27.5 C
Banyuwangi
Tuesday, November 29, 2022

Untuk Membahas Izin Pendakian Gunung Raung

Guide Raung Gagal Beretemu PPGA dan Forpimka

 

Pendakian ke Gunung Raung yang ditutup sejak gunung berapi yang masih aktif  batuk-batuk dengan mengeluarkan abu vulkanik pada Sabtu (30/7), membuat para guide Gunung Raung seperti gelagapan. Status gunung naik ke level II atau waspada, dan pendakian ke puncak gunung langsung ditutup.

Para pendaki yang dilarang melakukan pendakian, berarti sudah mematikan pekerjaan bagi para guide. Para guide sempat mengeluh karena kehilangan pekerjaan itu. Mereka berupaya minta bertemu dengan Forpimka Kalibaru dan Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung, tapi selalu gagal. “Kami ingin menanyakan, kenapa kok di Raung status waspada tidak boleh didaki,” kata anggota sekretariat pendakian Gunung Raung yang bermarkas di Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Eko Wahyudianto, Rabu (23/11).

Baca Juga :  Tempat Isoter di Sekolah Pindah ke Rumdin Camat

Bagi para guide, terang dia, Gunung Raung berstatus waspada dan tidak boleh didaki, itu dianggap sangat aneh. Mereka membandingkan pendakian di Gunung Rinjani yang statusnya juga level II atau waspada, tapi pengunjung masih bisa melakukan pendakian. “Ini yang membuat saya heran, kenapa di Rinjani boleh, di Raung tidak boleh,” cetusnya.

Tapi saying, upaya ingin bertemu bersama itu hingga kini belum terlaksana. Salah satu penyebabnya, banjir bandang yang melanda wilayah Dusun Krajan, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru. “Karena (ada) banjir, rencana itu tidak jadi terlaksana,” Katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Eko mengaku tidak etis jika fokus Pemerintah Kecamatan untuk penanggulangan bencana banjir, diganggu persoalan tersebut. “Rencana untuk itu (bertemu dengan Forpimka Kalibaru) masih ada, namun waktunya belum ditentukan,” pungkasnya.(sas/abi)

Baca Juga :  Polisi Awasi Ketat Eks Lokalisasi di Rogojampi dan Blimbingsari

 

 

Pendakian ke Gunung Raung yang ditutup sejak gunung berapi yang masih aktif  batuk-batuk dengan mengeluarkan abu vulkanik pada Sabtu (30/7), membuat para guide Gunung Raung seperti gelagapan. Status gunung naik ke level II atau waspada, dan pendakian ke puncak gunung langsung ditutup.

Para pendaki yang dilarang melakukan pendakian, berarti sudah mematikan pekerjaan bagi para guide. Para guide sempat mengeluh karena kehilangan pekerjaan itu. Mereka berupaya minta bertemu dengan Forpimka Kalibaru dan Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung, tapi selalu gagal. “Kami ingin menanyakan, kenapa kok di Raung status waspada tidak boleh didaki,” kata anggota sekretariat pendakian Gunung Raung yang bermarkas di Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, Eko Wahyudianto, Rabu (23/11).

Baca Juga :  Makam Dirusak Orang Tak Dikenal, Ahli Waris Lapor Polisi

Bagi para guide, terang dia, Gunung Raung berstatus waspada dan tidak boleh didaki, itu dianggap sangat aneh. Mereka membandingkan pendakian di Gunung Rinjani yang statusnya juga level II atau waspada, tapi pengunjung masih bisa melakukan pendakian. “Ini yang membuat saya heran, kenapa di Rinjani boleh, di Raung tidak boleh,” cetusnya.

Tapi saying, upaya ingin bertemu bersama itu hingga kini belum terlaksana. Salah satu penyebabnya, banjir bandang yang melanda wilayah Dusun Krajan, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru. “Karena (ada) banjir, rencana itu tidak jadi terlaksana,” Katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Eko mengaku tidak etis jika fokus Pemerintah Kecamatan untuk penanggulangan bencana banjir, diganggu persoalan tersebut. “Rencana untuk itu (bertemu dengan Forpimka Kalibaru) masih ada, namun waktunya belum ditentukan,” pungkasnya.(sas/abi)

Baca Juga :  Pasca Vaksinasi, Pelabuhan Masih Sepi

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/