alexametrics
24.7 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Optimalkan Link and Match untuk SDM Unggul

JawaPos.com – Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Banyuwangi menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama Balai Latihan Kerja (BLK) Unit Pelaksana Teknik Daerah (UPTD) Binaan dengan dunia usaha dan industri di Hotel Grand Harvest Banyuwangi. Rakor tersebut dibuka langsung  Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Transmigrasi dan Perindustrian (Kadisnakertransperin) Banyuwangi, Syaiful Alam Sudrajat didampingi Kepala BLK Banyuwangi, Rusman, Kamis malam (21/1).

Rakor yang dilaksanakan selama tiga hari sejak Kamis (21/1) hingga Sabtu (23/1) itu, diikuti puluhan peserta dari seluruh BLK Binaan yang ada di lima Kabupaten Jember, Situbondo, Probolinggo, Kota Probolinggo dan Bondowoso.

Sedangkan sebagai pemateri Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Banyuwangi, Sandang Ediono dan Perwakilan dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Banyuwangi, Lukas. Setelah mendapatkan pemaparan materi, Kepala BLK Banyuwangi, Rusman menyerahkan petunjuk operasional kegiatan (POK) kepada perwakilan peserta dari BLK Binaan di lima Kabupaten.

Baca Juga :  One Day Family Karyawan KPH Banyuwangi Barat

 Rusman mengatakan, rakor ini dilaksanakan agar seluruh BLK binaan dengan BLK Banyuwangi benar-benar memiliki link and match dalam membentuk sumber daya manusia (SDM). “Rakor ini dilaksanakan awal tahun untuk memiliki link and match antara BLK Banyuwangi dengan BLK Binaan,” katanya.

Dalam pelaksanaan rakor ini, jelas Rusman, juga diadakan diskusi bersama. Dengan tujuan, agar ada masukan-masukan dari para pemateri. “Ini untuk mengetahui langkah apa yang harus dilakukan BLK ke depan,” cetusnya.

Sehingga, masih kata Rusman, hasilnya binaan dari BLK dan benar-benar besar diserap  industri. “Kita juga melihat peluang-peluang industri  ada di wilayah masing-masing,” paparnya.

Kadisnakertransperin, Syaiful Alam Sudrajat mengatakan,Banyuwangi saat ini dunia industri dan pariwisata sudah semakin berkembang. Maka dari itu, BLK harus bisa membuat program pelatihan  mampu di serah atau dibutuhkan di Banyuwangi. “Pariwisata di Banyuwangi ini cukup banyak, jadi BLK harus memiliki inovasi pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan di Banyuwangi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Polresta Banyuwangi Lakukan Swab Secara Atak

Alam menambahkan, dengan adanya BLK di Banyuwangi ini sangat baik. Terutama dalam menekan angka pengangguran di  Banyuwangi. “Grafis angka pengangguran cukup menurun, memang pelatihan-pelatihan sangat dibutuhkan oleh masyarakat Banyuwangi,” ungkapnya.

Alam berharap masyarakat juga bisa memanfaatkan dengan baik adanya BLK di Banyuwangi. Dengan mengikuti pelatihan-pelatihan dan diminati dan dianggap mampu meningkatkan daya saing dalam dunia kerja. “Saya harap masyarakat juga bisa memanfaatkan BLK dengan baik,” harapnya.(rio/afi)

JawaPos.com – Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Banyuwangi menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama Balai Latihan Kerja (BLK) Unit Pelaksana Teknik Daerah (UPTD) Binaan dengan dunia usaha dan industri di Hotel Grand Harvest Banyuwangi. Rakor tersebut dibuka langsung  Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Transmigrasi dan Perindustrian (Kadisnakertransperin) Banyuwangi, Syaiful Alam Sudrajat didampingi Kepala BLK Banyuwangi, Rusman, Kamis malam (21/1).

Rakor yang dilaksanakan selama tiga hari sejak Kamis (21/1) hingga Sabtu (23/1) itu, diikuti puluhan peserta dari seluruh BLK Binaan yang ada di lima Kabupaten Jember, Situbondo, Probolinggo, Kota Probolinggo dan Bondowoso.

Sedangkan sebagai pemateri Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri Daerah (FKLPID) Banyuwangi, Sandang Ediono dan Perwakilan dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Banyuwangi, Lukas. Setelah mendapatkan pemaparan materi, Kepala BLK Banyuwangi, Rusman menyerahkan petunjuk operasional kegiatan (POK) kepada perwakilan peserta dari BLK Binaan di lima Kabupaten.

Baca Juga :  Kalangan LSM dan Ormas mendesak aparat penegak hukum

 Rusman mengatakan, rakor ini dilaksanakan agar seluruh BLK binaan dengan BLK Banyuwangi benar-benar memiliki link and match dalam membentuk sumber daya manusia (SDM). “Rakor ini dilaksanakan awal tahun untuk memiliki link and match antara BLK Banyuwangi dengan BLK Binaan,” katanya.

Dalam pelaksanaan rakor ini, jelas Rusman, juga diadakan diskusi bersama. Dengan tujuan, agar ada masukan-masukan dari para pemateri. “Ini untuk mengetahui langkah apa yang harus dilakukan BLK ke depan,” cetusnya.

Sehingga, masih kata Rusman, hasilnya binaan dari BLK dan benar-benar besar diserap  industri. “Kita juga melihat peluang-peluang industri  ada di wilayah masing-masing,” paparnya.

Kadisnakertransperin, Syaiful Alam Sudrajat mengatakan,Banyuwangi saat ini dunia industri dan pariwisata sudah semakin berkembang. Maka dari itu, BLK harus bisa membuat program pelatihan  mampu di serah atau dibutuhkan di Banyuwangi. “Pariwisata di Banyuwangi ini cukup banyak, jadi BLK harus memiliki inovasi pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan di Banyuwangi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Hidup Sendirian, Fendrayono Ditemukan Meninggal Dalam Rumah

Alam menambahkan, dengan adanya BLK di Banyuwangi ini sangat baik. Terutama dalam menekan angka pengangguran di  Banyuwangi. “Grafis angka pengangguran cukup menurun, memang pelatihan-pelatihan sangat dibutuhkan oleh masyarakat Banyuwangi,” ungkapnya.

Alam berharap masyarakat juga bisa memanfaatkan dengan baik adanya BLK di Banyuwangi. Dengan mengikuti pelatihan-pelatihan dan diminati dan dianggap mampu meningkatkan daya saing dalam dunia kerja. “Saya harap masyarakat juga bisa memanfaatkan BLK dengan baik,” harapnya.(rio/afi)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/