alexametrics
24 C
Banyuwangi
Monday, August 15, 2022

Usai Dieksekusi, Rumah Anggota DPRD Banyuwangi Itu Dibiarkan Kosong

KABAT – Setelah tuntas dieksekusi oleh juru sita Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi Kamis (22/11) lalu, rumah objek eksekusi masih dibiarkan mangkrak tanpa penghuni. Pemohon eksekusi masih menunggu proses hingga berita acara eksekusi dari Pengadilan negeri (PN) Banyuwangi tuntas.

Penasihat hukum pemohon eksekusi, Dodi Sucahyo mengatakan, usai pelaksanaan eksekusi pihaknya masih menunggu berita acara eksekusi dari PN Banyuwangi. Untuk sementara ini, rumah yang menjadi objek eksekusi yang berada di Perumahan Griya Dadapan Indah Blok B1 Dusun Krajan, Desa Dadapan, Kecamatan Kabat juga sudah dipasang banner bertuliskan ”Rumah Ini Dieksekusi” dengan Nomor Perkara 25/Pdt.G/2018/PN.Byw tanggal 22 Januari 2018.

Karena pintu gerbang dari besi telah dicopot oleh termohon eksekusi, maka sebagai pengganti pintu gerbang tersebut dipasang dari kayu papan bekas. ”Seisi rumah sudah dikosongkan, tinggal menunggu berita acara eksekusi dari PN baru nanti akan dibuka,” katanya.

Sementara itu, Ali Mustofa, termohon eksekusi masih belum bisa berkomentar terkait putusan eksekusi yang diterimanya Kamis lalu (22/11). Dia juga masih belum sempat berpikir untuk memindahkan barang-barang miliknya yang berada di luar ruangan. ”Saya masing bingung, barang-barang saya juga di luar ruangan dan kehujanan,” ujar lelaki yang juga anggota DPRD Banyuwangi itu.

Baca Juga :  Musker II IKSASS Dihadiri Dewan Lintas Partai hingga Staf Kepresidenan

Ali juga masih belum mengetahui langkah selanjutnya terkait gugatannya yang di PN Banyuwangi. ”Saya masih belum tahu lagi bagaimana,” terang Ali dengan nada pasrah.

Diberitakan sebelumnya, juru sita pengadilan negeri (PN) Banyuwangi berhasil mengeksekusi rumah seluas 225 meter persegi milik, Ali Mustofa. Pelaksanaan eksekusi tidak serta merta berjalan mulus. Ratusan massa dari keluarga Ali Mustofa yang datang dari Kecamatan Muncar dengan mengendarai dua truk, sempat melakukan penolakan dan penghadangan jalannya eksekusi.

Beruntung, jumlah aparat kepolisian yang disiagakan di lokasi eksekusi dua kali lebih banyak dari pada jumlah massa yang melakukan penghadangan. Begitu ratusan personel kepolisian dibantu TNI AD tiba di lokasi, Kabag Operasional Polres Kompol Sumartono langsung mengambil alih pasukan dengan menggelar apel dan membariskannya di depan rumah objek eksekusi.

Setelah ratusan massa bergeser, ratusan aparat kepolisian dan TNI AD langsung menggelar apel pasukan di depan rumah objek eksekusi. Apel dipimpin langsung Kabag Ops. Usai pengarahan, juru sita pengadilan negeri Banyuwangi, Sunardi melaksanakan tugasnya membacakan putusan eksekusi.

Baca Juga :  Sewakan Mobil Tanpa Persetujuan Leasing, Berujung Bui Setahun

Saat pembacaan putusan eksekusi tersebut dimulai Ali Mustofa sempat meminta waktu agar pelaksanaan eksekusi ditunda. ”Saya mohon hormati dulu, kasus ini masih dalam proses hukum di pengadilan negeri Banyuwangi,” ujar Ali Mustofa saat itu.

Ali Mustofa yang tidak puas dengan putusan tersebut terus berceloteh jika dia menjadi korban mafia perumahan.  Karena terjadinya penolakan, kuasa hukum pemohon eksekusi, Dodi Sucahyo sempat bersitegang dengan Ali Mustofa. Beruntung, aparat kepolisian segera melerai dan meredam kondisi tersebut. Juru Sita PN Banyuwangi Sunardi akhirnya menuntaskan pembacaan putusan eksekusi tersebut.

Usai pembacaan putusan Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Banyuwangi Nomor 34/Pdt.Eks/2017/Pn.Byw tanggal 12 Februari 2018 atas risalah lelang Nomor : 441/48/2017  tanggal 29 September 2017. Langsung dilakukan pengosongan isi rumah yang menjadi objek eksekusi.

Ali Mustofa dan ratusan massa yang sempat melakukan penghadangan hanya terdiam, sembari menyaksikan barang-barang dan perabot rumah tangga dikeluarkan dari dalam rumah yang dihuninya. Petugas langsung mengosongkan isi rumah tersebut. Barang perabot rumah tangga milik Ali Mustofa dikeluarkan dan dipindahkan ke gudang yang masih berlokasi di Perum Griya Dadapan Indah milik pemohon eksekusi Hendro Priyanto.

