alexametrics
23.2 C
Banyuwangi
Tuesday, August 9, 2022

Kasasi Ali Heri Sanjaya Ditolak, MA Kuatkan Hukuman Mati

RadarBanyuwangi.id – Upaya hukum yang ditempuh Ali Heri Sanjaya, 27, warga Desa/Kecamatan Kalipuro akhirnya sia-sia. Mahkamah Agung (MA) malah  menguatkan putusan PN Banyuwangi atau menolak kasasi yang diajukan pengacara Ali Heri Sanjaya, Mochammad Djazuli.

Penolakan tersebut sesuai putusan kasasi  nomor 337 K/Pid/2021. Kasasi yang  dikirimkan setelah mendapatkan putusan banding pada 9 Oktober 2020 lalu tersebut  juga ditolak oleh Pengadilan Tinggi (PT) Surayaba dengan nomor 1265/PID/2020/PT.SBY.

Dalam putusan itu, Ali Heri Sanjaya tetap divonis mati. Terdakwa kasus pembunuhan dan pembakar mayat Rosidah, 17, itu, masih diupayakan mendapatkan hak-haknya dengan menempuh jalur hukum lainnya. ”Kasasi kita kirim pada 30 November 2020 setelah banding di PT Surabaya ditolak,” ujar Pengacara Ali Heri Sanjaya, Mochammad Djazuli.

Baca Juga :  Enam Pasang Muda-mudi Diduga Mesum

Djazuli mengatakan, meski upaya yang sudah ditempuh ditolak PT Surabaya dan MA, dalam waktu dekat pihaknya  akan melakukan upaya hukum agar kliennya lolos dari  hukuman mati. ”Kita ajukan PK (peninjauan kembali) ke MA melalui PN Banyuwangi, namun kita masih akan koordinasi terlebih dahulu dengan terdakwa,” katanya.

Menurut Djazuli, putusan banding dari PT Surabaya dan putusan kasasi MA menguatkan putusan PN Banyuwangi. Dengan demikian vonis mati terhadap Ali Heri Sanjaya sudah inkrah atau berkekuatan hukum tetap. Namun, masih ada upaya hukum yang masih akan ditempuh. ”Kita masih bisa ajukan PK ke MA, serta minta grasi ke Presiden RI Joko Widodo,” paparnya.

Pengajuan permohonan mempertimbangkan hanyak hal. Terdakwa sebagai kepala keluarga yang juga sebagai tumpuan keluarganya. ”Meski tindakan terdakwa memang tidak dibenarkan, tetapi juga ada pertimbangan moral yang kita upayakan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Polisi Gerebek Tiga Pasangan Muda-mudi di Kamar Hotel

Ali Heri Sanjaya merupakan terdakwa kasus pembunuhan dan pembakaran Rosidah pada 24 Januari 2020 pukul 19.00 di kebun pohon kelapa, masuk Pondok Nongko, Kecamatan Kabat. Ali diamankan Polresta Banyuwangi pada 29 Januari 2020 lalu saat keluar dari sebuah hotel di Banyuwangi.

Ali nekat melakukan pembunuhan karena sering dibuli  oleh korban. Untuk menghilangkan jajak, Ali nekat membakar mayat korban. Atas perbuatannya, Ali dikenakan pasal 362 KUHP dengan hukuman mati. Pada 1 September 2020 lalu, hakim PN Banyuwangi memvonis Ali dengan hukuman mati. (rio/aif)

RadarBanyuwangi.id – Upaya hukum yang ditempuh Ali Heri Sanjaya, 27, warga Desa/Kecamatan Kalipuro akhirnya sia-sia. Mahkamah Agung (MA) malah  menguatkan putusan PN Banyuwangi atau menolak kasasi yang diajukan pengacara Ali Heri Sanjaya, Mochammad Djazuli.

Penolakan tersebut sesuai putusan kasasi  nomor 337 K/Pid/2021. Kasasi yang  dikirimkan setelah mendapatkan putusan banding pada 9 Oktober 2020 lalu tersebut  juga ditolak oleh Pengadilan Tinggi (PT) Surayaba dengan nomor 1265/PID/2020/PT.SBY.

Dalam putusan itu, Ali Heri Sanjaya tetap divonis mati. Terdakwa kasus pembunuhan dan pembakar mayat Rosidah, 17, itu, masih diupayakan mendapatkan hak-haknya dengan menempuh jalur hukum lainnya. ”Kasasi kita kirim pada 30 November 2020 setelah banding di PT Surabaya ditolak,” ujar Pengacara Ali Heri Sanjaya, Mochammad Djazuli.

Baca Juga :  Ribuan Pendukung Khofifah Unjuk Kekuatan

Djazuli mengatakan, meski upaya yang sudah ditempuh ditolak PT Surabaya dan MA, dalam waktu dekat pihaknya  akan melakukan upaya hukum agar kliennya lolos dari  hukuman mati. ”Kita ajukan PK (peninjauan kembali) ke MA melalui PN Banyuwangi, namun kita masih akan koordinasi terlebih dahulu dengan terdakwa,” katanya.

Menurut Djazuli, putusan banding dari PT Surabaya dan putusan kasasi MA menguatkan putusan PN Banyuwangi. Dengan demikian vonis mati terhadap Ali Heri Sanjaya sudah inkrah atau berkekuatan hukum tetap. Namun, masih ada upaya hukum yang masih akan ditempuh. ”Kita masih bisa ajukan PK ke MA, serta minta grasi ke Presiden RI Joko Widodo,” paparnya.

Pengajuan permohonan mempertimbangkan hanyak hal. Terdakwa sebagai kepala keluarga yang juga sebagai tumpuan keluarganya. ”Meski tindakan terdakwa memang tidak dibenarkan, tetapi juga ada pertimbangan moral yang kita upayakan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Enam Pasang Muda-mudi Diduga Mesum

Ali Heri Sanjaya merupakan terdakwa kasus pembunuhan dan pembakaran Rosidah pada 24 Januari 2020 pukul 19.00 di kebun pohon kelapa, masuk Pondok Nongko, Kecamatan Kabat. Ali diamankan Polresta Banyuwangi pada 29 Januari 2020 lalu saat keluar dari sebuah hotel di Banyuwangi.

Ali nekat melakukan pembunuhan karena sering dibuli  oleh korban. Untuk menghilangkan jajak, Ali nekat membakar mayat korban. Atas perbuatannya, Ali dikenakan pasal 362 KUHP dengan hukuman mati. Pada 1 September 2020 lalu, hakim PN Banyuwangi memvonis Ali dengan hukuman mati. (rio/aif)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/