alexametrics
23.3 C
Banyuwangi
Tuesday, August 16, 2022

Siapkan Klausul Zona Larangan Main Layangan

RadarBanyuwangi.id – Permainan layang-layang yang kerap menyebabkan gangguan terhadap jaringan listrik di Banyuwangi menjadi atensi serius DPRD Banyuwangi. Kalangan dewan berencana memasukkan ketentuan larangan bermain layang-layang di zona tertentu dalam peraturan daerah (perda) yang kini tengah dibahas bersama eksekutif.

Hal itu diungkapkan Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Banyuwangi Sofiandi Susiadi usai mengikuti rapat paripurna internal dewan kemarin (19/4). Agenda rapat paripurna internal yang dipimpin Wakil Ketua DPRD M. Ali Mahrus tersebut adalah penyampaian laporan progres kinerja Bapemperda tahun ini.

Sofiandi mengatakan, sejauh ini sudah ada dua rancangan peraturan daerah (raperda) yang tuntas dibahas, yakni raperda tentang kepemudaan dan raperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 14 Tahun 2011 tentang retribusi perizinan tertentu. Selain itu, dua raperda yang lain sedang dalam tahap fasilitasi ke Biro Hukum Pemprov Jatim, yakni raperda tentang pasar rakyat dan raperda tentang perubahan atas Perda Nomor 9 Tahun 2013 tentang pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga.

Baca Juga :  Layanan Pembuatan SIM Libur selama Natal dan Tahun Baru

Sofiandi menambahkan, DPRD juga tengah melakukan pembahasan sejumlah raperda yang lain. Di antaranya raperda tentang perubahan ketiga atas Perda Nomor 11 Tahun 2021 tentang ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat dan raperda tentang perubahan atas Perda Nomor 5 Tahun 2011 tentang sistem penyelenggaraan pendidikan, serta raperda tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Terkait raperda tentang ketertiban umum, kata Sofiandi, sebenarnya raperda ini akan dilakukan finalisasi. Namun, sebelum finalisasi dilakukan, ada masukan dari pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) Banyuwangi, khususnya terkait permainan layang-layang. ”Sering terjadi kerusakan jaringan listrik akibat layang-layang sehingga mengganggu kepentingan masyarakat,” kata Sofiandi.

Sofiandi menambahkan, pihaknya telah mengundang pihak PLN untuk melakukan kajian terhadap persoalan tersebut bersama tim pakar di Jember beberapa waktu lalu. ”Kami meminta kepada PLN untuk menyuguhkan data-data. Kalau pelarangan permainan layangan diperlukan zonasi, harus ditentukan di zona mana saja. Hasilnya, PLN sudah siap dengan kajian secara ilmiah dan teknis. Selanjutnya, akan dirumuskan bersama,” terangnya.

Baca Juga :  Telat Masuk Sekolah, Lima Siswa Dibina Agar Disiplin

Di sisi lain, Sofiandi menuturkan bahwa pembahasan tiga raperda tersebut tuntas dalam waktu dekat. ”Kami berharap mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama Bapemperda beserta pansus melakukan sinergi untuk percepatan finalisasi. Sebab, bagaimanapun, ukuran kinerja DPRD salah satunya dilihat dari berapa perda yang dihasilkan,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

RadarBanyuwangi.id – Permainan layang-layang yang kerap menyebabkan gangguan terhadap jaringan listrik di Banyuwangi menjadi atensi serius DPRD Banyuwangi. Kalangan dewan berencana memasukkan ketentuan larangan bermain layang-layang di zona tertentu dalam peraturan daerah (perda) yang kini tengah dibahas bersama eksekutif.

Hal itu diungkapkan Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Banyuwangi Sofiandi Susiadi usai mengikuti rapat paripurna internal dewan kemarin (19/4). Agenda rapat paripurna internal yang dipimpin Wakil Ketua DPRD M. Ali Mahrus tersebut adalah penyampaian laporan progres kinerja Bapemperda tahun ini.

Sofiandi mengatakan, sejauh ini sudah ada dua rancangan peraturan daerah (raperda) yang tuntas dibahas, yakni raperda tentang kepemudaan dan raperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 14 Tahun 2011 tentang retribusi perizinan tertentu. Selain itu, dua raperda yang lain sedang dalam tahap fasilitasi ke Biro Hukum Pemprov Jatim, yakni raperda tentang pasar rakyat dan raperda tentang perubahan atas Perda Nomor 9 Tahun 2013 tentang pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga.

Baca Juga :  Proyek Pembangunan Jalan Menuju Kawah Ijen Terus Dikebut

Sofiandi menambahkan, DPRD juga tengah melakukan pembahasan sejumlah raperda yang lain. Di antaranya raperda tentang perubahan ketiga atas Perda Nomor 11 Tahun 2021 tentang ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat dan raperda tentang perubahan atas Perda Nomor 5 Tahun 2011 tentang sistem penyelenggaraan pendidikan, serta raperda tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Terkait raperda tentang ketertiban umum, kata Sofiandi, sebenarnya raperda ini akan dilakukan finalisasi. Namun, sebelum finalisasi dilakukan, ada masukan dari pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) Banyuwangi, khususnya terkait permainan layang-layang. ”Sering terjadi kerusakan jaringan listrik akibat layang-layang sehingga mengganggu kepentingan masyarakat,” kata Sofiandi.

Sofiandi menambahkan, pihaknya telah mengundang pihak PLN untuk melakukan kajian terhadap persoalan tersebut bersama tim pakar di Jember beberapa waktu lalu. ”Kami meminta kepada PLN untuk menyuguhkan data-data. Kalau pelarangan permainan layangan diperlukan zonasi, harus ditentukan di zona mana saja. Hasilnya, PLN sudah siap dengan kajian secara ilmiah dan teknis. Selanjutnya, akan dirumuskan bersama,” terangnya.

Baca Juga :  Layanan Pembuatan SIM Libur selama Natal dan Tahun Baru

Di sisi lain, Sofiandi menuturkan bahwa pembahasan tiga raperda tersebut tuntas dalam waktu dekat. ”Kami berharap mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama Bapemperda beserta pansus melakukan sinergi untuk percepatan finalisasi. Sebab, bagaimanapun, ukuran kinerja DPRD salah satunya dilihat dari berapa perda yang dihasilkan,” pungkasnya. (sgt/aif/c1)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/