alexametrics
24.3 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Tak Perlu Cemas Hadapi Cuaca Ekstrem, namun Tetap Waspada

BANYUWANGI – Hujan mulai kerap terjadi di Banyuwangi sejak beberapa pekan terakhir. Hal ini memang tak perlu dicemaskan, namun sudah sepatutnya warga mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi.

Bencana hidrometeorologi merupakan bencana yang diakibatkan oleh parameter-parameter meteorologi. Sebut saja seperti faktor curah hujan, kelembapan udara, temperatur, dan faktor angin.

Berdasar inventarisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), ada sejumlah kecamatan di Banyuwangi yang tergolong rawan banjir. Di antaranya Kecamatan Banyuwangi, Kecamatan Muncar, dan Kecamatan Pesanggaran.

Bahkan, sebagaimana diberitakan pada akhir Oktober lalu, ratusan desa di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini masuk dalam daftar wilayah yang berpotensi banjir. Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi yang bersumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), disebutkan bahwa sebanyak 184 desa masuk dalam kategori rawan banjir.

Baca Juga :  Manusia Perak Terjaring Operasi Yustisi

Peta bencana tersebut didasarkan pada analisis, peta aliran air, aliran sungai, dan pantai. Potensi banjir di ratusan desa itu akan terjadi ketika memasuki musim penghujan. Meski demikian, BPBD Banyuwangi mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak panik dan tetap meningkatkan kewaspadaan. ”Masyarakat hanya perlu meningkatkan kewaspadaan, mengingat sebentar lagi memasuki musim penghujan,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan BPBD Banyuwangi Yusuf Arif kala itu.

Sejak awal tahun 2021, imbuh Yusuf, daftar desa yang masuk kawasan rawan banjir terus bertambah. Hingga kini sudah ada 184 desa yang masuk kategori desa rawan banjir. Hanya beberapa desa di wilayah dataran tinggi yang tidak termasuk rawan banjir. ”Kita di BPBD Banyuwangi juga meningkatkan kesiapsiagaan ketika menjelang musim penghujan. Sebab, tidak menutup kemungkinan sejumlah bencana alam terjadi kapan pun,” kata dia. 

Baca Juga :  Telkom Bangun Akses Link VSAT Internet di Liga Surfing Dunia G-Land Banyuwangi

BANYUWANGI – Hujan mulai kerap terjadi di Banyuwangi sejak beberapa pekan terakhir. Hal ini memang tak perlu dicemaskan, namun sudah sepatutnya warga mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi.

Bencana hidrometeorologi merupakan bencana yang diakibatkan oleh parameter-parameter meteorologi. Sebut saja seperti faktor curah hujan, kelembapan udara, temperatur, dan faktor angin.

Berdasar inventarisasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), ada sejumlah kecamatan di Banyuwangi yang tergolong rawan banjir. Di antaranya Kecamatan Banyuwangi, Kecamatan Muncar, dan Kecamatan Pesanggaran.

Bahkan, sebagaimana diberitakan pada akhir Oktober lalu, ratusan desa di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini masuk dalam daftar wilayah yang berpotensi banjir. Dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi yang bersumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), disebutkan bahwa sebanyak 184 desa masuk dalam kategori rawan banjir.

Baca Juga :  Bayar 300 SAR untuk Jasa Kursi Roda

Peta bencana tersebut didasarkan pada analisis, peta aliran air, aliran sungai, dan pantai. Potensi banjir di ratusan desa itu akan terjadi ketika memasuki musim penghujan. Meski demikian, BPBD Banyuwangi mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak panik dan tetap meningkatkan kewaspadaan. ”Masyarakat hanya perlu meningkatkan kewaspadaan, mengingat sebentar lagi memasuki musim penghujan,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan BPBD Banyuwangi Yusuf Arif kala itu.

Sejak awal tahun 2021, imbuh Yusuf, daftar desa yang masuk kawasan rawan banjir terus bertambah. Hingga kini sudah ada 184 desa yang masuk kategori desa rawan banjir. Hanya beberapa desa di wilayah dataran tinggi yang tidak termasuk rawan banjir. ”Kita di BPBD Banyuwangi juga meningkatkan kesiapsiagaan ketika menjelang musim penghujan. Sebab, tidak menutup kemungkinan sejumlah bencana alam terjadi kapan pun,” kata dia. 

Baca Juga :  Perahu Terbalik Saat Petik Laut, Nelayan Pancer Tetap Larung Sesaji

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/