alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Sunday, August 14, 2022

Sembahyang Tolak Bala sebelum Cap Go Meh

Jawa Pos.com – Rangkaian perayaan tahun baru Imlek terus berlangsung di Kelenteng Hoo Tong Bio, Banyuwangi. Sejumlah umat Konghucu melaksanakan sembahyang Cie Swak atau sembahyang tolak bala tepat Sabtu tengah malam (24/2).

Sembahyang Cie Swak merupakan rangkaian dari perayaan Imlek. Sembahyang tersebut untuk menolak bala di tahun anjing tanah sesuai dengan kalender Tionghoa. Sembahyang ini dianggap penting terutama bagi mereka yang memiliki shio yang tidak sinkron dengan tahun anjing tanah.

Sesuai tradisi, ritual tersebut selalu dilaksanakan sebelum perayaan Cap Go Meh yang merupakan musim berkah. Jadi, sebelum berkah diturunkan, umat sudah membersihkan diri melalui sembahyang Cie Swak.

Wakil Ketua Pengurus Harian Kelenteng Hoo Tong Bio Beni Purnomo menjelaskan, sembahyang Cie Swak merupakan sembahyang untuk mengawali serangkaian perayaan Imlek. Dalam ritual tersebut dilakukan tolak bala atau membuang sial shio-shio yang bertentangan dengan tahun anjing tanah. Shio yang bertentangan harus diruwat agar tidak tertimpa jiong (sial). ”Shio yang harus diruwat tersebut meliputi shio kambing dan shio naga. Itu bertentangan dengan tahun anjing tanah sehingga harus diruwat,” jelas Beni.

Baca Juga :  Hujan Turun Merata, Korsda Banyuwangi Siaga 1 Banjir

Upacara Cie Swak malam itu dihadiri 50 umat. Mereka mengawali dengan sembahyang memohon izin memulai ritual. Lalu, mereka membakar lilin dilanjutkan dengan membakar dupa di teras kelenteng. Dipimpin rohaniawan, mereka membaca doa yang tertulis di kertas. Usai berdoa, kertas dibakar.

Setelah acara ruwat, persembahan buah yang dibawa oleh peserta dibagikan kepada warga sekitar. ”Ada banyak buah yang dibawa umat. Akan tetapi ada beberapa buah yang tidak boleh dibawa. Buah tersebut yang memiliki ciri-ciri memiliki kulit berduri tajam seperti durian dan salak,” tandas Beni.

Jawa Pos.com – Rangkaian perayaan tahun baru Imlek terus berlangsung di Kelenteng Hoo Tong Bio, Banyuwangi. Sejumlah umat Konghucu melaksanakan sembahyang Cie Swak atau sembahyang tolak bala tepat Sabtu tengah malam (24/2).

Sembahyang Cie Swak merupakan rangkaian dari perayaan Imlek. Sembahyang tersebut untuk menolak bala di tahun anjing tanah sesuai dengan kalender Tionghoa. Sembahyang ini dianggap penting terutama bagi mereka yang memiliki shio yang tidak sinkron dengan tahun anjing tanah.

Sesuai tradisi, ritual tersebut selalu dilaksanakan sebelum perayaan Cap Go Meh yang merupakan musim berkah. Jadi, sebelum berkah diturunkan, umat sudah membersihkan diri melalui sembahyang Cie Swak.

Wakil Ketua Pengurus Harian Kelenteng Hoo Tong Bio Beni Purnomo menjelaskan, sembahyang Cie Swak merupakan sembahyang untuk mengawali serangkaian perayaan Imlek. Dalam ritual tersebut dilakukan tolak bala atau membuang sial shio-shio yang bertentangan dengan tahun anjing tanah. Shio yang bertentangan harus diruwat agar tidak tertimpa jiong (sial). ”Shio yang harus diruwat tersebut meliputi shio kambing dan shio naga. Itu bertentangan dengan tahun anjing tanah sehingga harus diruwat,” jelas Beni.

Baca Juga :  Dukung Pemberantasan Miras, Ketua ARM Dapat Reward Kapolres

Upacara Cie Swak malam itu dihadiri 50 umat. Mereka mengawali dengan sembahyang memohon izin memulai ritual. Lalu, mereka membakar lilin dilanjutkan dengan membakar dupa di teras kelenteng. Dipimpin rohaniawan, mereka membaca doa yang tertulis di kertas. Usai berdoa, kertas dibakar.

Setelah acara ruwat, persembahan buah yang dibawa oleh peserta dibagikan kepada warga sekitar. ”Ada banyak buah yang dibawa umat. Akan tetapi ada beberapa buah yang tidak boleh dibawa. Buah tersebut yang memiliki ciri-ciri memiliki kulit berduri tajam seperti durian dan salak,” tandas Beni.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

DKB Gelar Workshop Teater dan Pantomim

Tarif Ojol Akan Naik

Ditinggal Ziarah Haji, Rumah Terbakar

/