alexametrics
23.8 C
Banyuwangi
Monday, August 15, 2022

Enam Klaster Baru Muncul, Sepekan 18 Orang Meninggal karena Covid-19

RadarBanyuwangi.id – Jumlah penderita Covid-19 dalam sepekan terakhir di Banyuwangi naik signifikan. Dari data Satgas Covid-19, tercatat ada 343 kasus baru dan 18 kasus kematian sejak Kamis (17/6) hingga kemarin (23/6).

Tingginya angka penularan dan kematian memicu naiknya rerata angka kematian yang sebelumnya berkutat di angka 9 persen menjadi 10 persen. Bahkan, lonjakan kasus yang terjadi kemarin (23/6), yaitu 79 kasus baru, mencatatkan Banyuwangi sebagai daerah dengan penularan tertinggi. Kabupaten Bangkalan 70 kasus dan Surabaya 62 kasus.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Banyuwangi dr Widji Lestariono mengatakan, lonjakan tersebut tidak lepas dari ditemukannya enam klaster baru penularan virus korona selama bulan Juni di Banyuwangi. Di samping itu, secara nasional juga terjadi tren peningkatan penularan virus korona, baik di Jawa Timur dan di kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung.

”Benar, kita menyumbang penularan angka tertinggi di Jawa Timur hari ini (kemarin). Ini karena masih ada perkembangan kasus dari klaster-klaster yang ada,” jelas Rio kepada RadarBanyuwangi.id.

Baca Juga :  ”Bela UMKM”, Bareng-Bareng Pulih dari Pandemi

Tingginya angka tersebut tak lepas dari upaya petugas untuk terus memperluas tracing sehingga ketika penularan masih terus terjadi, maka peningkatan jumlah pasien juga masih akan terus berlangsung. Bahkan, kemarin ada salah satu pasien dari klaster hajatan di Desa Sumbersari, Kecamatan Purwoharjo, meninggal dunia.

Total ada dua orang dari klaster hajatan yang meninggal. ”Kita belum bisa melihat ini varian baru atau tidak. Yang jelas semua hasil pemeriksaan terus kita kirim ke provinsi,” pungkas Rio.

Diberitakan sebelumnya, munculnya enam klaster baru penularan Covid-19 memicu rasio tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy ratio/BOR) di sejumlah rumah sakit rujukan. Hingga Selasa (22/6), 80 persen BOR untuk tempat tidur (bed) ruang ICU Covid dinyatakan penuh. Artinya, ada banyak pasien dengan kondisi berat sedang menjalani perawatan di enam rumah sakit rujukan Covid-19.

Baca Juga :  Jalur Menuju Kawah Ijen Sudah Bisa Dilewati

Ipuk mengatakan pemkab akan melakukan beberapa langkah sebagai upaya penanganan kasus Covid-19. Di antaranya dengan menambah kapasitas tempat tidur. Ipuk mengungkapkan, untuk BOR non-ICU, saat ini di Banyuwangi berkisar 44 persen. Ipuk meminta kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Ipuk khawatir jika kasus terus melonjak, fasilitas kesehatan akan kewalahan seperti yang terjadi di berbagai kabupaten/kota tanah air.

Selain menyiapkan rumah sakit, Satgas Covid-19 kembali menyiapkan tempat isolasi terpusat non-rumah sakit bagi yang tidak memiliki gejala klinis (OTG). ”Tenaga kesehatan tidak bisa kerja sendirian, Pak Polisi dan TNI tidak bisa kerja sendirian. Mohon kesadaran bersama untuk tetap patuh prokes. Gedung Balai Diklat ASN telah kami siapkan. Tinggal menentukan skema teknis moving-nya saja. Hari ini detailnya kita bahas,” kata Ipuk. (fre/aif/c1)

RadarBanyuwangi.id – Jumlah penderita Covid-19 dalam sepekan terakhir di Banyuwangi naik signifikan. Dari data Satgas Covid-19, tercatat ada 343 kasus baru dan 18 kasus kematian sejak Kamis (17/6) hingga kemarin (23/6).

Tingginya angka penularan dan kematian memicu naiknya rerata angka kematian yang sebelumnya berkutat di angka 9 persen menjadi 10 persen. Bahkan, lonjakan kasus yang terjadi kemarin (23/6), yaitu 79 kasus baru, mencatatkan Banyuwangi sebagai daerah dengan penularan tertinggi. Kabupaten Bangkalan 70 kasus dan Surabaya 62 kasus.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Banyuwangi dr Widji Lestariono mengatakan, lonjakan tersebut tidak lepas dari ditemukannya enam klaster baru penularan virus korona selama bulan Juni di Banyuwangi. Di samping itu, secara nasional juga terjadi tren peningkatan penularan virus korona, baik di Jawa Timur dan di kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung.

”Benar, kita menyumbang penularan angka tertinggi di Jawa Timur hari ini (kemarin). Ini karena masih ada perkembangan kasus dari klaster-klaster yang ada,” jelas Rio kepada RadarBanyuwangi.id.

Baca Juga :  Sampaikan Permintaan Maaf, Bupati Ipuk Bagi Beras Kepada Karyawan Toko

Tingginya angka tersebut tak lepas dari upaya petugas untuk terus memperluas tracing sehingga ketika penularan masih terus terjadi, maka peningkatan jumlah pasien juga masih akan terus berlangsung. Bahkan, kemarin ada salah satu pasien dari klaster hajatan di Desa Sumbersari, Kecamatan Purwoharjo, meninggal dunia.

Total ada dua orang dari klaster hajatan yang meninggal. ”Kita belum bisa melihat ini varian baru atau tidak. Yang jelas semua hasil pemeriksaan terus kita kirim ke provinsi,” pungkas Rio.

Diberitakan sebelumnya, munculnya enam klaster baru penularan Covid-19 memicu rasio tingkat keterisian tempat tidur (bed occupancy ratio/BOR) di sejumlah rumah sakit rujukan. Hingga Selasa (22/6), 80 persen BOR untuk tempat tidur (bed) ruang ICU Covid dinyatakan penuh. Artinya, ada banyak pasien dengan kondisi berat sedang menjalani perawatan di enam rumah sakit rujukan Covid-19.

Baca Juga :  RTH Maron Ditutup, Perputaran Uang Puluhan Juta Hilang

Ipuk mengatakan pemkab akan melakukan beberapa langkah sebagai upaya penanganan kasus Covid-19. Di antaranya dengan menambah kapasitas tempat tidur. Ipuk mengungkapkan, untuk BOR non-ICU, saat ini di Banyuwangi berkisar 44 persen. Ipuk meminta kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan. Ipuk khawatir jika kasus terus melonjak, fasilitas kesehatan akan kewalahan seperti yang terjadi di berbagai kabupaten/kota tanah air.

Selain menyiapkan rumah sakit, Satgas Covid-19 kembali menyiapkan tempat isolasi terpusat non-rumah sakit bagi yang tidak memiliki gejala klinis (OTG). ”Tenaga kesehatan tidak bisa kerja sendirian, Pak Polisi dan TNI tidak bisa kerja sendirian. Mohon kesadaran bersama untuk tetap patuh prokes. Gedung Balai Diklat ASN telah kami siapkan. Tinggal menentukan skema teknis moving-nya saja. Hari ini detailnya kita bahas,” kata Ipuk. (fre/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/