alexametrics
27.5 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

20 Ribu Pelanggar Protokol Kesehatan Jalani Sidang

Jawa Pos Radar Banyuwangi – Angka pelanggar protokol kesehatan (prokes) selama Covid-19 cukup tinggi. Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi mencatat ada 20.088 pelanggar yang sudah disidangkan.

Puluhan ribu pelanggar tersebut sudah menjalani sidang sesuai dengan Inpres Nomor 06 Tahun 2020. Para pelanggar didapati tidak menggunakan masker saat operasi yustisi digelar aparat gabungan.

Ketua PN Banyuwangi Kelas IA Nova Flory Bunda melalui Plt Humas Diki Ramdani mengakui angka pelanggaran prokes masih cukup tinggi. Selama operasi yustisi digencarkan, ada 20.088 pelanggar yang sudah menjalani sidang di tahun 2020. ”Mereka sudah  disidangkan dan dikenai denda. Bentuk pelanggarannya tidak mengenakan masker. Itu sudah termasuk pelanggaran di seluruh kecamatan,” kata Diki.

Baca Juga :  11 Unit Set Modul Milik Telkom Raib, Jaringan Terganggu

Di awal tahun 2021, setidaknya ada 500 pelanggar. Jika ditotal dari tahun 2020 hingga 2021, jumlah pelanggar mencapai 20.588 orang. ”Semua bentuk pelanggaran sidang di tempat maupun  di PN,” papar Diki.

Untuk denda, kata Diki,  mengacu kepada Inpres Nomor 06 Tahun 2020 karena masyarakat masih dalam masa pandemi Covid-19. ”Kita tidak begitu ketat dengan aturan karena masih mempertimbangkan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Sementara nominal denda yang harus dibayar bervariasi, mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 100 ribu. Denda tersebut dilihat dari pelanggaran yang dilakukan. ”Kami harap masyarakat bisa meningkatkan penerapan prokes,” pungkas Diki. (rio/aif/c1)

Jawa Pos Radar Banyuwangi – Angka pelanggar protokol kesehatan (prokes) selama Covid-19 cukup tinggi. Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi mencatat ada 20.088 pelanggar yang sudah disidangkan.

Puluhan ribu pelanggar tersebut sudah menjalani sidang sesuai dengan Inpres Nomor 06 Tahun 2020. Para pelanggar didapati tidak menggunakan masker saat operasi yustisi digelar aparat gabungan.

Ketua PN Banyuwangi Kelas IA Nova Flory Bunda melalui Plt Humas Diki Ramdani mengakui angka pelanggaran prokes masih cukup tinggi. Selama operasi yustisi digencarkan, ada 20.088 pelanggar yang sudah menjalani sidang di tahun 2020. ”Mereka sudah  disidangkan dan dikenai denda. Bentuk pelanggarannya tidak mengenakan masker. Itu sudah termasuk pelanggaran di seluruh kecamatan,” kata Diki.

Baca Juga :  Pemkab Situbondo Akan Beli 5.000 GeNose untuk Santri

Di awal tahun 2021, setidaknya ada 500 pelanggar. Jika ditotal dari tahun 2020 hingga 2021, jumlah pelanggar mencapai 20.588 orang. ”Semua bentuk pelanggaran sidang di tempat maupun  di PN,” papar Diki.

Untuk denda, kata Diki,  mengacu kepada Inpres Nomor 06 Tahun 2020 karena masyarakat masih dalam masa pandemi Covid-19. ”Kita tidak begitu ketat dengan aturan karena masih mempertimbangkan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Sementara nominal denda yang harus dibayar bervariasi, mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 100 ribu. Denda tersebut dilihat dari pelanggaran yang dilakukan. ”Kami harap masyarakat bisa meningkatkan penerapan prokes,” pungkas Diki. (rio/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/