alexametrics
25.4 C
Banyuwangi
Tuesday, August 9, 2022

Enam Curah di Wongsorejo Rawan Meluap

JawaPos.com – Musim hujan harus diwaspadai, terutama bagi mereka yang tinggal di dekat sungai atau curah. Dinas PU Pengairan mencatat ada enam curah yang rawan meluap.

Plt Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi Guntur Priambodo mengatakan, ada 12 sungai dan curah yang menjadi perhatian selama musim hujan. Dua belas sungai bersinggungan langsung dengan jalan nasional. Saat hujan lebat, air yang melewati 12 sungai itu berpotensi meluap ke jalanan.

Guntur menjelaskan, karakteristik sungai dan curah di Wongsorejo murni pembawa air hujan. Mereka mengalirkan air hujan dari hulu ke hilir sebelum kemudian masuk ke laut. Seiring berjalannya waktu, terjadi perubahan tata guna lahan di daerah hulu yang membuat debit air yang melalui sungai semakin tinggi.

Baca Juga :  Dikunjungi Khofifah, Warga Pasar Genteng Nyanyi Bareng

Selama beberapa tahun ini tidak ada rekonstruksi line hub jembatan. Dengan beban air yang melalui line hub jembatan yang semakin besar akhirnya menimbulkan luapan atau run off air hingga ke jalan. ”Selama ini jalan diperbaiki tapi diameter penampang line hub-nya tidak. Ketika semua beban sungai masuk melewati line hub, karena sudah tidak mampu akhirnya meluap ke atas,” terang Guntur.

Pemkab sudah mengusulkan ke Balai Besar Jalan Nasional terkait temuan di lapangan. Selama menunggu perbaikan, pihaknya melakukan normalisasi di beberapa titik untuk mengurangi beban jembatan meski tidak menyelesaikan masalah.

Guntur meminta masyarakat lebih waspada selama musim hujan. Jika tampak ada temuan jembatan tersumbat, masyarakat bisa segera menghubungi aparat setempat. ”Kalau ada material yang menutupi, segera laporkan agar bisa melakukan tindakan. Sementara kita hanya bisa meminimalisasi pendangkalan. Ada 12 curah dan sungai yang kita data, tapi enam di antaranya  paling rawan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sewa Apartemen Mewah hingga Mobil Lamborghini

Camat Wongsorejo Sulistyowati mengatakan, air sempat meluap di curah daerah Desa Sidodadi Kamis kemarin (22/1). Potensi yang sama terjadi di titik sungai lainya. ”Ada dua alat berat, yang satu milik Dinas PU Bina Marga dan yang satu milik Waduk Bajulmati. Keduanya standby jika sewaktu-waktu ada sumbatan,” pungkasnya. (fre/aif/c1)

JawaPos.com – Musim hujan harus diwaspadai, terutama bagi mereka yang tinggal di dekat sungai atau curah. Dinas PU Pengairan mencatat ada enam curah yang rawan meluap.

Plt Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi Guntur Priambodo mengatakan, ada 12 sungai dan curah yang menjadi perhatian selama musim hujan. Dua belas sungai bersinggungan langsung dengan jalan nasional. Saat hujan lebat, air yang melewati 12 sungai itu berpotensi meluap ke jalanan.

Guntur menjelaskan, karakteristik sungai dan curah di Wongsorejo murni pembawa air hujan. Mereka mengalirkan air hujan dari hulu ke hilir sebelum kemudian masuk ke laut. Seiring berjalannya waktu, terjadi perubahan tata guna lahan di daerah hulu yang membuat debit air yang melalui sungai semakin tinggi.

Baca Juga :  Bersih-Bersih Lumpur Hampir Rampung, Hari Ini Jalan Menuju Ijen Bisa Dilewati

Selama beberapa tahun ini tidak ada rekonstruksi line hub jembatan. Dengan beban air yang melalui line hub jembatan yang semakin besar akhirnya menimbulkan luapan atau run off air hingga ke jalan. ”Selama ini jalan diperbaiki tapi diameter penampang line hub-nya tidak. Ketika semua beban sungai masuk melewati line hub, karena sudah tidak mampu akhirnya meluap ke atas,” terang Guntur.

Pemkab sudah mengusulkan ke Balai Besar Jalan Nasional terkait temuan di lapangan. Selama menunggu perbaikan, pihaknya melakukan normalisasi di beberapa titik untuk mengurangi beban jembatan meski tidak menyelesaikan masalah.

Guntur meminta masyarakat lebih waspada selama musim hujan. Jika tampak ada temuan jembatan tersumbat, masyarakat bisa segera menghubungi aparat setempat. ”Kalau ada material yang menutupi, segera laporkan agar bisa melakukan tindakan. Sementara kita hanya bisa meminimalisasi pendangkalan. Ada 12 curah dan sungai yang kita data, tapi enam di antaranya  paling rawan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dikunjungi Khofifah, Warga Pasar Genteng Nyanyi Bareng

Camat Wongsorejo Sulistyowati mengatakan, air sempat meluap di curah daerah Desa Sidodadi Kamis kemarin (22/1). Potensi yang sama terjadi di titik sungai lainya. ”Ada dua alat berat, yang satu milik Dinas PU Bina Marga dan yang satu milik Waduk Bajulmati. Keduanya standby jika sewaktu-waktu ada sumbatan,” pungkasnya. (fre/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/