alexametrics
26.2 C
Banyuwangi
Sunday, August 14, 2022

Ipuk: Cabai Dicat Tindakan Merugikan Petani

RadarBanyuwangi.id – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa produk hortikultura cabai Banyuwangi mempunyai kualitas yang tinggi. Banyuwangi adalah sentra cabai nasional. Terkait video viral ada cabai dicat, Ipuk yakin itu hanya ulah oknum yang ingin mengambil keuntungan.

”Jika itu benar, kita semua menyesalkan. Kita percayakan proses penyelidikannya ke pihak kepolisian,” kata Ipuk seusai membagikan bibit cabai kepada kelompok wanita tani di Desa Setail, Senin (22/3).

Menurut Ipuk, selain merugikan konsumen, tindakan itu akan merugikan para petani dan pelaku usaha cabai di Banyuwangi. Mengingat Banyuwangi merupakan salah satu sentra cabai di Indonesia.

”Sebenarnya tidak perlu melakukan hal tersebut, produksi cabai di Banyuwangi sangat berlimpah. Kami yakin, ini hanya tindakan oknum. Petani Banyuwangi sangat dirugikan dengan tindakan itu. Dan saya yakin itu bukan tindakan petani, karena tidak mungkin petani melakukan hal yang merugikan dirinya sendiri,” kata Ipuk.

Baca Juga :  Angin Kencang Landa Selat Bali, Tinggi Ombak 1,5 Meter, Pelayaran Aman

Pihaknya terus mendorong pertanian organik di Banyuwangi. Di setiap kecamatan dibagikan sekitar 800 ton pupuk organik yang digunakan untuk pertanian pangan maupun hortikultura. ”Termasuk untuk tanaman cabai, seperti di Wongsorejo yang telah menunjukkan hasil. Selain produktivitasnya meningkat, juga tanaman lebih sehat dengan pupuk organik,” kata dia.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Arief Setyawan menambahkan, pihaknya juga mendorong warga memenuhi kebutuhan pangan harian dengan memanfaatkan pekarangan rumah (family farming). Selama empat bulan terakhir, Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi membagikan 22.265 bibit tanaman cabai kepada wanita kelompok tani untuk ditanam di pekarangan rumahnya. ”Terutama kami khususkan pada ibu rumah tangga prasejahtera. Selain mendapat bantuan benih tanaman pangan dan sayuran untuk ditanam di halaman rumahnya, mereka juga kami beri pupuk organik pula,” kata Arief. (aif/c1)

Baca Juga :  Ribuan Anak Muda Banyuwangi Daftar Jagoan Tani

RadarBanyuwangi.id – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa produk hortikultura cabai Banyuwangi mempunyai kualitas yang tinggi. Banyuwangi adalah sentra cabai nasional. Terkait video viral ada cabai dicat, Ipuk yakin itu hanya ulah oknum yang ingin mengambil keuntungan.

”Jika itu benar, kita semua menyesalkan. Kita percayakan proses penyelidikannya ke pihak kepolisian,” kata Ipuk seusai membagikan bibit cabai kepada kelompok wanita tani di Desa Setail, Senin (22/3).

Menurut Ipuk, selain merugikan konsumen, tindakan itu akan merugikan para petani dan pelaku usaha cabai di Banyuwangi. Mengingat Banyuwangi merupakan salah satu sentra cabai di Indonesia.

”Sebenarnya tidak perlu melakukan hal tersebut, produksi cabai di Banyuwangi sangat berlimpah. Kami yakin, ini hanya tindakan oknum. Petani Banyuwangi sangat dirugikan dengan tindakan itu. Dan saya yakin itu bukan tindakan petani, karena tidak mungkin petani melakukan hal yang merugikan dirinya sendiri,” kata Ipuk.

Baca Juga :  Pernyataan Sikap Banyuwangi Anti Terorisme

Pihaknya terus mendorong pertanian organik di Banyuwangi. Di setiap kecamatan dibagikan sekitar 800 ton pupuk organik yang digunakan untuk pertanian pangan maupun hortikultura. ”Termasuk untuk tanaman cabai, seperti di Wongsorejo yang telah menunjukkan hasil. Selain produktivitasnya meningkat, juga tanaman lebih sehat dengan pupuk organik,” kata dia.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Arief Setyawan menambahkan, pihaknya juga mendorong warga memenuhi kebutuhan pangan harian dengan memanfaatkan pekarangan rumah (family farming). Selama empat bulan terakhir, Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi membagikan 22.265 bibit tanaman cabai kepada wanita kelompok tani untuk ditanam di pekarangan rumahnya. ”Terutama kami khususkan pada ibu rumah tangga prasejahtera. Selain mendapat bantuan benih tanaman pangan dan sayuran untuk ditanam di halaman rumahnya, mereka juga kami beri pupuk organik pula,” kata Arief. (aif/c1)

Baca Juga :  Awas, Begal dan Jambret Merajalela di Banyuwangi

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/