KABAT – Setelah tuntas dieksekusi oleh juru sita Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi Kamis (22/11) lalu, rumah objek eksekusi masih dibiarkan mangkrak tanpa penghuni. Pemohon eksekusi masih menunggu proses hingga berita acara eksekusi dari Pengadilan negeri (PN) Banyuwangi tuntas.

Penasihat hukum pemohon eksekusi, Dodi Sucahyo mengatakan, usai pelaksanaan eksekusi pihaknya masih menunggu berita acara eksekusi dari PN Banyuwangi. Untuk sementara ini, rumah yang menjadi objek eksekusi yang berada di Perumahan Griya Dadapan Indah Blok B1 Dusun Krajan, Desa Dadapan, Kecamatan Kabat juga sudah dipasang banner bertuliskan ”Rumah Ini Dieksekusi” dengan Nomor Perkara 25/Pdt.G/2018/PN.Byw tanggal 22 Januari 2018.

Karena pintu gerbang dari besi telah dicopot oleh termohon eksekusi, maka sebagai pengganti pintu gerbang tersebut dipasang dari kayu papan bekas. ”Seisi rumah sudah dikosongkan, tinggal menunggu berita acara eksekusi dari PN baru nanti akan dibuka,” katanya.

Sementara itu, Ali Mustofa, termohon eksekusi masih belum bisa berkomentar terkait putusan eksekusi yang diterimanya Kamis lalu (22/11). Dia juga masih belum sempat berpikir untuk memindahkan barang-barang miliknya yang berada di luar ruangan. ”Saya masing bingung, barang-barang saya juga di luar ruangan dan kehujanan,” ujar lelaki yang juga anggota DPRD Banyuwangi itu.

Baca Juga :  Sewakan Mobil Tanpa Persetujuan Leasing, Berujung Bui Setahun

Ali juga masih belum mengetahui langkah selanjutnya terkait gugatannya yang di PN Banyuwangi. ”Saya masih belum tahu lagi bagaimana,” terang Ali dengan nada pasrah.

Diberitakan sebelumnya, juru sita pengadilan negeri (PN) Banyuwangi berhasil mengeksekusi rumah seluas 225 meter persegi milik, Ali Mustofa. Pelaksanaan eksekusi tidak serta merta berjalan mulus. Ratusan massa dari keluarga Ali Mustofa yang datang dari Kecamatan Muncar dengan mengendarai dua truk, sempat melakukan penolakan dan penghadangan jalannya eksekusi.

Beruntung, jumlah aparat kepolisian yang disiagakan di lokasi eksekusi dua kali lebih banyak dari pada jumlah massa yang melakukan penghadangan. Begitu ratusan personel kepolisian dibantu TNI AD tiba di lokasi, Kabag Operasional Polres Kompol Sumartono langsung mengambil alih pasukan dengan menggelar apel dan membariskannya di depan rumah objek eksekusi.

Setelah ratusan massa bergeser, ratusan aparat kepolisian dan TNI AD langsung menggelar apel pasukan di depan rumah objek eksekusi. Apel dipimpin langsung Kabag Ops. Usai pengarahan, juru sita pengadilan negeri Banyuwangi, Sunardi melaksanakan tugasnya membacakan putusan eksekusi.

Baca Juga :  Dianggap Membahayakan, Grandong Dilarang Melintas di Jalan Raya

Saat pembacaan putusan eksekusi tersebut dimulai Ali Mustofa sempat meminta waktu agar pelaksanaan eksekusi ditunda. ”Saya mohon hormati dulu, kasus ini masih dalam proses hukum di pengadilan negeri Banyuwangi,” ujar Ali Mustofa saat itu.

Ali Mustofa yang tidak puas dengan putusan tersebut terus berceloteh jika dia menjadi korban mafia perumahan.  Karena terjadinya penolakan, kuasa hukum pemohon eksekusi, Dodi Sucahyo sempat bersitegang dengan Ali Mustofa. Beruntung, aparat kepolisian segera melerai dan meredam kondisi tersebut. Juru Sita PN Banyuwangi Sunardi akhirnya menuntaskan pembacaan putusan eksekusi tersebut.

Usai pembacaan putusan Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Banyuwangi Nomor 34/Pdt.Eks/2017/Pn.Byw tanggal 12 Februari 2018 atas risalah lelang Nomor : 441/48/2017  tanggal 29 September 2017. Langsung dilakukan pengosongan isi rumah yang menjadi objek eksekusi.

Ali Mustofa dan ratusan massa yang sempat melakukan penghadangan hanya terdiam, sembari menyaksikan barang-barang dan perabot rumah tangga dikeluarkan dari dalam rumah yang dihuninya. Petugas langsung mengosongkan isi rumah tersebut. Barang perabot rumah tangga milik Ali Mustofa dikeluarkan dan dipindahkan ke gudang yang masih berlokasi di Perum Griya Dadapan Indah milik pemohon eksekusi Hendro Priyanto.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/