alexametrics
27 C
Banyuwangi
Saturday, August 13, 2022

Pilot Gadungan Kenal Korban lewat MiChat

JawaPos.com – Kasus penipuan yang berkedok pilot ditangani penyidik Reskrim Polresta Banyuwangi. Tersangkanya kemarin dirilis di hadapan wartawan. Dia adalah Thofan Nofiandi alias Thofan Purnama, 24, warga Jalan Gunung Mutis/Erlangga, Kelurahan Prailiu, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Thofan mengakui semua perbuatannya. Aksi penipuann itu dilakukan lantaran untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Sehari-harinya, dia indekos  di Genteng. Sebelum melancarkan aksinya, tersangka memiliki inisiatif  membeli seragam di salah satu pasar di Surabaya.

Aksinya tersebut terbongkar setelah korban, Jumaroh Nur Kumalasari, 21, warga Dusun Sawahan, Desa Genteng Kulon, melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polsek Genteng. “Tersangka mengakui seragam yang dimiliki  dibeli di pasar Surabaya,” ujar Kapolresta Banyuwangi Kombespol Armas Asmara Syaifudin.

Menurut Arman, aksi penipuan terjadi pada akhir bulan November 2020. Keduanya kenalan melalui aplikasi media sodial MiChat. Karena sering komunikasin, keduanya pacaran. Keduanya juga pernah ketemu di kos milik tersangka yang ada di Genteng. “Pelaku pinjam uang pada korban, sehingga korban mengalami kerugian sebesar Rp. 4.120.000,” katanya.

Baca Juga :  Listrik Padam, Simpang Lima Semrawut

Saat meminjam uang, pelaku menjanjikan korban akan dikenalkan dengan orang tuanya di Jakarta. Untuk meyakinkan korban, pilot gadungan itu sempat menyerahkan tiket pesawat. “Setelah dipinjami uang, pelaku menghilang dan tidak bisa dihubungi,” kata Arman.  

Karena curiga,  korban datang ke Bandara Internasional Banyuwangi untuk mencari pelaku yang katanya memiliki kantor di bandara tersebut. Ternyata orang yang dicari itu tidak ada. Bahkan, tiket pesawat yang pernah diberikan ternyata juga palsu. “Setelah identitas aslinya terkuak, korban baru melaporkan aksi penipuan tersebut,” terangnya.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti (BB) berupa satu stel seragam pilot terdiri kemeja putih, celana panjang hitam, pangkat pilot, ID Card, papan nama, sabuk warna putih dan tiket pesawat palsu. “Semua alat itu dibelinya di Pasar Surabaya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Ini Tempat Salat Idul Fitri di Daerah Banyuwangi

Arman menambahkan, saat ini korban dikenakan pasal 378 KUHP tentang tindak pidana penipuan. Tersangka juga terancam hukuman empat tahun penjara. “Kita masih kembangkan kasus tersebut, karena tersangka mengaku hanya ada satu korban. Tetapi kemungkinan ada korban lainnya,” jelasnya.

Thofan mengaku ide tersebut inisiatif sendiri. Semua perlengkapan tersebut dibeli di Pasar Surabaya dan dibawa ke Banyuwangi. “Sehari-hari saya hanya pekerja serabutan,” katanya.

Thofan mengaku uang hasil menipu dipakai  untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Uangnya untuk makan dan membayar kos. Korban saya janjikan bertemu orang tua saya di Jakarta,” akunya. (rio/aif)

JawaPos.com – Kasus penipuan yang berkedok pilot ditangani penyidik Reskrim Polresta Banyuwangi. Tersangkanya kemarin dirilis di hadapan wartawan. Dia adalah Thofan Nofiandi alias Thofan Purnama, 24, warga Jalan Gunung Mutis/Erlangga, Kelurahan Prailiu, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Thofan mengakui semua perbuatannya. Aksi penipuann itu dilakukan lantaran untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Sehari-harinya, dia indekos  di Genteng. Sebelum melancarkan aksinya, tersangka memiliki inisiatif  membeli seragam di salah satu pasar di Surabaya.

Aksinya tersebut terbongkar setelah korban, Jumaroh Nur Kumalasari, 21, warga Dusun Sawahan, Desa Genteng Kulon, melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polsek Genteng. “Tersangka mengakui seragam yang dimiliki  dibeli di pasar Surabaya,” ujar Kapolresta Banyuwangi Kombespol Armas Asmara Syaifudin.

Menurut Arman, aksi penipuan terjadi pada akhir bulan November 2020. Keduanya kenalan melalui aplikasi media sodial MiChat. Karena sering komunikasin, keduanya pacaran. Keduanya juga pernah ketemu di kos milik tersangka yang ada di Genteng. “Pelaku pinjam uang pada korban, sehingga korban mengalami kerugian sebesar Rp. 4.120.000,” katanya.

Baca Juga :  Lansia Asal Bali Meninggal di Rumah Kos

Saat meminjam uang, pelaku menjanjikan korban akan dikenalkan dengan orang tuanya di Jakarta. Untuk meyakinkan korban, pilot gadungan itu sempat menyerahkan tiket pesawat. “Setelah dipinjami uang, pelaku menghilang dan tidak bisa dihubungi,” kata Arman.  

Karena curiga,  korban datang ke Bandara Internasional Banyuwangi untuk mencari pelaku yang katanya memiliki kantor di bandara tersebut. Ternyata orang yang dicari itu tidak ada. Bahkan, tiket pesawat yang pernah diberikan ternyata juga palsu. “Setelah identitas aslinya terkuak, korban baru melaporkan aksi penipuan tersebut,” terangnya.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti (BB) berupa satu stel seragam pilot terdiri kemeja putih, celana panjang hitam, pangkat pilot, ID Card, papan nama, sabuk warna putih dan tiket pesawat palsu. “Semua alat itu dibelinya di Pasar Surabaya,” ungkapnya.

Baca Juga :  73 Tahun Warga Kaliselogiri Belum Tersentuh PLN

Arman menambahkan, saat ini korban dikenakan pasal 378 KUHP tentang tindak pidana penipuan. Tersangka juga terancam hukuman empat tahun penjara. “Kita masih kembangkan kasus tersebut, karena tersangka mengaku hanya ada satu korban. Tetapi kemungkinan ada korban lainnya,” jelasnya.

Thofan mengaku ide tersebut inisiatif sendiri. Semua perlengkapan tersebut dibeli di Pasar Surabaya dan dibawa ke Banyuwangi. “Sehari-hari saya hanya pekerja serabutan,” katanya.

Thofan mengaku uang hasil menipu dipakai  untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Uangnya untuk makan dan membayar kos. Korban saya janjikan bertemu orang tua saya di Jakarta,” akunya. (rio/aif)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/