alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Sunday, August 14, 2022

Purnama Picu Rob di Pesisir Pantai

RadarBanyuwang.id – Banjir pasang surut air laut (rob) kemarin (24/6) pagi tampak menyapu sepanjang Pantai Cacalan, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro. Ombak laut tampak beberapa kali mengempas wilayah pantai hingga melewati pemecah ombak yang dipasang di sisi utara Cacalan.

Air pun terus masuk hingga ke dekat area yang selama ini digunakan sebagai tempat parkir kendaraan. Banjir rob perlahan mulai surut ketika hari semakin siang. Prakirawan BMKG Banyuwangi Beny Gumintar mengatakan, banjir rob terjadi karena pengaruh gangguan cuaca dan fenomena bulan purnama. Berdasar kalender fase bulan, puncak purnama bulan Juni terjadi pada Rabu (23/6) dan Kamis (24/6).

”Potensi hujan tinggi karena penguapan dari pemanasan atmosfer di lautan memengaruhi hujan dan angin. Kemudian berpengaruh pada gelombang. Nah, gelombang tinggi yang sampai ke pesisir ini kemudian lebih tinggi dari biasanya,” jelas alumnus SMPN 1 Giri itu.

Baca Juga :  Ada Yang Masih Tutup, Ada Yang Tetap Buka

Beny menambahkan, suhu air muka laut yang menghangat kemudian membentuk awan-awan hujan. Istilahnya, hujan tersebut terjadi akibat pengaruh dari sea surface temperature (SST). Banjir rob sendiri menurutnya bisa terjadi di sepanjang pantai yang ada di Banyuwangi.

Berdasar prakiraan, imbuh Beny, pasang surut maksimal terjadi sekitar pukul 08.00. Berdasar kalender kondisi tersebut bisa terjadi selama lima hari, yakni sejak Selasa (22/6) hingga Sabtu (26/6) mendatang. ”Yang jelas fenomena ini terjadi karena gangguan cuaca dan purnama. Masyarakat di wilayah pesisir kita minta untuk lebih waspada,” pungkas Beny kepada RadarBanyuwang.id. (fre/afi/c1)

Baca Juga :  Enam RT di Kampung Mandar Terendam Air Setinggi 60 Centimeter

RadarBanyuwang.id – Banjir pasang surut air laut (rob) kemarin (24/6) pagi tampak menyapu sepanjang Pantai Cacalan, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro. Ombak laut tampak beberapa kali mengempas wilayah pantai hingga melewati pemecah ombak yang dipasang di sisi utara Cacalan.

Air pun terus masuk hingga ke dekat area yang selama ini digunakan sebagai tempat parkir kendaraan. Banjir rob perlahan mulai surut ketika hari semakin siang. Prakirawan BMKG Banyuwangi Beny Gumintar mengatakan, banjir rob terjadi karena pengaruh gangguan cuaca dan fenomena bulan purnama. Berdasar kalender fase bulan, puncak purnama bulan Juni terjadi pada Rabu (23/6) dan Kamis (24/6).

”Potensi hujan tinggi karena penguapan dari pemanasan atmosfer di lautan memengaruhi hujan dan angin. Kemudian berpengaruh pada gelombang. Nah, gelombang tinggi yang sampai ke pesisir ini kemudian lebih tinggi dari biasanya,” jelas alumnus SMPN 1 Giri itu.

Baca Juga :  Sidang Kasus Ujaran Kebencian Dilanjut Tahun Depan

Beny menambahkan, suhu air muka laut yang menghangat kemudian membentuk awan-awan hujan. Istilahnya, hujan tersebut terjadi akibat pengaruh dari sea surface temperature (SST). Banjir rob sendiri menurutnya bisa terjadi di sepanjang pantai yang ada di Banyuwangi.

Berdasar prakiraan, imbuh Beny, pasang surut maksimal terjadi sekitar pukul 08.00. Berdasar kalender kondisi tersebut bisa terjadi selama lima hari, yakni sejak Selasa (22/6) hingga Sabtu (26/6) mendatang. ”Yang jelas fenomena ini terjadi karena gangguan cuaca dan purnama. Masyarakat di wilayah pesisir kita minta untuk lebih waspada,” pungkas Beny kepada RadarBanyuwang.id. (fre/afi/c1)

Baca Juga :  Selama PPKM Darurat, Pengelola Wisata Pilih Bersih-Bersih

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

DKB Gelar Workshop Teater dan Pantomim

Tarif Ojol Akan Naik

Ditinggal Ziarah Haji, Rumah Terbakar

/