alexametrics
24 C
Banyuwangi
Thursday, August 11, 2022

Kepras Ranting Pohon Peneduh Jalan Untuk Mencegah Musibah

BANYUWANGI – Sedia payung sebelum hujan. Bersiap-siap atau waspada sebelum sesuatu terjadi. Terutama mengepras dahan pohon yang rawan patah dan ambruk saat didera hujan angin.

Diakui atau tidak, pepatah lawas tersebut masih relevan diterapkan hingga kini. Sebab, dengan antisipasi yang tepat, potensi timbulnya kerugian material atau bahkan korban jiwa dari suatu peristiwa dapat diminimalkan.

Seperti yang dilakoni jajaran Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan, dan Permukiman (PU-CKPP) Banyuwangi. Menyongsong musim hujan kali ini, instansi tersebut mulai melakukan sejumlah langkah untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Salah satunya mengintensifkan pengeprasan naungan jalan di seantero Bumi Blambangan.

Selain bermanfaat sebagai penyerap polutan dan pelindung dari terik matahari serta peredam suara kebisingan, pohon naungan jalan juga memiliki manfaat mendukung daur ulang alami air tanah serta manfaat estetis atau keindahan. Namun di sisi lain, keberadaan pohon tersebut juga berpotensi menimbulkan kecelakaan. Misalnya saat dahan pohon tersebut patah dan menimpa pengguna jalan yang tengah melintas. Bahkan, tidak tertutup pula kemungkinan pohon naungan jalan roboh dan mengakibatkan kecelakaan atau kemacetan lalu lintas.

Baca Juga :  Kayu Penyangga Rapuh, Rumah Warga Rogojampi Roboh

Nah, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan tersebut, Dinas PU-CKPP Banyuwangi melalui Bidang Penataan Ruang mulai intens melakukan pengeprasan pohon naungan jalan di Banyuwangi sejak beberapa pekan terakhir. Bukan hanya mengepras dahan, beberapa pohon yang mati pun terpaksa ditebang agar tidak membahayakan masyarakat.

Kepala Bidang (Kabid) Penataan Ruang Dinas PU-CKPP Banyuwangi Bayu Hadiyanto mengatakan, pengeprasan dahan pohon naungan jalan, khususnya mengantisipasi datangnya musim hujan telah intens dilakukan. Bukan hanya dahan pohon, beberapa hari lalu ada sejumlah pohon mati dan pohon miring yang ditebang. ”Selain hasil penelusuran tim di lapangan, kalau ada masukan dari masyarakat, langsung kami respons dengan cepat,” ujarnya.

Baca Juga :  Jual Kambing Harga Murah, Hasil Ternyata Curian

Bayu menuturkan, pengeprasan pohon tersebut tidak hanya dilakukan di sejumlah ruas jalan di pusat Kota Banyuwangi, tetapi juga di seantero kabupaten the Sunrise of Java. Yakni dengan melibatkan personel yang tersebar di empat Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) PU-CKPP di Banyuwangi, Rogojampi, Genteng, dan Bangorejo.

Selain personel, peralatan milik PU yang sehari-hari dimanfaatkan untuk perawatan lampu penerangan jalan umum (LPJU) dan tersebar di seluruh UPTD tersebut juga dikerahkan untuk pengeprasan pohon. ”Kita juga punya alat-alat di tempat-tempat tersebut yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung gerak cepat personel dibantu teman-teman BPBD. Ada empat armada truk, satu armada roda tiga, juga mobil pikap. Peralatan tersebut bisa digerakkan secara bersama-sama. Tentu juga dibantu teman-teman Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),” pungkasnya. 

BANYUWANGI – Sedia payung sebelum hujan. Bersiap-siap atau waspada sebelum sesuatu terjadi. Terutama mengepras dahan pohon yang rawan patah dan ambruk saat didera hujan angin.

Diakui atau tidak, pepatah lawas tersebut masih relevan diterapkan hingga kini. Sebab, dengan antisipasi yang tepat, potensi timbulnya kerugian material atau bahkan korban jiwa dari suatu peristiwa dapat diminimalkan.

Seperti yang dilakoni jajaran Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan, dan Permukiman (PU-CKPP) Banyuwangi. Menyongsong musim hujan kali ini, instansi tersebut mulai melakukan sejumlah langkah untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Salah satunya mengintensifkan pengeprasan naungan jalan di seantero Bumi Blambangan.

Selain bermanfaat sebagai penyerap polutan dan pelindung dari terik matahari serta peredam suara kebisingan, pohon naungan jalan juga memiliki manfaat mendukung daur ulang alami air tanah serta manfaat estetis atau keindahan. Namun di sisi lain, keberadaan pohon tersebut juga berpotensi menimbulkan kecelakaan. Misalnya saat dahan pohon tersebut patah dan menimpa pengguna jalan yang tengah melintas. Bahkan, tidak tertutup pula kemungkinan pohon naungan jalan roboh dan mengakibatkan kecelakaan atau kemacetan lalu lintas.

Baca Juga :  Artis Kendang Kempul Reni Farida Berangkat Haji Tahun Ini

Nah, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan tersebut, Dinas PU-CKPP Banyuwangi melalui Bidang Penataan Ruang mulai intens melakukan pengeprasan pohon naungan jalan di Banyuwangi sejak beberapa pekan terakhir. Bukan hanya mengepras dahan, beberapa pohon yang mati pun terpaksa ditebang agar tidak membahayakan masyarakat.

Kepala Bidang (Kabid) Penataan Ruang Dinas PU-CKPP Banyuwangi Bayu Hadiyanto mengatakan, pengeprasan dahan pohon naungan jalan, khususnya mengantisipasi datangnya musim hujan telah intens dilakukan. Bukan hanya dahan pohon, beberapa hari lalu ada sejumlah pohon mati dan pohon miring yang ditebang. ”Selain hasil penelusuran tim di lapangan, kalau ada masukan dari masyarakat, langsung kami respons dengan cepat,” ujarnya.

Baca Juga :  Sopir Logistik Tagih Rapid Test Gratis

Bayu menuturkan, pengeprasan pohon tersebut tidak hanya dilakukan di sejumlah ruas jalan di pusat Kota Banyuwangi, tetapi juga di seantero kabupaten the Sunrise of Java. Yakni dengan melibatkan personel yang tersebar di empat Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) PU-CKPP di Banyuwangi, Rogojampi, Genteng, dan Bangorejo.

Selain personel, peralatan milik PU yang sehari-hari dimanfaatkan untuk perawatan lampu penerangan jalan umum (LPJU) dan tersebar di seluruh UPTD tersebut juga dikerahkan untuk pengeprasan pohon. ”Kita juga punya alat-alat di tempat-tempat tersebut yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung gerak cepat personel dibantu teman-teman BPBD. Ada empat armada truk, satu armada roda tiga, juga mobil pikap. Peralatan tersebut bisa digerakkan secara bersama-sama. Tentu juga dibantu teman-teman Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),” pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/