alexametrics
23.5 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Bupati Minta DKB Dilibatkan dalam Penerjemahan Alquran ke Bahasa Oseng

BANYUWANGI – Penolakan halus yang disampaikan Ketua Dewan Kesenian Blambangan (DKB) terhadap finalisasi penerjemahan Alquran ke bahasa Oseng langsung menuai atensi Bupati Ipuk Fiestiandani. Orang nomor satu di lingkup pemkab itu secara tegas meminta agar DKB dilibatkan dalam proses penyusunan Alquran ke bahasa daerah Banyuwangi tersebut.

Hal itu disampaikan Ipuk saat menghadiri pembukaan focus group discussion (FGD) finalisasi terjemahan Alquran bahasa Oseng Banyuwangi yang digeber di Hotel El Royale, Kamis (21/4). Dalam sambutannya, Ipuk dengan tegas mengatakan agar pihak terkait harus melibatkan dan berkomunikasi dengan DKB melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar).

Ipuk menuturkan, produk penerjemahan Alquran ke bahasa Oseng itu akan lebih sempurna jika melibatkan segenap pemangku kepentingan dan tidak meninggalkan pemangku kepentingan lokal, terutama DKB. ”Pemkab saja setiap kegiatan yang menyangkut budaya dan festival selalu meminta kurasi dan pendampingan dari DKB,” ujarnya.

Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI Zainut Tauhid yang hadir dalam FGD kemarin mengapresiasi Bupati Ipuk yang berkeinginan agar DKB dilibatkan dalam proses penerjemahan Alquran ke Bahasa Oseng. Bahkan, dia meminta pihak terkait, khususnya Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Haji Achmad Siddiq Jember segera menindaklanjuti atensi Bupati Ipuk tersebut dengan menjalin komunikasi dengan DKB dan tokoh-tokoh lokal sebagai penyempurnaan kajian Alquran tersebut.

Baca Juga :  DKB ”Tolak” Hasil Terjemahan Alquran ke Bahasa Oseng

Bahkan, pihak UIN Kiai Haji Achmad Siddiq langsung berkomunikasi dengan Disbudpar Banyuwangi. Hasilnya, tim UIN mengagendakan bertemu dengan tim DKB pada 28 April sesuai arahan Bupati Ipuk dan Wamenag Zainut Tauhid.

Seperti diberitakan kemarin, DKB angkat suara menyikapi rencana finalisasi penerjemahan Alquran ke bahasa Oseng. Sebagai organisasi yang ”mengampu” dan bertanggung jawab atas pengembangan kebahasaan dan kesusastraan Oseng, DKB keberatan terhadap hasil terjemahan kitab suci umat Islam tersebut ke bahasa daerah Banyuwangi.

Sikap DKB itu dilecut oleh kabar yang beredar tentang rencana kegiatan focus group discussion (FGD) finalisasi terjemahan Quran bahasa Oseng Banyuwangi di salah satu hotel di Banyuwangi. FGD digelar seiring telah selesainya kegiatan penerjemahan Alquran ke bahasa Oseng hasil kerja sama Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Haji Achmad Siddiq Jember dengan Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Baca Juga :  Bahasa Osing yang Semakin Asing

Ketua DKB Hasan Basri menyatakan, pihaknya tidak pernah dilibatkan dalam proses penerjemahan Alquran ke bahasa Oseng tersebut. ”Karena itu, kalau ada pihak-pihak yang komplain terhadap isi Alquran terjemahan bahasa Oseng tersebut, misalnya ada kosakata yang dianggap tidak sesuai, maka kami tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Hasan menuturkan, dalam rundown FGD juga disebutkan bahwa Bupati Ipuk Fiestiandani bakal hadir dalam rangkaian pembukaan acara serta menyampaikan peran pemkab dalam mewujudkan terjemahan Alquran bahasa Oseng tersebut. ”Bupati merupakan representasi Pemkab Banyuwangi. Padahal, kami juga sudah berkomunikasi dengan pihak Disbudpar Banyuwangi, pihak Disbudpar juga menyatakan tim penerjemah tidak pernah ’kulonuwun’ ke Disbudpar. Disbudpar juga tidak pernah diajak koordinasi berkaitan penerjemahan Alquran ke bahasa Oseng,” pungkasnya. 

