alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Ditabrak Kereta Api, Sepeda Motor Hancur, Pengendara Selamat

JawaPos.com – Novita Sri Susanti terhindar dari kematian akibat kecelakaan maut kemarin (27/1). Nyawa wanita berusia 23 tahun nyaris melayang ketika melewati perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu di Desa Labanasem, Kecamatan Kabat. Sepeda motornya ringsek terseret KA. Sedangkan Novita selamat setelah menjauh dari rel.

Pagi itu, Novita mengendarai sepeda motor bernopol P 5340 WX. Warga Dusun Cemetuk, Desa/Kecamatan Cluring itu melaju dari arah timur ke barat dengan kecepatan sedang. Sesampainya di perlintasan KA tanpa palang pintu di Desa Labanasem, motor yang dikendarai terjatuh persis di atas rel KA.

”Diduga jalannya licin karena diguyur hujan semalam. Saat terjatuh itulah, dari arah selatan melaju Kereta Api Pandanwangi 459,” ungkap Kanit Lantas Polsek Rogojampi Ipda Suharto.

Baca Juga :  Gunung Agung Erupsi, Banyuwangi Hujan Abu

Beruntung, ketika terjatuh dari motor, Novita langsung meloncat. Dia mendengar suara bel kereta api cukup keras. Sepeda motor miliknya pun dibiarkan tergeletak di tengah rel. ”Motor milik Novita tertabrak kencangnya laju kereta api hingga terseret sejauh 200 meter,” kata Suharto.

Meski selamat, Novita sempat syok meratapi kejadian yang baru saja menimpanya. Dia hanya duduk termangu sembari memegangi luka ringan di kaki. Tak lama kemudian, warga berdatangan untuk memberikan pertolongan. Polisi juga datang untuk mengevakuasi sepeda motor milik Novita yang hancur diseret kereta api.

Plh Manajer Humas PT KAI Daop 9 Jember Radhitya Mardika Putra membenarkan insiden kecelakaan tersebut. Lokasi kecelakaan masuk Desa Labanasem. ”Memang betul ada kejadian sepeda motor menemper KA Pandanwangi. Kejadiannya pukul 07.35. Lokasinya di Km 74+7 Banyuwangi–Rogojampi,” pungkasnya.

Baca Juga :  Dua Pemotor Adu Moncong, Meninggal Dilindas Truk

Di lokasi terjatuhnya Novita memang kerap terjadi kecelakaan sebidang di perlintasan KA. Selain jalan raya yang tidak rata dengan permukaan rel KA, kondisi jalan juga cukup sempit. Saking sempitnya, kendaraan yang berpapasan dari arah berlawanan harus berhenti.

Selain tidak ada palang pintu, tidak ada petugas jaga di perlintasan KA tersebut. Hanya ada rambu Early Warning System (EWS). Sayangnya, rambu-rambu tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Yang lebih membahayakan, lintasan rel KA dari arah selatan sedikit menikung. Jika ada kendaraan dari arah barat, tidak terlihat jelas apakah ada kereta lewat atau tidak karena terhalang pohon dan bangunan. (ddy/aif/c1)

JawaPos.com – Novita Sri Susanti terhindar dari kematian akibat kecelakaan maut kemarin (27/1). Nyawa wanita berusia 23 tahun nyaris melayang ketika melewati perlintasan kereta api (KA) tanpa palang pintu di Desa Labanasem, Kecamatan Kabat. Sepeda motornya ringsek terseret KA. Sedangkan Novita selamat setelah menjauh dari rel.

Pagi itu, Novita mengendarai sepeda motor bernopol P 5340 WX. Warga Dusun Cemetuk, Desa/Kecamatan Cluring itu melaju dari arah timur ke barat dengan kecepatan sedang. Sesampainya di perlintasan KA tanpa palang pintu di Desa Labanasem, motor yang dikendarai terjatuh persis di atas rel KA.

”Diduga jalannya licin karena diguyur hujan semalam. Saat terjatuh itulah, dari arah selatan melaju Kereta Api Pandanwangi 459,” ungkap Kanit Lantas Polsek Rogojampi Ipda Suharto.

Baca Juga :  Oleng, Avanza Seruduk Rumah Warga

Beruntung, ketika terjatuh dari motor, Novita langsung meloncat. Dia mendengar suara bel kereta api cukup keras. Sepeda motor miliknya pun dibiarkan tergeletak di tengah rel. ”Motor milik Novita tertabrak kencangnya laju kereta api hingga terseret sejauh 200 meter,” kata Suharto.

Meski selamat, Novita sempat syok meratapi kejadian yang baru saja menimpanya. Dia hanya duduk termangu sembari memegangi luka ringan di kaki. Tak lama kemudian, warga berdatangan untuk memberikan pertolongan. Polisi juga datang untuk mengevakuasi sepeda motor milik Novita yang hancur diseret kereta api.

Plh Manajer Humas PT KAI Daop 9 Jember Radhitya Mardika Putra membenarkan insiden kecelakaan tersebut. Lokasi kecelakaan masuk Desa Labanasem. ”Memang betul ada kejadian sepeda motor menemper KA Pandanwangi. Kejadiannya pukul 07.35. Lokasinya di Km 74+7 Banyuwangi–Rogojampi,” pungkasnya.

Baca Juga :  Masih Sakral, Jadi Cikal Bakal Nama Desa

Di lokasi terjatuhnya Novita memang kerap terjadi kecelakaan sebidang di perlintasan KA. Selain jalan raya yang tidak rata dengan permukaan rel KA, kondisi jalan juga cukup sempit. Saking sempitnya, kendaraan yang berpapasan dari arah berlawanan harus berhenti.

Selain tidak ada palang pintu, tidak ada petugas jaga di perlintasan KA tersebut. Hanya ada rambu Early Warning System (EWS). Sayangnya, rambu-rambu tersebut tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Yang lebih membahayakan, lintasan rel KA dari arah selatan sedikit menikung. Jika ada kendaraan dari arah barat, tidak terlihat jelas apakah ada kereta lewat atau tidak karena terhalang pohon dan bangunan. (ddy/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/