alexametrics
24.3 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Dipindah ke Lapas, Yunus Langsung Dimasukkan ke Sel Mapenaling

RadarBanyuwangi.id – Setelah membuat ulah di persidangan Senin kemarin (22/3), penahanan Muhammad Yunus Wahyudi dipindahkan ke Lapas Banyuwangi kemarin. Penahanan terdakwa kasus penyebaran berita hoaks itu sebelumnya dititipkan di Mapolsek Giri.

Pemindahan dilakukan oleh petugas Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi dengan pengawalan ketat. Dari Polsek Giri menuju lapas, Yunus diangkut mobil tahanan. ”Pemindahan dilakukan sesuai penetapan hakim. Dari Polsek Giri kita pindah ke lapas,” ujar Kasi Intelijen Kejari Banyuwangi Hendro Wasisto.

Hendro menjelaskan, pemindahan tersebut bukan terkait proses sidang. Melainkan hanya penetapan saja, sehingga penahanan Yunus diserahkan sepenuhnya di lapas. ”Setelah pemindahan, nantinya yang berhak mengatur pihak lapas,” terangnya.

Sementara itu, pihak lapas langsung menjalankan perintah sesuai standard operating procedure (SOP). Yunus langsung dimasukkan ke ruang mapenaling (masa pengenalan lingkungan) selama dua pekan. ”Kita tetap laksanakan sesuai SOP yang ada dengan menempatkan di ruang tahanan mapenaling bersama para napi lainnya,” ujar Kalapas Banyuwangi Wahyu Indarto.

Baca Juga :  Diduga Mabuk, Dua Pria Tewas Kecelakaan

Menurut Wahyu, tidak ada penanganan secara khusus kepada pentolan LSM tersebut. Hanya saja, seluruh petugas diminta untuk menerapkan SOP yang ada. ”Untuk napi baru, sesuai aturannya bisa dikunjungi setelah sepekan berada di lapas,” terangnya.

Sedangkan untuk pengiriman makanan, jelas Wahyu, pengunjung bisa mengirimkan dengan menitipkan ke petugas, tapi tetap harus diperiksa secara ketat terlebih dahulu. ”Kami secara tegas tetap untuk bekerja sesuai SOP, tidak ada perbedaan antara napi,” tegasnya.

Yunus Wahyudi yang terjerat kasus berita bohong atau hoaks menjalani sidang secara online di Polsek Giri, Senin (22/3). Dalam sidang dengan agenda tanggapan eksepsi itu, Yunus emosi sehingga membuat Ketua Majelis Hakim Khamazaro Waruwu murka.

Baca Juga :  Kasus Penyerangan Hakim, Polresta Tunggu Laporan Pengadilan

Yunus emosi lantaran proses sidang tidak maksimal. Bahkan, Yunus menganggap sidang secara online tersebut merugikan dirinya. Selain Yunus, para pendukung Yunus yang memenuhi sidang juga sempat emosi. Mereka berteriak dengan menyebut nama Allah di hadapan hakim.

Akibat insiden itu, ketua majelis hakim memiliki catatan sendiri. Yunus dianggap tidak menghargai proses sidang dan ketua majelis hakim.

RadarBanyuwangi.id – Setelah membuat ulah di persidangan Senin kemarin (22/3), penahanan Muhammad Yunus Wahyudi dipindahkan ke Lapas Banyuwangi kemarin. Penahanan terdakwa kasus penyebaran berita hoaks itu sebelumnya dititipkan di Mapolsek Giri.

Pemindahan dilakukan oleh petugas Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi dengan pengawalan ketat. Dari Polsek Giri menuju lapas, Yunus diangkut mobil tahanan. ”Pemindahan dilakukan sesuai penetapan hakim. Dari Polsek Giri kita pindah ke lapas,” ujar Kasi Intelijen Kejari Banyuwangi Hendro Wasisto.

Hendro menjelaskan, pemindahan tersebut bukan terkait proses sidang. Melainkan hanya penetapan saja, sehingga penahanan Yunus diserahkan sepenuhnya di lapas. ”Setelah pemindahan, nantinya yang berhak mengatur pihak lapas,” terangnya.

Sementara itu, pihak lapas langsung menjalankan perintah sesuai standard operating procedure (SOP). Yunus langsung dimasukkan ke ruang mapenaling (masa pengenalan lingkungan) selama dua pekan. ”Kita tetap laksanakan sesuai SOP yang ada dengan menempatkan di ruang tahanan mapenaling bersama para napi lainnya,” ujar Kalapas Banyuwangi Wahyu Indarto.

Baca Juga :  Tetap Hargai Tuntutan Jaksa, Pengacara Yunus Ajukan Nota Pembelaan

Menurut Wahyu, tidak ada penanganan secara khusus kepada pentolan LSM tersebut. Hanya saja, seluruh petugas diminta untuk menerapkan SOP yang ada. ”Untuk napi baru, sesuai aturannya bisa dikunjungi setelah sepekan berada di lapas,” terangnya.

Sedangkan untuk pengiriman makanan, jelas Wahyu, pengunjung bisa mengirimkan dengan menitipkan ke petugas, tapi tetap harus diperiksa secara ketat terlebih dahulu. ”Kami secara tegas tetap untuk bekerja sesuai SOP, tidak ada perbedaan antara napi,” tegasnya.

Yunus Wahyudi yang terjerat kasus berita bohong atau hoaks menjalani sidang secara online di Polsek Giri, Senin (22/3). Dalam sidang dengan agenda tanggapan eksepsi itu, Yunus emosi sehingga membuat Ketua Majelis Hakim Khamazaro Waruwu murka.

Baca Juga :  Bayi yang Dilahirkan ODGJ Dibawa ke Sidoarjo

Yunus emosi lantaran proses sidang tidak maksimal. Bahkan, Yunus menganggap sidang secara online tersebut merugikan dirinya. Selain Yunus, para pendukung Yunus yang memenuhi sidang juga sempat emosi. Mereka berteriak dengan menyebut nama Allah di hadapan hakim.

Akibat insiden itu, ketua majelis hakim memiliki catatan sendiri. Yunus dianggap tidak menghargai proses sidang dan ketua majelis hakim.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/