alexametrics
24 C
Banyuwangi
Monday, August 15, 2022

Dua Emak Gelapkan Tujuh Motor Sewaan

BANYUWANGI – Terbelit utang dan setoran, dua emak-emak asal Kecamatan Rogojampi nekat menggelapkan tujuh unit motor sewaan. Akibatnya, pengusaha rental motor, Untung, 50, warga Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Banyuwangi ini mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

Dua perempuan tersebut adalah LA, 41, dan MJ, 33, keduanya warga Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi. Kedua perempuan itu langsung ditetapkan sebagai tersangka.

Untuk melancarkan aksinya, kedua perempuan melakukan peran yang berbeda. Hal ini dilakukan untuk meyakinkan pemilik rental. LA mengaku sebagai pengusaha beras dan MJ bertugas membujuk atau meyakinkan pemilik rental. Untuk tujuh sepeda motor itu, disewa dengan cara bertahap dengan harga sewa sebesar Rp 100 ribu per unit per hari. ”Tujuh kendaraan ini kami temukan di beberapa kecamatan yang berbeda,” ujar Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifuddin kemarin (26/2).

Menurut Arman, kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan dua perempuan tersebut terungkap setelah korban melapor ke Polresta Banyuwangi. Polisi yang langsung melakukan penyelidikan mengamankan keduanya di rumahnya masing-masing. ”Keduanya ini mengaku teman dan juga bertetangga,” katanya.

Baca Juga :  Gandeng Nelayan, Berantas Peredaran Narkoba dan Benur

Dari penyelidikan polisi, LA ternyata mengaku menjadi pengusaha beras yang menyuplai barang ke sejumlah toko di Banyuwangi. Padahal, tersangka hanya sebagai ibu rumah tangga yang masih memiliki suami. ”Awalnya sewa satu unit sepeda motor Honda Beat dengan harga kesepakatan awal sebesar Rp 100 ribu per hari,” jelas Arman.

Setelah pinjam satu unit, LA bersama MJ datang langsung ke lokasi rental. Di tempat itu, LA mengaku membutuhkan kendaraan cukup banyak. Sedangkan MJ membujuk pemilik rental dan berusaha meyakinkan korban. ”Korban yang percaya dengan tersangka itu, akhirnya langsung menyerahkan enam unit motor Honda Beat kepada tersangka,” tuturnya.

Namun, ternyata oleh kedua tersangka tujuh unit tersebut langsung digadaikan. Untuk mengelabui aksinya, sejumlah motor tersebut digadaikan di kecamatan yang berbeda. ”Ada yang di Kecamatan Sempu dan kecamatan lainnya, dengan harga gadai sekitar Rp 4,5 juta hingga Rp 5 juta,” paparnya.

Baca Juga :  Emak-Emak Gelapkan Motor Sewaan

Untuk mengelabui pemiliknya, imbuh Arman, tersangka selalu beralasan ingin memperpanjang masa sewanya setiap hari. Sampai akhirnya, korban merasa curiga dan langsung melaporkan ke polisi. ”Keduanya langsung diamankan di rumah masing-masing,” tegasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, LA yang dalam kondisi hamil lima bulan itu tetap harus mendekam di ruang tahanan (rutan) Polresta Banyuwangi bersama MJ. Mereka dijerat pasal 372 dan 378 KUH Pidana tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman penjara selama 4 tahun. ”Keduanya dikenakan pasal yang sama karena memang satu rentetan,” pungkas Arman. (rio/bay/c1)

BANYUWANGI – Terbelit utang dan setoran, dua emak-emak asal Kecamatan Rogojampi nekat menggelapkan tujuh unit motor sewaan. Akibatnya, pengusaha rental motor, Untung, 50, warga Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Banyuwangi ini mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

Dua perempuan tersebut adalah LA, 41, dan MJ, 33, keduanya warga Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi. Kedua perempuan itu langsung ditetapkan sebagai tersangka.

Untuk melancarkan aksinya, kedua perempuan melakukan peran yang berbeda. Hal ini dilakukan untuk meyakinkan pemilik rental. LA mengaku sebagai pengusaha beras dan MJ bertugas membujuk atau meyakinkan pemilik rental. Untuk tujuh sepeda motor itu, disewa dengan cara bertahap dengan harga sewa sebesar Rp 100 ribu per unit per hari. ”Tujuh kendaraan ini kami temukan di beberapa kecamatan yang berbeda,” ujar Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifuddin kemarin (26/2).

Menurut Arman, kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan dua perempuan tersebut terungkap setelah korban melapor ke Polresta Banyuwangi. Polisi yang langsung melakukan penyelidikan mengamankan keduanya di rumahnya masing-masing. ”Keduanya ini mengaku teman dan juga bertetangga,” katanya.

Baca Juga :  Galang Dukungan Pembangunan Lobster Center

Dari penyelidikan polisi, LA ternyata mengaku menjadi pengusaha beras yang menyuplai barang ke sejumlah toko di Banyuwangi. Padahal, tersangka hanya sebagai ibu rumah tangga yang masih memiliki suami. ”Awalnya sewa satu unit sepeda motor Honda Beat dengan harga kesepakatan awal sebesar Rp 100 ribu per hari,” jelas Arman.

Setelah pinjam satu unit, LA bersama MJ datang langsung ke lokasi rental. Di tempat itu, LA mengaku membutuhkan kendaraan cukup banyak. Sedangkan MJ membujuk pemilik rental dan berusaha meyakinkan korban. ”Korban yang percaya dengan tersangka itu, akhirnya langsung menyerahkan enam unit motor Honda Beat kepada tersangka,” tuturnya.

Namun, ternyata oleh kedua tersangka tujuh unit tersebut langsung digadaikan. Untuk mengelabui aksinya, sejumlah motor tersebut digadaikan di kecamatan yang berbeda. ”Ada yang di Kecamatan Sempu dan kecamatan lainnya, dengan harga gadai sekitar Rp 4,5 juta hingga Rp 5 juta,” paparnya.

Baca Juga :  Kapolresta Cek Perlengkapan Bhabinkamtibmas

Untuk mengelabui pemiliknya, imbuh Arman, tersangka selalu beralasan ingin memperpanjang masa sewanya setiap hari. Sampai akhirnya, korban merasa curiga dan langsung melaporkan ke polisi. ”Keduanya langsung diamankan di rumah masing-masing,” tegasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, LA yang dalam kondisi hamil lima bulan itu tetap harus mendekam di ruang tahanan (rutan) Polresta Banyuwangi bersama MJ. Mereka dijerat pasal 372 dan 378 KUH Pidana tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman penjara selama 4 tahun. ”Keduanya dikenakan pasal yang sama karena memang satu rentetan,” pungkas Arman. (rio/bay/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/