alexametrics
23 C
Banyuwangi
Wednesday, August 17, 2022

H Sugirah Buktikan Petani Desa Mampu Bersaing

BANYUWANGI – H Sugirah terpilih menjadi salah satu tokoh hortikultura di Banyuwangi. Penganugerahan itu diberikan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banyuwangi dalam ajang PWI Award 2018 yang diselenggarakan di Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Sabtu malam (24/2).

Pria asal Dusun Krajan, Desa Saneporejo, Kecamatan Siliragung itu dinilai memiliki kontribusi besar dalam memajukan hortikultura di Banyuwangi. Meski tercatat sebagai anggota DPRD Banyuwangi, pria yang juga Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD ini tak lantas meninggalkan background dirinya sebagai petani.

Di sela-sela kesibukannya sebagai wakil rakyat, Sugirah tetap menjalankan aktivitas sebagai petani, khususnya petani hortikultura. Bahkan dia tidak segan turun sendiri ke lahan tanaman jeruk dan buah naga yang dia kembangkan.

Baca Juga :  Sahabat Sugirah Terbentuk Hingga Kecamatan dan Desa

Tidak itu saja, peran Sugirah juga dirasakan oleh kalangan petani di daerah Banyuwangi selatan. Suami Hj Budi Sayekti itu menunjukkan eksistensinya sebagai manager budi daya jeruk dan buah naga di lahan seluas sekitar 15 hektare (ha) miliknya. ”Dengan kerja keras, kerja ikhlas, dan cerdas. Kami ingin membuktikan, bahwa petani mampu berprestasi. Lebih dari itu, hasil dari bertani juga lebih menjanjikan,” ujar Wakil Ketua Bidang Hortikultura KTNA Banyuwangi itu.

Kiprahnya dalam bidang hortikultura sudah dirintis pria kelahiran Banyuwangi 1 Februari 1964 itu sejak 10 tahun silam. Hasilnya, dia yang dapat bantuan modal dari UD Segar Mandiri Genteng untuk menanam cabai. Penanaman cabai itu dia lakukan dengan penanganan optimal, mulai persiapan lahan hingga pascapanen. Hasil usaha cocok tanam cabai itulah dikelola untuk modal usaha.

Baca Juga :  Jika Terpilih, Jadi Petani Pertama yang Menjabat Wabup

Selain itu, lelaki yang dipercaya sebagai Ketua Gapoktan Sarinomo Desa Saneporejo itu juga mulai menanam buah naga dan jeruk sejak 10 tahun silam. Kini, Sugirah telah berhasil mengelola lahan hortikultura sekitar 25 hektare, dengan mempekerjakan 25 karyawan yang membantu dirinya mulai mempersiapkan lahan, hingga mengirim buah naga dan jeruk hasil produksinya ke berbagai kota di tanah air. ” Terima kasih atas penghargaan yang diberikan PWI. Ini menjadi penyemangat kami untuk terus berproses dalam memajukan dunia pertanian di kabupaten tercinta,” tandasnya. (ddy/afi)

BANYUWANGI – H Sugirah terpilih menjadi salah satu tokoh hortikultura di Banyuwangi. Penganugerahan itu diberikan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Banyuwangi dalam ajang PWI Award 2018 yang diselenggarakan di Pendapa Sabha Swagata Blambangan, Sabtu malam (24/2).

Pria asal Dusun Krajan, Desa Saneporejo, Kecamatan Siliragung itu dinilai memiliki kontribusi besar dalam memajukan hortikultura di Banyuwangi. Meski tercatat sebagai anggota DPRD Banyuwangi, pria yang juga Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD ini tak lantas meninggalkan background dirinya sebagai petani.

Di sela-sela kesibukannya sebagai wakil rakyat, Sugirah tetap menjalankan aktivitas sebagai petani, khususnya petani hortikultura. Bahkan dia tidak segan turun sendiri ke lahan tanaman jeruk dan buah naga yang dia kembangkan.

Baca Juga :  PPKM Darurat, Satpas SIM Polresta Banyuwangi Berikan Kompensasi

Tidak itu saja, peran Sugirah juga dirasakan oleh kalangan petani di daerah Banyuwangi selatan. Suami Hj Budi Sayekti itu menunjukkan eksistensinya sebagai manager budi daya jeruk dan buah naga di lahan seluas sekitar 15 hektare (ha) miliknya. ”Dengan kerja keras, kerja ikhlas, dan cerdas. Kami ingin membuktikan, bahwa petani mampu berprestasi. Lebih dari itu, hasil dari bertani juga lebih menjanjikan,” ujar Wakil Ketua Bidang Hortikultura KTNA Banyuwangi itu.

Kiprahnya dalam bidang hortikultura sudah dirintis pria kelahiran Banyuwangi 1 Februari 1964 itu sejak 10 tahun silam. Hasilnya, dia yang dapat bantuan modal dari UD Segar Mandiri Genteng untuk menanam cabai. Penanaman cabai itu dia lakukan dengan penanganan optimal, mulai persiapan lahan hingga pascapanen. Hasil usaha cocok tanam cabai itulah dikelola untuk modal usaha.

Baca Juga :  Jika Terpilih, Jadi Petani Pertama yang Menjabat Wabup

Selain itu, lelaki yang dipercaya sebagai Ketua Gapoktan Sarinomo Desa Saneporejo itu juga mulai menanam buah naga dan jeruk sejak 10 tahun silam. Kini, Sugirah telah berhasil mengelola lahan hortikultura sekitar 25 hektare, dengan mempekerjakan 25 karyawan yang membantu dirinya mulai mempersiapkan lahan, hingga mengirim buah naga dan jeruk hasil produksinya ke berbagai kota di tanah air. ” Terima kasih atas penghargaan yang diberikan PWI. Ini menjadi penyemangat kami untuk terus berproses dalam memajukan dunia pertanian di kabupaten tercinta,” tandasnya. (ddy/afi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/