alexametrics
24 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Akses Jalan Terendam, 100 KK di Pakis Rowo Terisolasi

BANYUWANGI – Hujan deras selama tujuh jam melanda wilayah Banyuwangi, Kamis malam (24/3/2022). Sejumlah permukiman warga di Kelurahan Pakis dan Kelurahan Sobo terendam banjir.

Hujan turun sejak pukul 19.00 hingga pukul 02.00 tersebut mengakibatkan permukiman warga tergenang air. Ketinggian air mencapai 50 centimeter (cm) hingga 70 cm. Air menggenangi rumah yang dihuni 160 kepala keluarga (KK) di Pakis dan 50 KK di Sobo.

Genangan paling parah terjadi di Lingkungan Pakis Rowo, Kelurahan Pakis yang menyebabkan sekitar 100 KK terisolasi. Ratusan KK tersebut tidak bisa menjalankan aktivitas akibat akses jalan tergenang air dengan ketinggian sekitar 100 cm.

Dua sekolah, yaitu TK Islam Mandiri dan SD Negeri 1 Kalirejo ikut tergenang. Kedua sekolah tersebut terpaksa meliburkan siswanya. ”Ada dua wilayah yang tergenang banjir, yaitu Kelurahan Sobo dan Kelurahan Pakis,” ujar Kasi Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi Suratmadi.

Baca Juga :  Pandemi Belum Berakhir, Tunggakan Tagihan PUDAM Meningkat

Kedua wilayah tersebut memang menjadi langganan banjir karena masuk kategori dataran rendah. ”Kendalanya jalan atau aliran air lebih tinggi dibandingkan permukiman sehingga air masuk ke rumah warga. Gorong-gorong tidak bisa menampung air,” katanya.

Tidak ada kerusakan yang dialami akibat bencana alam  tersebut. Namun, banyak rumah warga yang terendam genangan air yang mencapai ketinggian 50 cm. ”Di Kelurahan Sobo ada sekitar 50 KK, sedangkan di Kelurahan Pakis sebanyak 160 KK. Ada 100 KK yang terisolasi akibat akses jalan tergenang cukup tinggi sehingga tidak bisa dilalui kendaraan,” papar Madi, sapaan akrab Suratmadi.

Madi menambahkan, pihaknya bersama warga ikut membersihkan ruang sekolah yang kemasukan air. BPBD mengutamakan penanganan pada sarana pendidikan terlebih dahulu. ”Kita melakukan penanganan menunggu air surut agar bisa masuk ke rumah warga,” ungkapnya.

Baca Juga :  Napi Kasus Narkoba Terpapar Covid, Dua Orang Reaktif tanpa Gejala

Bukan hanya permukiman warga, dampak hujan deras juga menggenangi lahan persawahan. Tanaman padi banyak yang terancam gagal panen. ”Ada dua hektare tanaman padi yang terendam, padahal sudah siap panen,” ujar Sri Wedari, 52, warga Kelurahan Pakis.

Bencana banjir yang dialami 100 KK di Pakis dan Sobo mendapat perhatian khusus dari Polsek Banyuwangi. Kapolsek Banyuwangi AKP Kusmin kemarin (25/3) langsung meninjau permukiman warga yang kebanjiran. Selama bertemu warga, Kusmin sempat membagikan nasi bungkus.

Untuk bisa menuju ke lokasi banjir, Kusmin bersama anggota harus menggunakan ban. ”Kita berikan bantuan makanan kepada warga demi meringankan beban ekonomi. Warga tidak bisa melakukan aktivitas karena rumahnya kebanjiran,” ujar Kusmin. 

BANYUWANGI – Hujan deras selama tujuh jam melanda wilayah Banyuwangi, Kamis malam (24/3/2022). Sejumlah permukiman warga di Kelurahan Pakis dan Kelurahan Sobo terendam banjir.

Hujan turun sejak pukul 19.00 hingga pukul 02.00 tersebut mengakibatkan permukiman warga tergenang air. Ketinggian air mencapai 50 centimeter (cm) hingga 70 cm. Air menggenangi rumah yang dihuni 160 kepala keluarga (KK) di Pakis dan 50 KK di Sobo.

Genangan paling parah terjadi di Lingkungan Pakis Rowo, Kelurahan Pakis yang menyebabkan sekitar 100 KK terisolasi. Ratusan KK tersebut tidak bisa menjalankan aktivitas akibat akses jalan tergenang air dengan ketinggian sekitar 100 cm.

Dua sekolah, yaitu TK Islam Mandiri dan SD Negeri 1 Kalirejo ikut tergenang. Kedua sekolah tersebut terpaksa meliburkan siswanya. ”Ada dua wilayah yang tergenang banjir, yaitu Kelurahan Sobo dan Kelurahan Pakis,” ujar Kasi Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi Suratmadi.

Baca Juga :  Pintu Gerbang MTs Nahdlatuth Thulaab Hanyut Terseret Banjir

Kedua wilayah tersebut memang menjadi langganan banjir karena masuk kategori dataran rendah. ”Kendalanya jalan atau aliran air lebih tinggi dibandingkan permukiman sehingga air masuk ke rumah warga. Gorong-gorong tidak bisa menampung air,” katanya.

Tidak ada kerusakan yang dialami akibat bencana alam  tersebut. Namun, banyak rumah warga yang terendam genangan air yang mencapai ketinggian 50 cm. ”Di Kelurahan Sobo ada sekitar 50 KK, sedangkan di Kelurahan Pakis sebanyak 160 KK. Ada 100 KK yang terisolasi akibat akses jalan tergenang cukup tinggi sehingga tidak bisa dilalui kendaraan,” papar Madi, sapaan akrab Suratmadi.

Madi menambahkan, pihaknya bersama warga ikut membersihkan ruang sekolah yang kemasukan air. BPBD mengutamakan penanganan pada sarana pendidikan terlebih dahulu. ”Kita melakukan penanganan menunggu air surut agar bisa masuk ke rumah warga,” ungkapnya.

Baca Juga :  BPBD Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Pesanggaran

Bukan hanya permukiman warga, dampak hujan deras juga menggenangi lahan persawahan. Tanaman padi banyak yang terancam gagal panen. ”Ada dua hektare tanaman padi yang terendam, padahal sudah siap panen,” ujar Sri Wedari, 52, warga Kelurahan Pakis.

Bencana banjir yang dialami 100 KK di Pakis dan Sobo mendapat perhatian khusus dari Polsek Banyuwangi. Kapolsek Banyuwangi AKP Kusmin kemarin (25/3) langsung meninjau permukiman warga yang kebanjiran. Selama bertemu warga, Kusmin sempat membagikan nasi bungkus.

Untuk bisa menuju ke lokasi banjir, Kusmin bersama anggota harus menggunakan ban. ”Kita berikan bantuan makanan kepada warga demi meringankan beban ekonomi. Warga tidak bisa melakukan aktivitas karena rumahnya kebanjiran,” ujar Kusmin. 

Artikel Terkait

Most Read

Kondisi Kejiwaan NN Mulai Membaik

Generasi HP

Artikel Terbaru

/