alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Puluhan Pasangan Ikuti Isbat Nikah

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Puluhan pasangan tampak semringah, Jumat (24/6). Ada 59 pasangan yang akhirnya dinyatakan sah secara agama dan hukum sebagai suami istri. Mereka kini telah mengantongi buku nikah secara resmi setelah mengikuti isbat nikah yang difasilitasi oleh Polresta Banyuwangi di Desa Jelun, Kecamatan Licin, Banyuwangi.

Pasutri peserta sidang isbat massal tersebut berasal dari empat kecamatan. Dengan rincian, 34 pasang dari Kecamatan Licin, 14 pasang dari Kecamatan Glagah, 6 pasang dari Kecamatan Giri, dan 5 pasang asal Kecamatan Kalipuro. Dari 59 pasangan tersebut, hanya 57 pasangan yang bisa melaksanakan isbat nikah. Sebab, dua pasangan dianggap tidak memenuhi syarat.

Isbat nikah massal tersebut dibuka langsung oleh Kapolresta Banyuwangi AKBP Deddy Foury Millewa didampingi Wakapolresta AKBP Didik Harianto serta pejabat utama Polresta Banyuwangi. Dalam pelaksanaannya, pihaknya bekerja sama dengan Pengadilan Agama (PA) Banyuwangi serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Banyuwangi.

Kapolresta Banyuwangi AKBP Deddy Foury Millewa mengatakan, isbat nikah massal tersebut menjadi langkah awal yang baik. ”Dengan jumlah 59 pasangan ini, artinya 5 rukun Islam dan ada 9 pintu rezeki,” kata Mille, sapaan karibnya.

Baca Juga :  Jelang Sertijab, Waspadai Penipuan Catut Nama Kapolresta

Mille mengatakan, isbat nikal kali ini mengusung tema ”Nikah Sah di Jalan Allah”. Dia menyebut, ketika seseorang menikah di jalan Allah, maka semua pintu rezeki dari 9 penjuru arah akan dibuka. ”Kami sangat berterima kasih kepada seluruh pasangan yang telah mau menikah di jalan Allah. Sehingga, ketika semua pasangan sah, maka mereka memiliki kepastian hukum yang jelas,” ungkapnya.

Mille berharap, kegiatan isbat nikah yang diselenggarakan Polresta ini bisa membantu masyarakat. Terutama, bagi mereka yang selama ini belum mendapatkan buku nikah. ”Ketika para pasangan memiliki buku nikah, maka mereka bisa melakukan pengurusan kependudukan dengan mudah. Sehingga, selain sah di mata Allah juga sah di mata hukum,” jelasnya.

Mille menambahkan, pelaksanaan isbat nikah ini sekaligus untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Banyuwangi. Pasangan yang sah di mata hukum dan agama akan lebih mudah diterima di lingkungan. ”Kita harap seluruh pasangan yang menjalani isbat menjadi pasangan yang sakinah mawadah waramah. Terutama bisa langgeng dan tetap dalam perlindungan Allah,” pungkasnya.

Baca Juga :  Berbagi Senyum untuk Negeri, Polresta Bagikan 2.000 Bingkisan

Sementara itu, Panitera Pengadilan Agama (PA) Banyuwangi Subandi menjelaskan, syarat untuk menjalani isbat nikah ini cukup mudah. Masyarakat cukup menyerahkan KTP, KK, surat nikah siri, serta akta cerai atau pun akta kematian pasangan. ”Fasilitas dari Polresta Banyuwangi ini sangat membantu PA Banyuwangi sehingga mempercepat maupun mencakup semua masyarakat. Terutama masyarakat pelosok desa,” katanya.

Subandi mengatakan, pelaksanaan isbat nikah ini bisa meng-cover kebutuhan masyarakat sekaligus. Terutama dalam hal pengurusan kependudukan. ”Dengan terobosan Polresta Banyuwangi ini, cukup mempermudah masyarakat. Karena ketika menjalani sidang isbat hari ini, maka pengurusan akta maupun kependudukan juga otomatis berubah dan bisa langsung diambil. Bahkan masyarakat tidak ditarik biaya apa pun alias gratis,” terangnya.

