukan rutin setiap tahun, dimulai dengan berdoa bersama di area makam  dipimpin oleh tokoh agama setempat untuk mendoakan para keluarga dan leluhur  sudah meninggal dunia.

Tidak hanya itu, sebelumnya warga juga merawat dan membersihkan makam leluhur mereka masing-masing. Tradisi berdoa bersama ini tidak hanya diikuti oleh orang tua saja, melainkan juga diikuti oleh anak-anak. “Tujuan untuk memberikan edukasi anak cucu agar mereka makam leluhar mereka dan tetap menghormati orang tua atau leluhur yang sudah meninggal dunia,” ungkap Didik Nur Cahyo salah seorang warga setempat.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Jamin Pelayanan selama Libur Lebaran

Selain berdoa bersama, kegiatan ini juga diisi dengan santunan anak yatim dan diakhiri makan bersama di area makam sebagai upaya untuk mempertahankan tradisi. “ Jadi Ngeruwah Bareng ini kirim doa bersama untuk leluhur dan keluarga saat memasuki bulan Ramadan. Anak-anak diajak bersama, agar tradisi ini bisa terus lestari dan tak punah,” jelas Didik.

Selain memberikan edukasi kepada generasi muda untuk mendoakan para leluhur, kegiatan ini juga untuk mempererat tali silaturahmi serta menciptakan kebersamaan dan kerukunan antar warga. “Kita sengaja mengajak anak-anak, harapannya tradisi ini terus turun temurun dilakukan setiap menjelang datangnya bulan suci Ramadan. Sehingga kalau kita mati acara ini tetap terus bisa dilaksanakan,” tandasnya.

Baca Juga :  Sambut Ramadan, Warga Bersihkan Makam Leluhur

Sementara itu, Camat Banyuwangi Danisworo mengapresiasi, kegiatan warga tersebut, karena tradisi yang dilakukan bernilai positif dan mengedukasi masyarakat. “Terima kasih kepada panitia dan seluruh warga tetap menyelenggarakan kegiataan taat protokol kesehatan dan menjaga lingkungan bersih dan asri,” katanya.

Semengat kebersamaan dan kekeluargaan yang terjalin, kata Danisworo harus terus dijalin dan dirawat dengan baik, sesuai dengan semangat pilar Banyuwangi Rebound yakni tangani pandemi, dan rajut harmoni. Karena tradisi ngeruwah bareng ini salah satu upaya dalam merajut harmoni membangun kebersamaan, dan kekeluargaan antar warga. “Semoga acara ini terlaksana turun temurun guna mewujudkan masyarakat yang kompak, rukun, lingkungan yang bersih dan asri,” tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/