alexametrics
26.2 C
Banyuwangi
Sunday, August 14, 2022

Selama Penyekatan, Paksa Putar Balik 364 Kendaraan

RadarBanyuwangi.id – Meski larangan mudik sudah berakhir, pemeriksaan di perbatasan masih akan dilanjutkan. Penyekatan  kemungkinan masih akan dilakukan sampai akhir bulan Mei. Kepolisian masih menunggu surat perintah dari Mabes Polri terkait perpanjangan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) yang seharusnya berakhir sejak kemarin (24/5). ”Kemungkinan KRYD akan diperpanjang,” ujar Kapolresta Kombespol Arman Asmara Syarifuddin.

Pos-pos penyekatan di perbatasan seperti Wongsorejo, Kalibaru, Ketapang, dan Licin masih akan tetap beroperasi hingga ada keputusan pasti kapan KRYD berakhir. ”Setelah operasi ketupat, kita lakukan penyekatan dengan memeriksa surat bebas Covid,” tegas Arman.

Selama masa penyekatan sejak 6 Mei sampai 24 Mei, sudah ada 6.637 kendaraan yang diperiksa oleh petugas kepolisian. Sebanyak 364 kendaraan diminta putar balik karena tidak membawa dokumen yang menjadi syarat untuk bepergian di masa larangan mudik. Rinciannya 143 roda dua, 208 roda empat, 3 bus, dan 10 kendaraan barang yang bukan mengangkut kebutuhan logistik. ”Yang paling banyak kita lakukan di Pelabuhan Ketapang,” kata Arman.  

Baca Juga :  JMSI Penuhi Persyaratan Jadi Konstituen Dewan Pers

Selama posko penyekatan masih berdiri, semua kendaraan yang melintasi perbatasan akan diminta  menunjukkan surat bukti rapid tes atau GeNose. Pihaknya meminta kepada Polres Jembrana untuk tetap melakukan pengetatan di Gilimanuk. ”Substansi dari penyekatan adalah memastikan semua orang yang melintas antar-kabupaten dalam kondisi sehat,” kata Arman.

Sementara itu, posko-posko di perbatasan masih tetap melakukan aktivitasnya. Salah satunya di Posko Wongsorejo. Kapolsek Wongsorejo Iptu Sudarso mengatakan, posko di wilayahnya masih tetap berdiri. Semua petugas diminta untuk tetap berjaga di posko seperti biasa. Setiap hari, ada 12 aparat gabungan dari TNI, Polri, dan Dishub yang masih bertugas.

”Prosedurnya sama, kita hentikan kendaraan yang akan melintas terutama pelat nomor luar. Kalau tidak membawa rapid test, kita arahkan ke puskesmas terdekat. Kecuali mereka mau ke Bali, rapid test-nya di Pelabuhan Ketapang,” kata mantan Kapolsek KP3 itu.

Baca Juga :  Penumpang Feri Full, Pesawat Penuh

Terkait frekuensi kendaraan, imbuh Sudarso, kemarin masih dalam kondisi normal. Ada 40 kendaraan dari luar kota yang melintas dalam tempo tiga jam. Petugas memastikan kendaraan tersebut berisi orang-orang yang terbebas dari Covid-19. ”Setelah tanggal 19 Mei sampai tanggal 24 Mei tidak ada putar balik, kita hanya memastikan semuanya sehat,” pungkasnya. (fre/aif/c1)

RadarBanyuwangi.id – Meski larangan mudik sudah berakhir, pemeriksaan di perbatasan masih akan dilanjutkan. Penyekatan  kemungkinan masih akan dilakukan sampai akhir bulan Mei. Kepolisian masih menunggu surat perintah dari Mabes Polri terkait perpanjangan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) yang seharusnya berakhir sejak kemarin (24/5). ”Kemungkinan KRYD akan diperpanjang,” ujar Kapolresta Kombespol Arman Asmara Syarifuddin.

Pos-pos penyekatan di perbatasan seperti Wongsorejo, Kalibaru, Ketapang, dan Licin masih akan tetap beroperasi hingga ada keputusan pasti kapan KRYD berakhir. ”Setelah operasi ketupat, kita lakukan penyekatan dengan memeriksa surat bebas Covid,” tegas Arman.

Selama masa penyekatan sejak 6 Mei sampai 24 Mei, sudah ada 6.637 kendaraan yang diperiksa oleh petugas kepolisian. Sebanyak 364 kendaraan diminta putar balik karena tidak membawa dokumen yang menjadi syarat untuk bepergian di masa larangan mudik. Rinciannya 143 roda dua, 208 roda empat, 3 bus, dan 10 kendaraan barang yang bukan mengangkut kebutuhan logistik. ”Yang paling banyak kita lakukan di Pelabuhan Ketapang,” kata Arman.  

Baca Juga :  Ajak MUI Berperan Aktif dalam Pembangunan

Selama posko penyekatan masih berdiri, semua kendaraan yang melintasi perbatasan akan diminta  menunjukkan surat bukti rapid tes atau GeNose. Pihaknya meminta kepada Polres Jembrana untuk tetap melakukan pengetatan di Gilimanuk. ”Substansi dari penyekatan adalah memastikan semua orang yang melintas antar-kabupaten dalam kondisi sehat,” kata Arman.

Sementara itu, posko-posko di perbatasan masih tetap melakukan aktivitasnya. Salah satunya di Posko Wongsorejo. Kapolsek Wongsorejo Iptu Sudarso mengatakan, posko di wilayahnya masih tetap berdiri. Semua petugas diminta untuk tetap berjaga di posko seperti biasa. Setiap hari, ada 12 aparat gabungan dari TNI, Polri, dan Dishub yang masih bertugas.

”Prosedurnya sama, kita hentikan kendaraan yang akan melintas terutama pelat nomor luar. Kalau tidak membawa rapid test, kita arahkan ke puskesmas terdekat. Kecuali mereka mau ke Bali, rapid test-nya di Pelabuhan Ketapang,” kata mantan Kapolsek KP3 itu.

Baca Juga :  Pasar Hewan Tutup, Peternak Sapi Merugi

Terkait frekuensi kendaraan, imbuh Sudarso, kemarin masih dalam kondisi normal. Ada 40 kendaraan dari luar kota yang melintas dalam tempo tiga jam. Petugas memastikan kendaraan tersebut berisi orang-orang yang terbebas dari Covid-19. ”Setelah tanggal 19 Mei sampai tanggal 24 Mei tidak ada putar balik, kita hanya memastikan semuanya sehat,” pungkasnya. (fre/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/