alexametrics
24 C
Banyuwangi
Monday, August 8, 2022

Daftar Haji Sekarang, Berangkat Tahun 2039

BANYUWANGI – Antusiasme masyarakat Indonesia untuk menunaikan ibadah haji sangat tinggi, tidak terkecuali di Banyuwangi. Betapa tidak, daftar antrean (waiting list) jamaah haji di kantor Kementerian Agama Banyuwangi terus memanjang.

Kepala Seksi Haji dan Umrah Kemenag Banyuwangi Mohammad Jali mengatakan, untuk daftar antrean jamaah haji di Banyuwangi saat ini mencapai 22 tahun. “Jadi daftar sekarang, baru berangkat pada tahun 2039 mendatang,” ungkapnya.

Agar antrean calon jamaah haji (CJH) tidak semakin panjang, Kementerian Agama  telah mengeluarkan kebijakan. Yakni, kuota haji diprioritaskan bagi mereka yang belum pernah berhaji.

Lalu bagaimana dengan yang sudah pernah naik haji? Jali menjelaskan, berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) No 29 Tahun 2015, tentang penyelenggaraan ibadah haji reguler telah diatur, mereka yang sudah berhaji dan ingin mendaftar lagi, baru diberi kesempatan paling cepat sepuluh tahun kemudian. “Prinsipnya daftar sekarang boleh, tapi bagi mereka yang sudah pernah naik haji 11 tahun  lalu dan keberangkatannya menunggu sesuai waiting list,” jelasnya.

Baca Juga :  Bahas Sinergisitas Program Pemulihan Ekonomi

Pihaknya tidak bisa menolak pendaftar yang sudah berhaji. Sebab, yang akan menolak adalah Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah.

Seperti pernah terjadi di Kemenag Banyuwangi belum lama ini. Ada salah seorang warga yang berhaji tahun 2009 lalu, mendaftar untuk  naik haji kali kedua. Yang bersangkutan bahkan sudah membayar dan divalidasi oleh pihak bank.

Namun, saat mendaftar dan dimasukkan ke dalam sistem justru ditolak oleh aplikasi Siskohat. Sehingga yang bersangkutan membatalkan pendaftaran. “Jadi sudah secara otomatis yang sudah pernah naik haji sebelum berlalu sepuluh tahun akan ditolak sistem,” jelasnya.

Persentase jumlah jamaah calon haji yang naik haji untuk kali kedua di Banyuwangi berkisar antara delapan persen. Dari data Siskohat, calon jamaah haji tahun 2018 mendatang ada hampir 30 orang CJH sudah pernah berhaji.

Baca Juga :  Pemudik Awal Bisa Jadi Pemicu Klaster Baru

Namun demikian, waktu pelunasannya menunggu  para CJH yang belum berhaji. Dari data Siskohat,  estimasi CJH yang berangkat musim haji tahun 2018 ini berjumlah 1.130 orang.  ”Yang diutamakan melakukan pelunasan adalah mereka yang belum pernah berhaji. Jika ada jamaah yang tidak melakukan pelunasan, baru para CJH yang sudah berhaji ini dipersilakan melakukan pelunasan,” terangnya.

BANYUWANGI – Antusiasme masyarakat Indonesia untuk menunaikan ibadah haji sangat tinggi, tidak terkecuali di Banyuwangi. Betapa tidak, daftar antrean (waiting list) jamaah haji di kantor Kementerian Agama Banyuwangi terus memanjang.

Kepala Seksi Haji dan Umrah Kemenag Banyuwangi Mohammad Jali mengatakan, untuk daftar antrean jamaah haji di Banyuwangi saat ini mencapai 22 tahun. “Jadi daftar sekarang, baru berangkat pada tahun 2039 mendatang,” ungkapnya.

Agar antrean calon jamaah haji (CJH) tidak semakin panjang, Kementerian Agama  telah mengeluarkan kebijakan. Yakni, kuota haji diprioritaskan bagi mereka yang belum pernah berhaji.

Lalu bagaimana dengan yang sudah pernah naik haji? Jali menjelaskan, berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) No 29 Tahun 2015, tentang penyelenggaraan ibadah haji reguler telah diatur, mereka yang sudah berhaji dan ingin mendaftar lagi, baru diberi kesempatan paling cepat sepuluh tahun kemudian. “Prinsipnya daftar sekarang boleh, tapi bagi mereka yang sudah pernah naik haji 11 tahun  lalu dan keberangkatannya menunggu sesuai waiting list,” jelasnya.

Baca Juga :  Bahas Sinergisitas Program Pemulihan Ekonomi

Pihaknya tidak bisa menolak pendaftar yang sudah berhaji. Sebab, yang akan menolak adalah Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah.

Seperti pernah terjadi di Kemenag Banyuwangi belum lama ini. Ada salah seorang warga yang berhaji tahun 2009 lalu, mendaftar untuk  naik haji kali kedua. Yang bersangkutan bahkan sudah membayar dan divalidasi oleh pihak bank.

Namun, saat mendaftar dan dimasukkan ke dalam sistem justru ditolak oleh aplikasi Siskohat. Sehingga yang bersangkutan membatalkan pendaftaran. “Jadi sudah secara otomatis yang sudah pernah naik haji sebelum berlalu sepuluh tahun akan ditolak sistem,” jelasnya.

Persentase jumlah jamaah calon haji yang naik haji untuk kali kedua di Banyuwangi berkisar antara delapan persen. Dari data Siskohat, calon jamaah haji tahun 2018 mendatang ada hampir 30 orang CJH sudah pernah berhaji.

Baca Juga :  Bikin KTP Elektronik Kini Tak Perlu Pengantar dari RT dan RW

Namun demikian, waktu pelunasannya menunggu  para CJH yang belum berhaji. Dari data Siskohat,  estimasi CJH yang berangkat musim haji tahun 2018 ini berjumlah 1.130 orang.  ”Yang diutamakan melakukan pelunasan adalah mereka yang belum pernah berhaji. Jika ada jamaah yang tidak melakukan pelunasan, baru para CJH yang sudah berhaji ini dipersilakan melakukan pelunasan,” terangnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/