alexametrics
24 C
Banyuwangi
Monday, August 8, 2022

Usaha Kerajinan Pot Semen Menjanjikan

GENTENG – Berawal dari buruh membuat gawang pintu dan jendela dari semen, Hadi Suprapto, 39, warga Dusun Jenisari, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, kini membuka usaha sendiri. Di tempatnya ini, tidak membuat gawang pintu lagi, tapi mencetak pot bunga, air mancur, dan wastafel.

Usaha kerajinan dari semen, dikerjakan Hadi bersama istrinya sejak tiga tahun lalu, setelah berhenti menjadi buruh di Bali. “Saya lihat banyak orang jualan bunga, saya berinisiatif membuat pot dari semen, dan peminatnya banyak,” terang istri Hadi Suprapto, Dewi Sulistiawati.

Di usahanya ini, Dewi mengaku bertugas mengecat. Sedang suaminya yang mencetak kerajinan. Mereka bekerja mulai pukul 08.00 sampai sore, tergantung pesanan. “Pembeli ada yang kulakan, tapi juga ada yang ngecer,” katanya.

Baca Juga :  Pengambilan Paksa 3,7 Kg Emas Di-SP3, Pek Jiang Gugat Praperadilan

Dewi mengaku pembeli masih di sekitar Banyuwangi. Pembeli yang paling jauh dari Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran,  dan Banyuwangi Kota. Untuk harga paling murah Rp 15 ribu untuk satu pot. Air mancur dan westafel  harganya mulai Rp 175 ribu sampai Rp 500 ribu. “Kalau lagi musim bunga, banyak yang membeli pot,” terangnya seraya menyebut dari usahanya ini bisa meraup Rp 3 juta hingga 6 juta per bulan.(mg5/abi)

GENTENG – Berawal dari buruh membuat gawang pintu dan jendela dari semen, Hadi Suprapto, 39, warga Dusun Jenisari, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, kini membuka usaha sendiri. Di tempatnya ini, tidak membuat gawang pintu lagi, tapi mencetak pot bunga, air mancur, dan wastafel.

Usaha kerajinan dari semen, dikerjakan Hadi bersama istrinya sejak tiga tahun lalu, setelah berhenti menjadi buruh di Bali. “Saya lihat banyak orang jualan bunga, saya berinisiatif membuat pot dari semen, dan peminatnya banyak,” terang istri Hadi Suprapto, Dewi Sulistiawati.

Di usahanya ini, Dewi mengaku bertugas mengecat. Sedang suaminya yang mencetak kerajinan. Mereka bekerja mulai pukul 08.00 sampai sore, tergantung pesanan. “Pembeli ada yang kulakan, tapi juga ada yang ngecer,” katanya.

Baca Juga :  Pengambilan Paksa 3,7 Kg Emas Di-SP3, Pek Jiang Gugat Praperadilan

Dewi mengaku pembeli masih di sekitar Banyuwangi. Pembeli yang paling jauh dari Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran,  dan Banyuwangi Kota. Untuk harga paling murah Rp 15 ribu untuk satu pot. Air mancur dan westafel  harganya mulai Rp 175 ribu sampai Rp 500 ribu. “Kalau lagi musim bunga, banyak yang membeli pot,” terangnya seraya menyebut dari usahanya ini bisa meraup Rp 3 juta hingga 6 juta per bulan.(mg5/abi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/