alexametrics
27 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Kirab Pakai Sarung dan Kopiah, Ribuan Santri Turun Jalan

JawaPos.com – Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren (ponpes) yang tersebar di Banyuwangi turun ke jalan, kemarin (22/10). Mereka menjalani kirab dalam rangka memeriahkan Hari Santri Nasional (HSN) 2019. Kirab dimulai dari depan kantor pemkab. Selanjutnya, mereka long march menuju Taman Blambangan. 

Peserta kirab adalah santri dari pesantren yang tersebar di 25 kecamatan. Mereka mengenakan pakaian khas santri. Bersarung dan berkopiah bagi santri putra. Sementara santri putri mengenakan busana muslim. Sembari membawa atribut pesantren, mereka berselawat dan menyenandungkan yel-yel masing-masing pesantren.

Bupati Abdullah Azwar Anas memberangkatkan langsung kirab santri tersebut. Dalam kesempatan itu, ia berpesan tentang tantangan santri ke depan. Di antaranya adalah tingkat ketersediaan lapangan kerja. ”Lulusan pesantren harus dibekali dengan beragam keterampilan untuk siap bersaing di dunia kerja. Saat ini, tingkat persaingan semakin tinggi seiring makin tingginya tingkat demografi dan makin efisiennya teknologi,” terang Anas.

Baca Juga :  PT Lundin Siapkan CSR Rp 200 Juta

Untuk itu, imbuh Anas, pesantren ke depan harus mempersiapkan jiwa entrepreneurship bagi para urusannya. ”Pemda Banyuwangi akan siap bersinergi mewujudkan entrepreneur santri,” janjinya.

Rangkaian HSN 2019 ini menjadi bagian dari Banyuwangi Festival (B-Fest) dengan tajuk ”Santripreneur Festival”. Tidak hanya rangkaian seremonial, namun juga digelar sejumlah pelatihan kepada para santri. Seperti internet marketing, roasting kopi, dan beragam keterampilan lainnya di beberapa pesantren. Hal ini untuk mewujudkan santri yang berjiwa entrepreneur tersebut.

”Sebenarnya, santri memiliki keunggulan dalam dunia kerja. Dengan bekal ilmu agamanya, bisa memupuk integritas. Tinggal menambah dengan skill lainnya, maka akan mantap,” tegas Anas.

Ribuan santri tersebut, sesampaianya di Taman Blambangan langsung melangsungkan apel HSN 2019. Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widiyatmoko bertindak selaku inspektur. Dalam amanatnya, Yusuf mengajak para santri untuk berjihad dengan membangun Banyuwangi.

Baca Juga :  Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Jadi Momentum Jaga Persatuan

”Santri adalah elemen penting dalam pembangunan Banyuwangi. Kami mengajak para santri semua untuk bersama-sama membangun daerah kita tercinta ini sebagai bagian dari manifestasi hubbul wathan minal iman,” pesan Yusuf.

Selain dihadiri Forpimda dan para santri, juga hadir sejumlah tokoh agama dan masyarakat. Para pengasuh pesantren pun tak ketinggalan. Tampak Rais Syuriyah PCNU Banyuwangi KH Zainullah Marwan, Pengasuh PP Al-Anwari KH Achmad Siddiq, dan sejumlah kiai lainnya. Acara ini merupakan sinergi antara Pemkab Banyuwangi, PCNU Banyuwangi, dan RMI Banyuwangi.

JawaPos.com – Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren (ponpes) yang tersebar di Banyuwangi turun ke jalan, kemarin (22/10). Mereka menjalani kirab dalam rangka memeriahkan Hari Santri Nasional (HSN) 2019. Kirab dimulai dari depan kantor pemkab. Selanjutnya, mereka long march menuju Taman Blambangan. 

Peserta kirab adalah santri dari pesantren yang tersebar di 25 kecamatan. Mereka mengenakan pakaian khas santri. Bersarung dan berkopiah bagi santri putra. Sementara santri putri mengenakan busana muslim. Sembari membawa atribut pesantren, mereka berselawat dan menyenandungkan yel-yel masing-masing pesantren.

Bupati Abdullah Azwar Anas memberangkatkan langsung kirab santri tersebut. Dalam kesempatan itu, ia berpesan tentang tantangan santri ke depan. Di antaranya adalah tingkat ketersediaan lapangan kerja. ”Lulusan pesantren harus dibekali dengan beragam keterampilan untuk siap bersaing di dunia kerja. Saat ini, tingkat persaingan semakin tinggi seiring makin tingginya tingkat demografi dan makin efisiennya teknologi,” terang Anas.

Baca Juga :  Dua Pohon Tumbang karena Angin Kencang

Untuk itu, imbuh Anas, pesantren ke depan harus mempersiapkan jiwa entrepreneurship bagi para urusannya. ”Pemda Banyuwangi akan siap bersinergi mewujudkan entrepreneur santri,” janjinya.

Rangkaian HSN 2019 ini menjadi bagian dari Banyuwangi Festival (B-Fest) dengan tajuk ”Santripreneur Festival”. Tidak hanya rangkaian seremonial, namun juga digelar sejumlah pelatihan kepada para santri. Seperti internet marketing, roasting kopi, dan beragam keterampilan lainnya di beberapa pesantren. Hal ini untuk mewujudkan santri yang berjiwa entrepreneur tersebut.

”Sebenarnya, santri memiliki keunggulan dalam dunia kerja. Dengan bekal ilmu agamanya, bisa memupuk integritas. Tinggal menambah dengan skill lainnya, maka akan mantap,” tegas Anas.

Ribuan santri tersebut, sesampaianya di Taman Blambangan langsung melangsungkan apel HSN 2019. Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widiyatmoko bertindak selaku inspektur. Dalam amanatnya, Yusuf mengajak para santri untuk berjihad dengan membangun Banyuwangi.

Baca Juga :  PLN Serahkan Kapal Wisata di Rajegwesi

”Santri adalah elemen penting dalam pembangunan Banyuwangi. Kami mengajak para santri semua untuk bersama-sama membangun daerah kita tercinta ini sebagai bagian dari manifestasi hubbul wathan minal iman,” pesan Yusuf.

Selain dihadiri Forpimda dan para santri, juga hadir sejumlah tokoh agama dan masyarakat. Para pengasuh pesantren pun tak ketinggalan. Tampak Rais Syuriyah PCNU Banyuwangi KH Zainullah Marwan, Pengasuh PP Al-Anwari KH Achmad Siddiq, dan sejumlah kiai lainnya. Acara ini merupakan sinergi antara Pemkab Banyuwangi, PCNU Banyuwangi, dan RMI Banyuwangi.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/