BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Sukses membuat inovasi alat inkubator buatan tanpa pasir (Intan Box) yang sudah diuji tahun lalu, Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF) langsung berbagi dengan para kelompok pelestari penyu di Banyuwangi. Kali ini, Yayasan Penyu Banyuwangi tersebut langsung memasang perangkat alat Intan Box dan alat penyusut plasenta tukik (Yosi Box) di kampus SIKIA Unair Banyuwangi dan Pokdarwis Pantai Cemara Banyuwangi.

Sekadar diketahui, Intan Box adalah alat dari inovasi BSTF yang berfungsi sebagai penetas telur buatan. Alat yang berbentuk boks ini tidak memakan tempat yang luas sehingga mudah dipindah dan dipantau langsung. Keunggulan lainnya, penetasan telur penyu tidak menggunakan media pasir. Dan terpenting, jenis kelamin tukik yang dikehendaki, apakah betina maupun jantan cenderung lebih bisa dikontrol. Karena Intan Box bisa menyesuaikan kelembaban dan suhu udara selama proses inkubasi berlangsung.

Baca Juga :  Tabrakan Beruntun di Rest Area Jambu, Penumpang Selamat Semua

Selain itu, ada juga alat Yosi Box. Alat ini berfungsi untuk mempercepat penyusutan placenta (ari-ari) anak penyu (tukik) yang baru menetas. Secara alami, placenta tukik membutuhkan waktu dua hingga empat hari untuk menyusut. Namun dengan alat Yosi Box, durasi untuk mengecilkan placenta hanya beberapa jam saja. Dengan begitu, tukik bisa lebih cepat dilepas kembali kelautan, tanpa khawatir placentanya masih keluar.

BSTF yang sudah memproduksi perangkat Intan Box dan Yosi Box itu melakukan serah terima dengan status pinjam pakai perangkat alat tersebut kepada kelompok sadar wisata (pokdarwis) Pantai Cemara. Satu set alat juga diletakkan untuk keperluan riset di Fakultas Kedokteran Hewan, Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) Unair Banyuwangi.

Untuk diketahui, intesitas penyu bertelur di kawasan Pantai Cemara Banyuwangi cukup tinggi. Koordinator Pelestari Penyu Pokdarwis Pantai Cemara, Mukhyi mengakui, dalam setahun terakhir pihaknya sudah melakukan penyelamatan sekitrar 6.000 butir telur penyu di Pantai Cemara.

Baca Juga :  Usung Konsep Kearifan Lokal, Gedung Baru Satpas Beroperasi Awal 2020

Sementara itu, penyerahan pinjam pakai Intan Box dan Yosi Box di Pantai Cemara kemarin (25), disaksikan perwakilan Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar. Hadir pula pimpinan, dosen, serta beberapa perwakilan mahasiswa FKH SIKIA Unair Banyuwangi. Kelapa Kelurahan Pakis juga menyaksikan penyerahan pinjam pakai alat tersebut.

Satu set alat diletakkan di FKH SIKIA Unair Banyuwangi. Satu set lagi, perangkat Intan Box dan Yosi Box diletakkan di sekretariat BSTF. Tiga unit alat tersebut merupakan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari bank BCA, Matahari Sakti, dan Nikko Steel. “Harapannya, BSTF bisa memproduksi lebih banyak alat Intan Box dan Yosi Box ini. Sehingga bisa lebih banyak membantu pelestari penyu di daerah lain,” ujar pendiri BSTF Wiyanto Haditanojo. (*/bay)