alexametrics
24 C
Banyuwangi
Monday, August 15, 2022

Rendemen Tinggi, Harga Gabah Petani Turun

JawaPos.com – Hujan yang terjadi sepekan terakhir mulai berdampak pada kualitas panen padi. Kondisi tersebut menyebabkan harga gabah di tingkat petani menurun.

Salah seorang petani, Ahmad Wafi mengungkapkan, saat ini harga gabah di tingkat petani di Banyuwangi berada di kisaran Rp 4.700 per kg. Harga gabah tersebut cenderung turun dibanding sebelum musim penghujan. ”Sebelum turun hujan, harga gabah masih sempat di kisaran Rp 5.000 per kilogram,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, harga gabah di tingkat petani ini tidak dibarengi dengan kualitas panen yang dihasilkan. Sebab, hujan mengakibatkan kualitas tanaman turun, salah satunya dicerminkan dengan kadar air (rendemen) yang tinggi dari kondisi normal. ”Saat ini rendemen cukup tinggi,” jelasnya.

Baca Juga :  Padi Sering Diserang Wereng, Petani Ganti Menanam Jagung

Menurut Wafi, saat ini hasil panen mencapai enam ton per hektare atau 60 karung dengan isi per karung satu kuintal. Sementara dalam satu kuintal gabah dipotong rendemen antara 10 hingga 12 kilogram. ”Sudah harga turun, masih dipotong rendemen yang cukup besar,” jelasnya.

Namun demikian, kata Wafi produksi panen setiap hektarenya masih normal yakni di kisaran 6 ton. ”Kendalanya hanya potongan rendemen yang terlalu tinggi dan harga gabah turun,” tandasnya.

Hal senada juga diungkapkan Suharto, petani asal Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari. Menurutnya, minggu-minggu ini banyak petani yang mulai panen padi. Sayangnya, musim panen berbarengan dengan tingginya curah hujan.

Akibatnya, saat dipanen kandungan kadar air gabah cukup tinggi. Sehingga saat dijual, banyak potongan rendemen dan harga gabah juga turun. ”Kalau petani seperti saya tidak mungkin ditimbun untuk dikeringkan, butuh biaya yang cukup besar untuk pengeringan. Mending langsung dipotong rendemen daripada ribet,” pungkasnya. (ddy/afi/c1)

Baca Juga :  Pohon Beringin Lapuk Timpa Rumah Warga

JawaPos.com – Hujan yang terjadi sepekan terakhir mulai berdampak pada kualitas panen padi. Kondisi tersebut menyebabkan harga gabah di tingkat petani menurun.

Salah seorang petani, Ahmad Wafi mengungkapkan, saat ini harga gabah di tingkat petani di Banyuwangi berada di kisaran Rp 4.700 per kg. Harga gabah tersebut cenderung turun dibanding sebelum musim penghujan. ”Sebelum turun hujan, harga gabah masih sempat di kisaran Rp 5.000 per kilogram,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, harga gabah di tingkat petani ini tidak dibarengi dengan kualitas panen yang dihasilkan. Sebab, hujan mengakibatkan kualitas tanaman turun, salah satunya dicerminkan dengan kadar air (rendemen) yang tinggi dari kondisi normal. ”Saat ini rendemen cukup tinggi,” jelasnya.

Baca Juga :  Patut Ditiru! Ini Kiat Pemilik Warung Bertahan Selama PPKM Darurat

Menurut Wafi, saat ini hasil panen mencapai enam ton per hektare atau 60 karung dengan isi per karung satu kuintal. Sementara dalam satu kuintal gabah dipotong rendemen antara 10 hingga 12 kilogram. ”Sudah harga turun, masih dipotong rendemen yang cukup besar,” jelasnya.

Namun demikian, kata Wafi produksi panen setiap hektarenya masih normal yakni di kisaran 6 ton. ”Kendalanya hanya potongan rendemen yang terlalu tinggi dan harga gabah turun,” tandasnya.

Hal senada juga diungkapkan Suharto, petani asal Desa Watukebo, Kecamatan Blimbingsari. Menurutnya, minggu-minggu ini banyak petani yang mulai panen padi. Sayangnya, musim panen berbarengan dengan tingginya curah hujan.

Akibatnya, saat dipanen kandungan kadar air gabah cukup tinggi. Sehingga saat dijual, banyak potongan rendemen dan harga gabah juga turun. ”Kalau petani seperti saya tidak mungkin ditimbun untuk dikeringkan, butuh biaya yang cukup besar untuk pengeringan. Mending langsung dipotong rendemen daripada ribet,” pungkasnya. (ddy/afi/c1)

Baca Juga :  Dua Pelaku Pengeroyokan Diciduk

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/