alexametrics
28.9 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Tidak Menyangka Bakal Masuk Penjara

BANYUWANGI – Sementara itu, tiga terdakwa kasus penyeroyokan dalam penggerebekan yaitu Ahmad Mujiono, Ekwan Wahyudi, dan Legiyanto, tidak pernah menyangka dirinya menjadi penghuni baru Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi. Ketiga warga Gambiran itu berniat baik untuk memberantas perselingkuhan yang  berujung perzinaan di kampungnya.

Ekwan Wahyudi hanya ingin memergoki istrinya, Siti Nasoba, bersama Suprapto yang berduaan di dalam rumah. Ternyata, niat baiknya bersama warga tidak berbuah manis. Penggerebekan yang dilakukannya bersama warga setempat justru mengantarkannya ke balik jeruji besi.

Ekwan mengaku tidak menyangka akan masuk ke penjara. Baginya, sebenarnya masalah tersebut sudah selesai karena sudah dimediasi di kantor Desa Gambiran. ”Saya kira sudah selesai, ternyata kasus yang dilaporkan Suprapto berlanjut sampai saat ini,” katanya.

Baca Juga :  Selama Ramadhan, Saleh Group Cat 12 Musala di Kelir

Perasaan serupa disampaikan Ahmad Mujiyono. Selaku RT di wilayahnya, Mujiyono hanya ikut mengamankan agar tidak terjadi amuk massa. ”Saya sebenarnya hanya menengahi agar tidak terjadi amuk massa sendiri waktu penggerebekan terjadi,” ujarnya.

Tokoh masyarakat Desa Gambiran Tumiran mengatakan, sebenarnya penggerebekan dilakukan oleh orang banyak. Makanya, masih untung pelapor sendiri saat digerebek tidak menjadi bulan-bulanan warga. ”Semoga saja ada jalan dan hasil terbaik dalam proses hukum yang berjalan,” harapnya. (rio/aif/c1)

BANYUWANGI – Sementara itu, tiga terdakwa kasus penyeroyokan dalam penggerebekan yaitu Ahmad Mujiono, Ekwan Wahyudi, dan Legiyanto, tidak pernah menyangka dirinya menjadi penghuni baru Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Banyuwangi. Ketiga warga Gambiran itu berniat baik untuk memberantas perselingkuhan yang  berujung perzinaan di kampungnya.

Ekwan Wahyudi hanya ingin memergoki istrinya, Siti Nasoba, bersama Suprapto yang berduaan di dalam rumah. Ternyata, niat baiknya bersama warga tidak berbuah manis. Penggerebekan yang dilakukannya bersama warga setempat justru mengantarkannya ke balik jeruji besi.

Ekwan mengaku tidak menyangka akan masuk ke penjara. Baginya, sebenarnya masalah tersebut sudah selesai karena sudah dimediasi di kantor Desa Gambiran. ”Saya kira sudah selesai, ternyata kasus yang dilaporkan Suprapto berlanjut sampai saat ini,” katanya.

Baca Juga :  Tempat Wisata Penuh, Okupansi Hotel Meroket

Perasaan serupa disampaikan Ahmad Mujiyono. Selaku RT di wilayahnya, Mujiyono hanya ikut mengamankan agar tidak terjadi amuk massa. ”Saya sebenarnya hanya menengahi agar tidak terjadi amuk massa sendiri waktu penggerebekan terjadi,” ujarnya.

Tokoh masyarakat Desa Gambiran Tumiran mengatakan, sebenarnya penggerebekan dilakukan oleh orang banyak. Makanya, masih untung pelapor sendiri saat digerebek tidak menjadi bulan-bulanan warga. ”Semoga saja ada jalan dan hasil terbaik dalam proses hukum yang berjalan,” harapnya. (rio/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

OTT KPK

Bonus Demografi Perlu Solusi

Kekerasan Seksual Berbalut Agama

Artikel Terbaru

/