BANYUWANGI – Penolakan halus yang disampaikan Ketua Dewan Kesenian Blambangan (DKB) terhadap finalisasi penerjemahan Alquran ke bahasa Oseng langsung menuai atensi Bupati Ipuk Fiestiandani. Orang nomor satu di lingkup pemkab itu secara tegas meminta agar DKB dilibatkan dalam proses penyusunan Alquran ke bahasa daerah Banyuwangi tersebut.

Hal itu disampaikan Ipuk saat menghadiri pembukaan focus group discussion (FGD) finalisasi terjemahan Alquran bahasa Oseng Banyuwangi yang digeber di Hotel El Royale, Kamis (21/4). Dalam sambutannya, Ipuk dengan tegas mengatakan agar pihak terkait harus melibatkan dan berkomunikasi dengan DKB melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar).

Ipuk menuturkan, produk penerjemahan Alquran ke bahasa Oseng itu akan lebih sempurna jika melibatkan segenap pemangku kepentingan dan tidak meninggalkan pemangku kepentingan lokal, terutama DKB. ”Pemkab saja setiap kegiatan yang menyangkut budaya dan festival selalu meminta kurasi dan pendampingan dari DKB,” ujarnya.

Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI Zainut Tauhid yang hadir dalam FGD kemarin mengapresiasi Bupati Ipuk yang berkeinginan agar DKB dilibatkan dalam proses penerjemahan Alquran ke Bahasa Oseng. Bahkan, dia meminta pihak terkait, khususnya Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Haji Achmad Siddiq Jember segera menindaklanjuti atensi Bupati Ipuk tersebut dengan menjalin komunikasi dengan DKB dan tokoh-tokoh lokal sebagai penyempurnaan kajian Alquran tersebut.

Baca Juga :  Dikunjungi Siswa SDIT Al Uswah

Bahkan, pihak UIN Kiai Haji Achmad Siddiq langsung berkomunikasi dengan Disbudpar Banyuwangi. Hasilnya, tim UIN mengagendakan bertemu dengan tim DKB pada 28 April sesuai arahan Bupati Ipuk dan Wamenag Zainut Tauhid.

Seperti diberitakan kemarin, DKB angkat suara menyikapi rencana finalisasi penerjemahan Alquran ke bahasa Oseng. Sebagai organisasi yang ”mengampu” dan bertanggung jawab atas pengembangan kebahasaan dan kesusastraan Oseng, DKB keberatan terhadap hasil terjemahan kitab suci umat Islam tersebut ke bahasa daerah Banyuwangi.

Sikap DKB itu dilecut oleh kabar yang beredar tentang rencana kegiatan focus group discussion (FGD) finalisasi terjemahan Quran bahasa Oseng Banyuwangi di salah satu hotel di Banyuwangi. FGD digelar seiring telah selesainya kegiatan penerjemahan Alquran ke bahasa Oseng hasil kerja sama Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Haji Achmad Siddiq Jember dengan Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama (Kemenag) RI.

Baca Juga :  Dikunjungi Khofifah, Warga Pasar Genteng Nyanyi Bareng

Ketua DKB Hasan Basri menyatakan, pihaknya tidak pernah dilibatkan dalam proses penerjemahan Alquran ke bahasa Oseng tersebut. ”Karena itu, kalau ada pihak-pihak yang komplain terhadap isi Alquran terjemahan bahasa Oseng tersebut, misalnya ada kosakata yang dianggap tidak sesuai, maka kami tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Hasan menuturkan, dalam rundown FGD juga disebutkan bahwa Bupati Ipuk Fiestiandani bakal hadir dalam rangkaian pembukaan acara serta menyampaikan peran pemkab dalam mewujudkan terjemahan Alquran bahasa Oseng tersebut. ”Bupati merupakan representasi Pemkab Banyuwangi. Padahal, kami juga sudah berkomunikasi dengan pihak Disbudpar Banyuwangi, pihak Disbudpar juga menyatakan tim penerjemah tidak pernah ’kulonuwun’ ke Disbudpar. Disbudpar juga tidak pernah diajak koordinasi berkaitan penerjemahan Alquran ke bahasa Oseng,” pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Beri Subsidi BBM untuk Nelayan

Bocah Nggandol Pikap

Telanjur Jadi Orang Jelek

Artikel Terbaru

/