alexametrics
27 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Petani Diminta Pandai Menabung Air

RadarBanyuwangi.id – Kondisi perubahan cuaca yang kerap mengalami perubahan ekstrem tampaknya harus disikapi para petani. Mendekati awal musim kemarau, perubahan cuaca dan iklim secara global terjadi menyeluruh.

Seperti saat ini yang seharusnya memasuki kemarau, tetapi masih ditemukan hujan. Kondisi ini membuat beberapa wilayah bisa seketika surplus air. Sebaliknya, dalam tempo singkat bisa mengalami kekurangan air. ”Menghadapi musim kemarau, petani harus menyesuaikan diri dengan penggunaan air,” ujar Kepala Dinas Pertanian Arief Setiawan.

Caranya, kata Arief, petani harus pandai-pandai menabung air hujan. Ketika air melimpah seperti sekarang, petani bisa mulai menyimpan air. Konsepnya bisa melakukan penyimpanan di mana saja asalkan bisa menjadi tempat penyimpanan air yang bisa digunakan setelahnya. ”Air saat ini masih melimpah, lebih baik ditabung. Nanti bisa digunakan saat tidak ada air menggunakan sistem drip atau tetes,” sarannya.

Baca Juga :  1.038 Personel Siap Amankan Arus Mudik Lebaran

Sementara itu, selama hujan lebat dan banjir yang terjadi di Banyuwangi sejak awal tahun, ada sekitar 10 hektare lahan pertanian yang terdampak. Lahan tersebut ada di Kecamatan Wongsorejo dan Pesanggaran. Sebagian masih bisa dipanen, namun sebagian lahan yang digunakan untuk menanam bawang merah dan padi itu rusak. ”Sebenarnya angkanya kecil kalau dibandingkan luas lahan pertanian kita, yaitu 66.063 hektare,” pungkasnya. (fre/aif/c1)

RadarBanyuwangi.id – Kondisi perubahan cuaca yang kerap mengalami perubahan ekstrem tampaknya harus disikapi para petani. Mendekati awal musim kemarau, perubahan cuaca dan iklim secara global terjadi menyeluruh.

Seperti saat ini yang seharusnya memasuki kemarau, tetapi masih ditemukan hujan. Kondisi ini membuat beberapa wilayah bisa seketika surplus air. Sebaliknya, dalam tempo singkat bisa mengalami kekurangan air. ”Menghadapi musim kemarau, petani harus menyesuaikan diri dengan penggunaan air,” ujar Kepala Dinas Pertanian Arief Setiawan.

Caranya, kata Arief, petani harus pandai-pandai menabung air hujan. Ketika air melimpah seperti sekarang, petani bisa mulai menyimpan air. Konsepnya bisa melakukan penyimpanan di mana saja asalkan bisa menjadi tempat penyimpanan air yang bisa digunakan setelahnya. ”Air saat ini masih melimpah, lebih baik ditabung. Nanti bisa digunakan saat tidak ada air menggunakan sistem drip atau tetes,” sarannya.

Baca Juga :  Cepat Respon Registrasi Pangan Segar, Jatim Apresiasi Pemkab Banyuwangi

Sementara itu, selama hujan lebat dan banjir yang terjadi di Banyuwangi sejak awal tahun, ada sekitar 10 hektare lahan pertanian yang terdampak. Lahan tersebut ada di Kecamatan Wongsorejo dan Pesanggaran. Sebagian masih bisa dipanen, namun sebagian lahan yang digunakan untuk menanam bawang merah dan padi itu rusak. ”Sebenarnya angkanya kecil kalau dibandingkan luas lahan pertanian kita, yaitu 66.063 hektare,” pungkasnya. (fre/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/