alexametrics
25.6 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Demi Ketertiban Berkendara, Warga Dukung Penerapan Tilang Elektronik

TEGALSARI, Radar Genteng – Penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) oleh Satlantas Polresta Banyuwangi hingga di kota kecil di wilayah Kota Gandrung, mendapat dukungan dari masyarakat. Dengan cara ini, diharapkan pemotor bisa lebih waspada.

Salah satu warga Luki Andrie Awan, 24, asal Desa/Kecamatan Gambiran mengaku mendukung penerapan ETLE demi ketertiban dan keselamatan saat berkendara. “Seharusnya pengendara motor itu harus safety dengan menggunakan helm untuk melindungi kepala,” katanya.

Apalagi, tambah dia, bila berkendara motor dalam perjalanan jauh yang sangat rawan. Hanya saja, penerapan ETLE mobile ini sebaiknya diberlakukan di ruas jalan kabupaten atau jalan besar yang sering dilewati pengendara. “Utamanya yang rawan pelanggaran lalu lintas atau kecelakaan, bukan di jalan desa,” ujarnya.

Baca Juga :  Mobilitas Tinggi, Personel Polresta Wajib Jalani Pemeriksaan Kesehatan

Warga lainnya Aftonil Mubarok, 27, asal Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari mengatakan, sistem ETLE ini memudahkan polisi menemukan pelanggar lalu lintas. Tetapi, petugas harus selektif dalam memilih tempat dalam ETLE mobile. Ditakutkan ada kegaduhan saat petani yang hendak ke sawah karena terkena ETLE Mobile,” ujarnya.

Menurut Aftonil, meski sudah ada teknologi yang mempermudah pekerjaan polisi, jangan sampai menjadi penyebab kemalasan untuk turun jalan. Polisi diharapkan tetap turun langsung ke lapangan untuk mengayomi, dan memberi himbauan secara langsung kepada para pelanggar. “Karena terkadang masyarakat juga ada yang bandel dan tidak menghiraukan peraturan,” ujarnya.(mg5/abi)

TEGALSARI, Radar Genteng – Penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) oleh Satlantas Polresta Banyuwangi hingga di kota kecil di wilayah Kota Gandrung, mendapat dukungan dari masyarakat. Dengan cara ini, diharapkan pemotor bisa lebih waspada.

Salah satu warga Luki Andrie Awan, 24, asal Desa/Kecamatan Gambiran mengaku mendukung penerapan ETLE demi ketertiban dan keselamatan saat berkendara. “Seharusnya pengendara motor itu harus safety dengan menggunakan helm untuk melindungi kepala,” katanya.

Apalagi, tambah dia, bila berkendara motor dalam perjalanan jauh yang sangat rawan. Hanya saja, penerapan ETLE mobile ini sebaiknya diberlakukan di ruas jalan kabupaten atau jalan besar yang sering dilewati pengendara. “Utamanya yang rawan pelanggaran lalu lintas atau kecelakaan, bukan di jalan desa,” ujarnya.

Baca Juga :  Pelaku Bom Ikan Mulai Jalani Sidang

Warga lainnya Aftonil Mubarok, 27, asal Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari mengatakan, sistem ETLE ini memudahkan polisi menemukan pelanggar lalu lintas. Tetapi, petugas harus selektif dalam memilih tempat dalam ETLE mobile. Ditakutkan ada kegaduhan saat petani yang hendak ke sawah karena terkena ETLE Mobile,” ujarnya.

Menurut Aftonil, meski sudah ada teknologi yang mempermudah pekerjaan polisi, jangan sampai menjadi penyebab kemalasan untuk turun jalan. Polisi diharapkan tetap turun langsung ke lapangan untuk mengayomi, dan memberi himbauan secara langsung kepada para pelanggar. “Karena terkadang masyarakat juga ada yang bandel dan tidak menghiraukan peraturan,” ujarnya.(mg5/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/