alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Sunday, August 14, 2022

Selama Idul Adha, Rumah Pemotongan Hewan Kebanjiran Order

RadarBanyuwangi.id – Rumah pemotongan hewan (RPH) di Banyuwangi kebanjiran order penyembelihan hewan kurban, kemarin (20/7). Selama berlangsung PPKM Darurat, ada kebijakan pembatasan penyembelihan hewan kurban yang selama ini berlangsung di masjid maupun musala.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, penyembelihan hewan tersebut dilakukan oleh empat tim dari Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi. Dari pukul 08.00 hingga 13.30, jumlah orderan pemotongan di RPH Banyuwangi mencapai 20 ekor. Kebanyakan peminatnya individu maupun kelompok.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Pertanian dan Pangan Nanang Sugiharto mengatakan, pada hari pertama Idul Adha, peminat pemotongan hewan di RPH cukup bagus. Jumlah kurban mencapai 20 ekor, baik dari kelompok maupun instansi. ”Ada peningkatan cukup bagus dari tahun sebelumnya,” kata Nanang.

Baca Juga :  Pemkab Akan Telusuri Sertifikat PT Lundin

Dengan banyaknya warga yang mendatangi RPH, kata Nanang, menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat dalam kondisi PPKM Darurat cukup bagus. Itu dilandasi oleh peraturan pemerintah pusat tentang pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dapat melalui RPH untuk mengurangi kerumunan selama penyembelihan berlangsung. ”Ini ada dari yayasan maupun masjid dan musala,” ujarnya.

Dengan meningkatnya pemotongan hewan kurban di RPH, Nanang memastikan pelaksanaan penyembelihan dilakukan melalui prokes yang ketat. Waktu penyembelihan juga dibatasi. Pada hari pertama penyembelihan dimulai pukul 08.00 hingga pukul 15.00. Sedangkan hari kedua dan ketiga, waktu penyembelihan dimajukan. ”Demi menghindari kerumunan kita bagi beberapa hari, sedangkan yang masuk ke RPH hanya orang yang berkepentingan saja,” terangnya.

Baca Juga :  Sempat ”Obral” Kepala Barong, Mustaqbilal Senang Terima Bantuan

Nanang menambahkan, sebelum disembelih hewan kurban lebih dulu diperiksa kesehatannya. Mulai kesehatan mata, bulu, mulut, gigi, termasuk lendir dari hidung hewan kurban diperiksa secara teliti. ”Sebelum disembelih dagingnya kita periksa lagi. Daging kurban dipastikan layak konsumsi,” tandas pria kelahiran Tulungagung itu. (rio/aif/c1)

RadarBanyuwangi.id – Rumah pemotongan hewan (RPH) di Banyuwangi kebanjiran order penyembelihan hewan kurban, kemarin (20/7). Selama berlangsung PPKM Darurat, ada kebijakan pembatasan penyembelihan hewan kurban yang selama ini berlangsung di masjid maupun musala.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, penyembelihan hewan tersebut dilakukan oleh empat tim dari Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi. Dari pukul 08.00 hingga 13.30, jumlah orderan pemotongan di RPH Banyuwangi mencapai 20 ekor. Kebanyakan peminatnya individu maupun kelompok.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Pertanian dan Pangan Nanang Sugiharto mengatakan, pada hari pertama Idul Adha, peminat pemotongan hewan di RPH cukup bagus. Jumlah kurban mencapai 20 ekor, baik dari kelompok maupun instansi. ”Ada peningkatan cukup bagus dari tahun sebelumnya,” kata Nanang.

Baca Juga :  BSI Serahkan 105 Ekor Hewan Kurban

Dengan banyaknya warga yang mendatangi RPH, kata Nanang, menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat dalam kondisi PPKM Darurat cukup bagus. Itu dilandasi oleh peraturan pemerintah pusat tentang pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dapat melalui RPH untuk mengurangi kerumunan selama penyembelihan berlangsung. ”Ini ada dari yayasan maupun masjid dan musala,” ujarnya.

Dengan meningkatnya pemotongan hewan kurban di RPH, Nanang memastikan pelaksanaan penyembelihan dilakukan melalui prokes yang ketat. Waktu penyembelihan juga dibatasi. Pada hari pertama penyembelihan dimulai pukul 08.00 hingga pukul 15.00. Sedangkan hari kedua dan ketiga, waktu penyembelihan dimajukan. ”Demi menghindari kerumunan kita bagi beberapa hari, sedangkan yang masuk ke RPH hanya orang yang berkepentingan saja,” terangnya.

Baca Juga :  Wajib Kartu Vaksin Hanya untuk Perjalanan Jauh

Nanang menambahkan, sebelum disembelih hewan kurban lebih dulu diperiksa kesehatannya. Mulai kesehatan mata, bulu, mulut, gigi, termasuk lendir dari hidung hewan kurban diperiksa secara teliti. ”Sebelum disembelih dagingnya kita periksa lagi. Daging kurban dipastikan layak konsumsi,” tandas pria kelahiran Tulungagung itu. (rio/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

DKB Gelar Workshop Teater dan Pantomim

Tarif Ojol Akan Naik

Ditinggal Ziarah Haji, Rumah Terbakar

/