27.5 C
Banyuwangi
Tuesday, November 29, 2022

Jalan Yos Sudarso Langganan Banjir, BMKG Prediksi Musim Hujan hingga Desember

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Hujan deras yang mengguyur kawasan kota Banyuwangi dan sekitarnya pada Senin malam (21/11) memicu banjir di sejumlah titik. Salah satunya mengakibatkan genangan air di Jalan Yos Sudarso, Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.

Setiap kali hujan deras, kawasan tersebut selalu menjadi langganan banjir. Kendaraan banyak yang terjebak macet. Sepeda motor terpaksa dituntun lantaran ketinggian air cukup tinggi. ”Hujannya cukup lama. Gorong-gorong di sekitar Jalan Yos Sudarso tak mampu menampung air,” ujar Kusuma, salah seorang warga Sukowidi.

Untuk mengantisipasi genangan air, warga langsung bergotong royong membersihkan saluran air. Warga rela masuk gorong-gorong untuk mengambil sisa-sisa kayu dan sampah yang memenuhi saluran air. ”Aliran air tersumbat akibat saluran terisi sisa-sisa kayu,” imbuh Kusuma.

Baca Juga :  Usai Banjir, Dam Tojo Dipenuhi Tumpukan Sampah
MIRIP SUNGAI: Hujan deras yang mengguyur kawasan Jalan Yos Sudarso, Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Senin malam (21/11) mengakibatkan banjir di kawasan setempat. (RAMADA KUSUMA/RABA)

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi memberikan peringatan dini terkait angin kencang, banjir, dan petir kemarin (22/11). Peringatan dini itu dikeluarkan untuk mengantisipasi terjadinya puncak musim penghujan. Puncak musim penghujan diperkirakan akan terjadi hingga awal bulan Desember nanti.

Selain itu, BMKG juga memberikan peringatan dini terkait gelombang laut di pantai wilayah selatan. Gelombang tinggi tersebut disebabkan adanya tekanan udara yang cukup tinggi. ”Kecepatan angin bisa di atas 10 hingga 34 kilometer per jam. Ketinggian gelombang bisa mencapai 4 meter karena bibit siklon tropis 94S,” ujar Prakirawan BMKG BanyuwangiGede Agus Purbawa.

Menurut Gede, wilayah Banyuwangi akan diguyur hujan ringan hingga sedang. Hanya saja, hujan tersebut tidak merata di seluruh Banyuwangi. ”Hujan masih tetap akan terjadi karena pantauan awan cumulonimbus (Cb) sebagai penyebab hujan masih terlihat,” katanya.

Baca Juga :  Perbaikan Jalan Rogojampi Picu Kemacetan di Pasar Rogojampi

Puncak musim penghujan akan terjadi hingga Desember mendatang. Selama puncaknya, hujan akan turun disertai petir dan angin kencang. ”Ada potensi bencana hidrometeorologi yang akan terjadi. Di antaranya banjir, longsor, angin kencang, dan putting beliung,” paparnya.

Gede membeberkan tanda-tanda terjadinya puting beliung di tengah gelombang tinggi. Di antaranya terjadinya suhu panas, arah angin yang berubah, ada awan cumulonimbus, dan biasanya terjadi pada sore hari. Kejadian ini dinilai sangat berbahaya karena bisa memorakporandakan kawasan sekitar. ”Ada potensi bencana badai di perairan selatan,” kata Gede. (rio/aif/c1)

BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Hujan deras yang mengguyur kawasan kota Banyuwangi dan sekitarnya pada Senin malam (21/11) memicu banjir di sejumlah titik. Salah satunya mengakibatkan genangan air di Jalan Yos Sudarso, Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.

Setiap kali hujan deras, kawasan tersebut selalu menjadi langganan banjir. Kendaraan banyak yang terjebak macet. Sepeda motor terpaksa dituntun lantaran ketinggian air cukup tinggi. ”Hujannya cukup lama. Gorong-gorong di sekitar Jalan Yos Sudarso tak mampu menampung air,” ujar Kusuma, salah seorang warga Sukowidi.

Untuk mengantisipasi genangan air, warga langsung bergotong royong membersihkan saluran air. Warga rela masuk gorong-gorong untuk mengambil sisa-sisa kayu dan sampah yang memenuhi saluran air. ”Aliran air tersumbat akibat saluran terisi sisa-sisa kayu,” imbuh Kusuma.

Baca Juga :  Asyik Bikin Vlog, Nyaris Tertabrak Kereta Api
MIRIP SUNGAI: Hujan deras yang mengguyur kawasan Jalan Yos Sudarso, Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Senin malam (21/11) mengakibatkan banjir di kawasan setempat. (RAMADA KUSUMA/RABA)

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi memberikan peringatan dini terkait angin kencang, banjir, dan petir kemarin (22/11). Peringatan dini itu dikeluarkan untuk mengantisipasi terjadinya puncak musim penghujan. Puncak musim penghujan diperkirakan akan terjadi hingga awal bulan Desember nanti.

Selain itu, BMKG juga memberikan peringatan dini terkait gelombang laut di pantai wilayah selatan. Gelombang tinggi tersebut disebabkan adanya tekanan udara yang cukup tinggi. ”Kecepatan angin bisa di atas 10 hingga 34 kilometer per jam. Ketinggian gelombang bisa mencapai 4 meter karena bibit siklon tropis 94S,” ujar Prakirawan BMKG BanyuwangiGede Agus Purbawa.

Menurut Gede, wilayah Banyuwangi akan diguyur hujan ringan hingga sedang. Hanya saja, hujan tersebut tidak merata di seluruh Banyuwangi. ”Hujan masih tetap akan terjadi karena pantauan awan cumulonimbus (Cb) sebagai penyebab hujan masih terlihat,” katanya.

Baca Juga :  Jalan Longsor Menuju Kebun Malangsari Belum Bisa Dilewati

Puncak musim penghujan akan terjadi hingga Desember mendatang. Selama puncaknya, hujan akan turun disertai petir dan angin kencang. ”Ada potensi bencana hidrometeorologi yang akan terjadi. Di antaranya banjir, longsor, angin kencang, dan putting beliung,” paparnya.

Gede membeberkan tanda-tanda terjadinya puting beliung di tengah gelombang tinggi. Di antaranya terjadinya suhu panas, arah angin yang berubah, ada awan cumulonimbus, dan biasanya terjadi pada sore hari. Kejadian ini dinilai sangat berbahaya karena bisa memorakporandakan kawasan sekitar. ”Ada potensi bencana badai di perairan selatan,” kata Gede. (rio/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/