alexametrics
24.1 C
Banyuwangi
Tuesday, August 16, 2022

Hindari Panas, Pemudik Pilih Menyeberang Malam Hari

KALIPURO – Para pemudik dari Bali sepertinya mencari waktu khusus untuk menyeberang ke Jawa. Peningkatan jumlah pemudik dari Bali justru terjadi pada malam hingga dini hari.

Akibatnya, kapal penyeberangan dari Pelabuhan Gilimanuk ke Pelabuhan Ketapang selalu penuh pada malam hari. Bahkan, di Pelabuhan Gilimanuk sudah mulai terjadi antrean untuk masuk ke kapal penyeberangan. Mayoritas pemudik memilih menyeberang di malam hari.”Kalau malam hari dari arah Gilimanuk selalu penuh. Penumpang kapal hampir merata, ada roda empat dan roda dua,” ujar Joko Susanto,kru kapal Dharma Ferry I.

Data produksi dari PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, mulai Senin (25/4) hingga Selasa (26/4) tercatat ada 23.098 penumpang dari Bali yang menyeberang ke Jawa. Angka ini meningkat cukup signifikan dibanding pada 24 April 2022 yang hanya 17.810 penumpang.

Baca Juga :  Penjual Senjata Tajam Sepi Pembeli

Begitu juga dengan jumlah kendaraan roda dua. Pada periode 25–26 April 2022 terdapat 3.228 sepeda motor dari Bali yang menyeberang ke Banyuwangi. Angka ini lebih tinggi dibanding pada periode 24–25 April 2022 sebanyak 2.466 unit.

Jumlah kendaraan roda empat yang menyeberang pada periode 25–26 April juga mengalami peningkatan, yakni sebanyak 7.508 unit. Jumlah ini jauh lebih tinggi dibanding periode 24–25 April 2022 yang hanya 1.303 unit. ”Sudah terjadi kenaikan di dua sisi secara perlahan,” ujar Manajer Usaha ASDP Ketapang Marsadik.

Salah seorang pemudik, Panji, 37, mengaku mencari jam-jam malam untuk menghindari kepadatan. Dia berangkat dari Denpasar sekitar pukul 23.00 dan tiba di Gilimanuk pukul 02.30. Panji sengaja mudik lebih awal karena khawatir akan terjebak kemacetan. ”Sudah tiga tahun ini belum pulang kampung. Sekalian semua keluarga kita bawa mudik. Tahun lalu ada pembatasan sehingga tidak bisa mudik,” kata pria asal Bandung itu. 

Baca Juga :  Marak Kejar Vaksin Dosis 1, Warga Diminta Tetap Ikut Vaksin Booster

KALIPURO – Para pemudik dari Bali sepertinya mencari waktu khusus untuk menyeberang ke Jawa. Peningkatan jumlah pemudik dari Bali justru terjadi pada malam hingga dini hari.

Akibatnya, kapal penyeberangan dari Pelabuhan Gilimanuk ke Pelabuhan Ketapang selalu penuh pada malam hari. Bahkan, di Pelabuhan Gilimanuk sudah mulai terjadi antrean untuk masuk ke kapal penyeberangan. Mayoritas pemudik memilih menyeberang di malam hari.”Kalau malam hari dari arah Gilimanuk selalu penuh. Penumpang kapal hampir merata, ada roda empat dan roda dua,” ujar Joko Susanto,kru kapal Dharma Ferry I.

Data produksi dari PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, mulai Senin (25/4) hingga Selasa (26/4) tercatat ada 23.098 penumpang dari Bali yang menyeberang ke Jawa. Angka ini meningkat cukup signifikan dibanding pada 24 April 2022 yang hanya 17.810 penumpang.

Baca Juga :  Baru 30 Persen Warga yang Lakukan Vaksin Booster

Begitu juga dengan jumlah kendaraan roda dua. Pada periode 25–26 April 2022 terdapat 3.228 sepeda motor dari Bali yang menyeberang ke Banyuwangi. Angka ini lebih tinggi dibanding pada periode 24–25 April 2022 sebanyak 2.466 unit.

Jumlah kendaraan roda empat yang menyeberang pada periode 25–26 April juga mengalami peningkatan, yakni sebanyak 7.508 unit. Jumlah ini jauh lebih tinggi dibanding periode 24–25 April 2022 yang hanya 1.303 unit. ”Sudah terjadi kenaikan di dua sisi secara perlahan,” ujar Manajer Usaha ASDP Ketapang Marsadik.

Salah seorang pemudik, Panji, 37, mengaku mencari jam-jam malam untuk menghindari kepadatan. Dia berangkat dari Denpasar sekitar pukul 23.00 dan tiba di Gilimanuk pukul 02.30. Panji sengaja mudik lebih awal karena khawatir akan terjebak kemacetan. ”Sudah tiga tahun ini belum pulang kampung. Sekalian semua keluarga kita bawa mudik. Tahun lalu ada pembatasan sehingga tidak bisa mudik,” kata pria asal Bandung itu. 

Baca Juga :  Lurah Kertosari Berharap Pemuda Perjuangan Bisa Terus Berkarya

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/