Salah satu pasangan isbat nikah, Samsul dan Sanaten, warga Lingkungan Payaman, Kelurahan Giri, mengaku senang bisa mengikuti isbat nikah. ”Saya sendiri sudah nikah siri sejak Januari 2022 lalu, sejak itu saya tidak bisa melakukan pengurusan kependudukan. Makanya, kita sangat berterima kasih kepada Polresta Banyuwangi,” ungkap Samsul. (rio/afi/c1)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Puluhan pasangan tampak semringah, Jumat (24/6). Ada 59 pasangan yang akhirnya dinyatakan sah secara agama dan hukum sebagai suami istri. Mereka kini telah mengantongi buku nikah secara resmi setelah mengikuti isbat nikah yang difasilitasi oleh Polresta Banyuwangi di Desa Jelun, Kecamatan Licin, Banyuwangi.

Pasutri peserta sidang isbat massal tersebut berasal dari empat kecamatan. Dengan rincian, 34 pasang dari Kecamatan Licin, 14 pasang dari Kecamatan Glagah, 6 pasang dari Kecamatan Giri, dan 5 pasang asal Kecamatan Kalipuro. Dari 59 pasangan tersebut, hanya 57 pasangan yang bisa melaksanakan isbat nikah. Sebab, dua pasangan dianggap tidak memenuhi syarat.

Isbat nikah massal tersebut dibuka langsung oleh Kapolresta Banyuwangi AKBP Deddy Foury Millewa didampingi Wakapolresta AKBP Didik Harianto serta pejabat utama Polresta Banyuwangi. Dalam pelaksanaannya, pihaknya bekerja sama dengan Pengadilan Agama (PA) Banyuwangi serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Banyuwangi.

Kapolresta Banyuwangi AKBP Deddy Foury Millewa mengatakan, isbat nikah massal tersebut menjadi langkah awal yang baik. ”Dengan jumlah 59 pasangan ini, artinya 5 rukun Islam dan ada 9 pintu rezeki,” kata Mille, sapaan karibnya.

Baca Juga :  Amankan Larangan Mudik, Kerahkan Seribu Personel

Mille mengatakan, isbat nikal kali ini mengusung tema ”Nikah Sah di Jalan Allah”. Dia menyebut, ketika seseorang menikah di jalan Allah, maka semua pintu rezeki dari 9 penjuru arah akan dibuka. ”Kami sangat berterima kasih kepada seluruh pasangan yang telah mau menikah di jalan Allah. Sehingga, ketika semua pasangan sah, maka mereka memiliki kepastian hukum yang jelas,” ungkapnya.

Mille berharap, kegiatan isbat nikah yang diselenggarakan Polresta ini bisa membantu masyarakat. Terutama, bagi mereka yang selama ini belum mendapatkan buku nikah. ”Ketika para pasangan memiliki buku nikah, maka mereka bisa melakukan pengurusan kependudukan dengan mudah. Sehingga, selain sah di mata Allah juga sah di mata hukum,” jelasnya.

Mille menambahkan, pelaksanaan isbat nikah ini sekaligus untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Banyuwangi. Pasangan yang sah di mata hukum dan agama akan lebih mudah diterima di lingkungan. ”Kita harap seluruh pasangan yang menjalani isbat menjadi pasangan yang sakinah mawadah waramah. Terutama bisa langgeng dan tetap dalam perlindungan Allah,” pungkasnya.

Baca Juga :  Tolak Impor Beras, Mahasiswa Unjuk Rasa

Sementara itu, Panitera Pengadilan Agama (PA) Banyuwangi Subandi menjelaskan, syarat untuk menjalani isbat nikah ini cukup mudah. Masyarakat cukup menyerahkan KTP, KK, surat nikah siri, serta akta cerai atau pun akta kematian pasangan. ”Fasilitas dari Polresta Banyuwangi ini sangat membantu PA Banyuwangi sehingga mempercepat maupun mencakup semua masyarakat. Terutama masyarakat pelosok desa,” katanya.

Subandi mengatakan, pelaksanaan isbat nikah ini bisa meng-cover kebutuhan masyarakat sekaligus. Terutama dalam hal pengurusan kependudukan. ”Dengan terobosan Polresta Banyuwangi ini, cukup mempermudah masyarakat. Karena ketika menjalani sidang isbat hari ini, maka pengurusan akta maupun kependudukan juga otomatis berubah dan bisa langsung diambil. Bahkan masyarakat tidak ditarik biaya apa pun alias gratis,” terangnya.

Salah satu pasangan isbat nikah, Samsul dan Sanaten, warga Lingkungan Payaman, Kelurahan Giri, mengaku senang bisa mengikuti isbat nikah. ”Saya sendiri sudah nikah siri sejak Januari 2022 lalu, sejak itu saya tidak bisa melakukan pengurusan kependudukan. Makanya, kita sangat berterima kasih kepada Polresta Banyuwangi,” ungkap Samsul. (rio/afi/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/