alexametrics
25.1 C
Banyuwangi
Friday, August 12, 2022

Kuota Haji Banyuwangi Tunggu Keputusan Pusat

BANYUWANGI – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi telah memetakan calon jamaah haji (CJH) yang berusia lebih dari 65 tahun. Pemetaan ini terkait pemenuhan kriteria dari Pemerintah Arab Saudi yang mensyaratkan usia CJH pada tahun ini maksimal 65 tahun.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kemenag Banyuwangi Zaenal Abidin mengungkapkan, hasil pemilahan usia yang dilakukan pada paspor CJH didapati 180 orang CJH Banyuwangi yang usianya lebih dari 65 tahun. Jumlah itu dihitung berdasarkan tanggal dan bulan lahir CJH. ”Memang butuh waktu untuk memilahnya,” ungkap Zaenal.

Meski sudah dipilah bukan berarti CJH yang sudah berusia di atas 65 tahun tersebut terancam tidak bisa berangkat haji. ”Kami belum bisa memastikan karena kebijakan sewaktu-waktu bisa berubah,” ujarnya

Sejauh ini, kata Zaenal, Kemenag Banyuwangi terus melakukan persiapan terhadap rencana keberangkatan CJH, sehingga jika sudah ada kepastian berangkat semuanya telah siap.

Baca Juga :  Siapkan 11 Bus untuk Keberangkatan Calon Jemaah Haji

Segala persyaratan untuk keberangkatan jemaah haji tahun ini sudah dipersiapkan. Termasuk paspor CJH juga dipastikan sudah tidak ada masalah. Sebab, paspor CJH yang kedaluwarsa telah diperbarui. ”Semua CJH yang masuk daftar tunggu tahun 2020  sudah mendapat suntikan vaksin lengkap dan booster,” paparnya.

Hingga kini pihaknya belum bisa memastikan berapa banyak kuota haji untuk Banyuwangi yang akan berangkat tahun ini. Pasalnya, pemerintah pusat atau Kementerian Agama belum mengirimkan surat resmi soal kuota CJH tahun ini. ”Informasi mengenai keberangkatan haji memang ada. Tetapi untuk kuotanya masih belum. Kuota nasional akan dibagi ke masing-masing provinsi dan dari provinsi membagi ke tingkat kabupaten/kota,” jelasnya.

Jumlah CJH Banyuwangi yang masuk daftar tunggu tahun 2020 sebanyak 1.022 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 29 orang meninggal dunia. Mereka gagal berangkat pada tahun 2020 lalu akibat pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Bosan Menu Hotel, CJH Banyuwangi Masak Sayur Bayam 

Bagi CJH yang meninggal dunia atau sakit permanen dapat digantikan oleh ahli waris atau keluarga yang telah mendapat persetujuan semua ahli waris. Ahli waris ini bisa suami, istri, ayah, ibu, anak kandung, atau saudara kandung yang ditunjuk atau pun telah mendapat persetujuan semua ahli

Dari data Kasi PHU Kantor Kemenag Banyuwangi mencatat, ada 29 CJH yang sedianya berangkat tahun 2020 meninggal dunia. Dari 29 CJH yang meninggal dunia, 25 di antaranya dilimpahkan kepada ahli waris dan empat lainnya melakukan pembatalan. 

BANYUWANGI – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi telah memetakan calon jamaah haji (CJH) yang berusia lebih dari 65 tahun. Pemetaan ini terkait pemenuhan kriteria dari Pemerintah Arab Saudi yang mensyaratkan usia CJH pada tahun ini maksimal 65 tahun.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kemenag Banyuwangi Zaenal Abidin mengungkapkan, hasil pemilahan usia yang dilakukan pada paspor CJH didapati 180 orang CJH Banyuwangi yang usianya lebih dari 65 tahun. Jumlah itu dihitung berdasarkan tanggal dan bulan lahir CJH. ”Memang butuh waktu untuk memilahnya,” ungkap Zaenal.

Meski sudah dipilah bukan berarti CJH yang sudah berusia di atas 65 tahun tersebut terancam tidak bisa berangkat haji. ”Kami belum bisa memastikan karena kebijakan sewaktu-waktu bisa berubah,” ujarnya

Sejauh ini, kata Zaenal, Kemenag Banyuwangi terus melakukan persiapan terhadap rencana keberangkatan CJH, sehingga jika sudah ada kepastian berangkat semuanya telah siap.

Baca Juga :  Babinsa Sebar 626 Rantang untuk Lansia

Segala persyaratan untuk keberangkatan jemaah haji tahun ini sudah dipersiapkan. Termasuk paspor CJH juga dipastikan sudah tidak ada masalah. Sebab, paspor CJH yang kedaluwarsa telah diperbarui. ”Semua CJH yang masuk daftar tunggu tahun 2020  sudah mendapat suntikan vaksin lengkap dan booster,” paparnya.

Hingga kini pihaknya belum bisa memastikan berapa banyak kuota haji untuk Banyuwangi yang akan berangkat tahun ini. Pasalnya, pemerintah pusat atau Kementerian Agama belum mengirimkan surat resmi soal kuota CJH tahun ini. ”Informasi mengenai keberangkatan haji memang ada. Tetapi untuk kuotanya masih belum. Kuota nasional akan dibagi ke masing-masing provinsi dan dari provinsi membagi ke tingkat kabupaten/kota,” jelasnya.

Jumlah CJH Banyuwangi yang masuk daftar tunggu tahun 2020 sebanyak 1.022 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 29 orang meninggal dunia. Mereka gagal berangkat pada tahun 2020 lalu akibat pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Jumlah Rumah Sakit Rujukan Ditambah

Bagi CJH yang meninggal dunia atau sakit permanen dapat digantikan oleh ahli waris atau keluarga yang telah mendapat persetujuan semua ahli waris. Ahli waris ini bisa suami, istri, ayah, ibu, anak kandung, atau saudara kandung yang ditunjuk atau pun telah mendapat persetujuan semua ahli

Dari data Kasi PHU Kantor Kemenag Banyuwangi mencatat, ada 29 CJH yang sedianya berangkat tahun 2020 meninggal dunia. Dari 29 CJH yang meninggal dunia, 25 di antaranya dilimpahkan kepada ahli waris dan empat lainnya melakukan pembatalan. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/